Point Education, Mana Profesionalismemu?
Solo Pos, Kamis, 29 Januari 2009

Sebagai anak bangsa, kami sangat bangga dan mendukung setiap event semacam 
lomba (kontes) dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Beberapa 
lembaga/perusahaan mengadakan kegiatan semacam itu sebagai ajang promosi produk 
mereka. Bila kegiatan tersebut dikemas dengan apik dan profesional, maka akan 
mendongkrak sales perusahaan dan sekaligus bisa membantu mewujudkan generasi 
yang cerdas.

Pada Minggu (25/1), anak kami ditunjuk sekolah untuk mengikuti lomba spelling 
contest di Carrefour, Pabelan. Kami tidak akan menggugat keputusan dewan juri 
karena panitia telah menetapkan bahwa keputusan dewan juri tidak bisa diganggu 
gugat. Namun sebagai orang yang berkecimpung di dunia pendidikan, kami merasa 
kecewa karena hal-hal sebagai berikut.

Pertama, biasanya acara seperti ini ada sambutan panitia. Tetapi kali ini 
tidak, justru ada Caleg nyusup. Apa kapasitas beliau? Apakah sebagai sponsor? 
Bukankah masih banyak acara yang belum dilaksanakan?

Kedua, kegiatan tersebut (quick and say, spelling and describing picture 
contest) dilakukan bukan pada tempatnya. Misalnya, bagaimana mungkin lomba 
untuk menguji kemampuan ucapan (pronunciation) dilakukan di tempat yang gaduh. 
Kebetulan saya berada di belakang para juri dan merekam kegiatan tersebut. 
Bagaimana mungkin juri bisa menilai kemampuan peserta dengan akurat sementara 
juri mengatakan, ”Gimana ini nggak dengar, nggak jelas?” Beberapa peserta tidak 
selesai dan bahkan pengucapannya salah. Namun, di antara mereka ada yang 
menjadi juara, sedang yang lain, yang mampu menyelesaikan dengan baik dan 
pengucapannya dengan benar justru tidak mendapatkan juara. Maka, terbuktilah 
kekhawatiran saya. Padahal panitia menetapkan kriteria penilaian pronunciation 
(40%), fluency (30%) dan time (30%). 

Menurut kami, panitia tidak profesional dalam menyediakan tempat lomba dan juri 
juga tidak profesional karena tetap ”memaksakan” diri untuk menilai dan tidak 
mengumumkan sendiri nilai peserta secara transparan. Namun, kami salut dengan 
juri menggambar (coloring and drawing), karena juri sendiri yang mengumumkan 
nilai dan pemenangnya.

Ketiga, panitia salah dalam mengumumkan pemenang lomba cerita bahasa Jawa, 
sehingga ketika seorang wali telah naik panggung mewakili anak asuhnya, ia malu 
dan harus turun dari panggung karena ternyata anak asuhnya tidak mendapat 
juara. Di samping itu, panitia kelihatan tidak profesional dalam ”mengganti” 
pemenangnya, karena dilakukan sendiri oleh panitia di panggung tanpa melibatkan 
juri yang bersangkutan.

Maka dengan tidak mengurangi rasa hormat saya, mestinya Point Education lebih 
profesional dalam mempersiapkan acara seperti itu, apalagi bahasa Inggris 
merupakan core business-nya. Di manakah letak tanggung jawab akademik kita bila 
kita memberikan penilaian yang salah terhadap anak didik kita. 

Jangan sampai Point Education digugat karena melakukan kesalahan serupa, 
meskipun telah mencantumkan keputusan dewan juri tidak bisa diganggu gugat. 
Maaf dan terima kasih. 

Drs Sarjana
Jl Blewah Raya I No 16 B RT 02/RW VII, Karangasem, Laweyan, 


Sumber: SOLO POS
URL: http://www.solopos.co.id/pospembaca.asp




      
___________________________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke