Kebakaran akibat Listrik dan Kompor Gas
Kompas, Rabu, 28 Januari 2009

Setiap bulan ada saja berita menyedihkan tentang kebakaran atau amuk si jago 
merah. Tidak hanya rumah-rumah berikut harta benda penduduk yang habis 
terbakar, tetapi kejadian itu juga sering menelan nyawa manusia dengan luka 
parah atau ringan.

Penyebab peristiwa demi peristiwa kebakaran yang terjadi secara sporadis di Ibu 
Kota dan daerah-daerah umumnya adalah ledakan kompor gas atau akibat hubungan 
pendek arus listrik. Pemerintah seharusnya menaruh perhatian serius dan turun 
tangan untuk meminimalkan kasus kebakaran agar korban tidak terus berjatuhan.

PT (Persero) Perusahaan Listrik Negara harus bertanggung jawab atas kebakaran 
akibat hubungan pendek arus listrik. Pasalnya, rakyat sebagai pelanggan PLN 
disiplin membayar retribusi setiap bulannya. Demikian halnya pemerintah yang 
membuat kebijakan tentang konversi minyak tanah ke gas, yaitu membagi-bagikan 
tabung elpiji ukuran 3 kilogram kepada rakyat miskin.

Namun disayangkan, tabung gas sering meledak secara sporadis di sejumlah 
tempat, memorakporandakan rumah penduduk dan harta benda. Bahkan, sudah tidak 
terhitung jumlah korban jiwa, cacat seumur hidup, dan luka ringan. Ketika 
membagi-bagikan kompor gas kepada rakyat miskin, apakah pemerintah tidak lebih 
dulu memberikan penyuluhan tentang bahaya menggunakan kompor gas?

Seharusnya pemerintah memahami bahwa sebagian rakyat miskin buta huruf, bahkan 
tidak mengerti menggunakan kompor gas dan bahaya yang ditimbulkan. Pengakuan 
sebagian rakyat miskin, mereka tidak mengerti bahaya kompor gas karena tak 
mendapat penyuluhan sebelumnya.

Jonathan Siahaan
Kompleks Bakosurtanal RT 006 RW 011, Cibinong, Bogor


Sumber: Harian Umum KOMPAS
URL: http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/01/28/00202057/redaksi.yth




      Berbagi foto Flickr dengan teman di dalam Messenger. Jelajahi Yahoo! 
Messenger yang serba baru sekarang! http://id.messenger.yahoo.com

Kirim email ke