Melelahkan dengan Amex Danamon Kompas, Selasa, 17 Februari 2009
Saya telah menutup kartu kredit Amex Danamon Gold pada 9 Juli 2008 (konfirmasi dengan Saudari Diah). Kemudian pada Oktober 2008 saya menerima tagihan iuran tahunan Amex yang jelas-jelas kartunya sudah ditutup. Setelah komplain pada 23 Oktober 2008 (kepada Saudari Putri, bagian penutupan kartu), saya diminta untuk mengabaikan tagihan. November 2008 kembali tagihan dari Amex datang, kali ini tagihan untuk biaya keterlambatan pembayaran plus bunga. Kembali saya komplain (kepada Saudari Putri) pada 20 November 2008 dan dijawab dengan permintaan maaf dan anjuran untuk mengabaikan tagihan. Saya kembali menerima tagihan pada Desember 2008, dan 24 Desember 2008 saya dihubungi oleh bagian kolektor yang menyatakan bahwa tagihan kartu kredit atas nama saya sudah masuk ke bagian kolektor. Karena saya sudah letih berkali-kali menjelaskan, tagihan Desember 2008 saya abaikan dan berharap bagian kolektor dapat membantu mengurusnya. Ternyata harapan saya meleset. Kembali saya menerima tagihan tertanggal 15 Januari 2009 sebesar Rp 530.641. Saya tidak habis pikir, sistem apa yang digunakan oleh Amex Danamon dalam hal penutupan kartu? Sayang nama besar Amex ternoda oleh ketidakberesan hal yang seharusnya sepele ini. SILVIA MARDIANA Jalan Sunan Drajat, Pulo Gadung, Jakarta Sumber: Harian Umum KOMPAS URL: http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/02/17/00410646/redaksi.yth Apakah demonstrasi & turun ke jalan itu hal yang wajar? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! http://id.answers.yahoo.com
