Tarif Listrik PLN Diskriminatif Kompas, Jumat, 20 Februari 2009
Saya penghuni Apartemen French Walk-Paris Garden, Kelapa Gading Square, Jakarta Utara, sejak akhir 2007. Hingga Agustus 2008, tarif listrik yang dikenakan berjalan normal, yaitu Rp 560 per kWh. Tagihan September 2008 datang dengan tarif Rp 850 per kWh (naik 52 persen), lalu saya bayar karena berpikir memang terjadi kenaikan meski persentasenya mengagetkan. Bulan berikutnya datang tagihan Oktober 2008 dengan tarif Rp 1.325 per kWh sehingga total kenaikan 137 persen dibanding tarif Agustus 2008. Saya sudah mengirim surat komplain dan bertemu pimpinan pengelola apartemen. Jawabannya, tarif itu memang dikenakan oleh PLN dengan menunjukkan surat dari PLN wilayah Jakarta Raya dan Tangerang, yang ditandatangani Dadan Kourniadipoera (manajer niaga). Isinya menyatakan apartemen rumah tinggal French Walk dikenai tarif jenis primatas (golongan tarif B-3/TM—bisnis besar tegangan menengah). Pihak pengelola apartemen menjelaskan telah mengajukan komplain ke PLN dan dijawab, ”mau ya pakai, tidak ya sudah”. Saya tidak bisa mengerti, mengapa justru cuma Apartemen French Walk yang dikenai tarif demikian, sedangkan apartemen tetangga, yaitu City Home dan City Resort, dikenai tarif normal? Salah apa Apartemen French Walk pada PLN? Saat membahas tarif itu, beberapa tetangga yang kebetulan orang asing hanya memberi senyum sinis yang mengartikan, lihat, instansi yang begitu penting di negeri ini masih melakukan hal yang semena-mena. Saya hanya bisa menunduk malu mendengar itu. SUGIHARTO French Walk-Paris Garden, Kelapa Gading Square, Jakarta Sumber: Harian Umum KOMPAS URL: http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/02/20/00351275/redaksi.yth ___________________________________________________________________________ Dapatkan nama yang Anda sukai! Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com. http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
