Manajemen TransJakarta Buruk
Sinar Harapan, Sabtu, 31 Januari 2009

Redaksi Yth,

Polemik permasalahan TransJakarta atau yang umumnya dikenal dengan busway 
nampaknya tak berujung. Permasalahan timbul dari tidak teraturnya pengaturan 
armada koridor I-VII yang mengakibatkan banyak penumpang telantar hingga 
tertundanya waktu pengoperasian TransJakarta koridor VIII-X. Dampak dari 
keterlambatan pengoperasian tersebut adalah rusaknya pembatas jalan dan 
kontruksi pada jalur TransJakarta. Hal tersebut mencerminkan tidak adanya 
manajemen yang baik atau kesesuaian dalam pengadaan sarana dan infrastruktur 
angkutan cepat di Ibu Kota.

Lebih parahnya, tidak ada manajemen pemeliharaan terhadap infrastruktur 
TransJakarta yang belum memiliki armada.

Pembangunan jalur koridor VIII-X sejak Agustus 2007 ternyata hingga saat ini 
tidak diikuti dengan ketepatan pengoperasian armada yang direncanakan mulai 
Maret 2008. Ketiga koridor tersebut melayani rute Lebak Bulus-Harmoni (Koridor 
VIII) dengan panjang 26 kilometer (km) melalui Jalan Ciputat Raya, Metro Pondok 
Indah, Teuku Nyak Arif, Letjen Soepomo, Panjang, Daan Mogot, Raya Tomang, dan 
Gajah Mada/Hayam Wuruk. Rute Pinang Ranti-Pluit (Koridor IX) dengan panjang 
29,9 km melalui Jalan Pondok Gede Raya, Raya Bogor, Mayjen Sutoyo, MT Haryono, 
Gatot Subroto, S Parman, Latumeten, Jembatan Dua, Jembatan Tiga, dan Pluit. 
Rute Cililitan-Tanjung Priok (Koridor X) dengan panjang 19 km melalui Jalan 
Mayjen Sutoyo, DI Panjaitan, Jenderal Ahmad Yani, Yos Sudarso, dan Enggano.

Sementara itu, pada koridor I-VII yang mulai beroperasi pada tahun 2004, 
kekacauan manajemen pengoperasian armada dapat dilihat dari seringnya terjadi 
penumpukan penumpang di halte dan waktu menunggu yang sangat lama, yaitu 
mencapai hampir satu jam. Solusi yang diambil terkesan memaksa karena armada 
yang tengah beroperasi pada koridornya harus dialihkan ke koridor lain yang 
mengalami penumpukan tersebut.

TransJakarta gandeng yang melintas pada koridor V rute Kampung Melayu-Ancol itu 
pun tidak memecahkan masalah penumpukan penumpang dan lamanya waktu menunggu 
bus. 

Untuk itu, pemerintah atau dinas terkait dan pengelola TransJakarta harus 
bekerja sama dan melakukan peninjauan ulang terhadap perawatan sarana dan 
prasarana sebab selama ini tidak ada pengawasan yang kuat. Terlebih lagi, harus 
segera melakukan reformasi manajemen dalam pengoperasian dan pengadaan armada 
TransJakarta agar tujuan awal untuk mengurangi kemacetan dan memberikan jasa 
angkutan yang lebih cepat, nyaman, namun terjangkau bagi warga Jakarta dapat 
lebih efektif.

Rudolf Daud
Jl Kayu Mas Tengah RT 04/04 No 5 Pulo Gadung, Jakarta Timur


Sumber: SINAR HARAPAN
URL: http://sinarharapan.co.id/berita/0901/31/opi02.html




      
___________________________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke