Lippo Village Sengsarakan Penghuni
Kompas, Jumat, 27 Februari 2009

Ambisi Lippo Village untuk menjadi tuan rumah A1 GP street racing telah 
terbukti sukses menyengsarakan kami, penghuni Lippo Village, terutama warga 
Lippo Village Central. Fasilitas yang dibangun untuk keperluan kebanggaan 
semata pengelola Lippo Village, yang ternyata terbukti gagal memenuhi syarat 
pengelola A1, itu telah mengorbankan arus lalu lintas sehingga menjadi 
semrawut, yang mengakibatkan macet berkepanjangan. Selain itu, jalan jadi 
bergelombang dan berlubang. Kenyamanan, ketenangan, dan keamanan warga terusik 
dengan ditutupnya jalan-jalan utama selama berhari-hari.

Arus lalu lintas dibelokkan ke klaster perumahan serta kendaraan umum, termasuk 
bus, dan truk masuk ke area hunian. Layanan transportasi internal tidak 
beroperasi. Keasrian lingkungan menjadi porak poranda dengan pembangunan jalan 
baru serta fasilitas turnamen yang dipaksakan dan merusak lahan hijau yang 
selama ini dibanggakan menjadi lahan tampungan air hujan dan pelestarian 
lingkungan hidup.

Saat acara pertama digelar pada 6-8 Februari 2009, kami terjebak dalam 
kesemrawutan lalu lintas yang sudah di luar batas toleransi, bahkan rumah 
ibadah terpaksa melakukan penjadwalan ulang ibadah mingguan untuk mengatasi 
kekacauan lalu lintas itu. Karena jalan yang disediakan tak dapat menampung 
arus kendaraan, kami terpaksa dibuang ke jalan alternatif yang jauh dan tidak 
memadai. Hal ini menimbulkan praktik pungutan liar yang dilakukan oknum petugas 
pengatur lalu lintas yang menerima uang agar kendaraan tertentu bisa 
didahulukan sehingga menambah kekacauan.

Yang lebih membuat frustrasi, keadaan ini akan terus berlanjut karena masih 
akan digelar rangkaian kegiatan setiap bulan sampai A1 GP (diharapkan dapat) 
diselenggarakan pada November 2009.

Kami sangat menyayangkan arogansi Lippo Village untuk membangun fasilitas yang 
mengatasnamakan kebanggaan nasional, tetapi justru mengorbankan kenyamanan dan 
fasilitas vital warga yang setiap bulan telah ikut membiayai penyelenggaraan 
kota dan membayar mahal untuk tinggal di Lippo Village. Seharusnya pihak Lippo 
Village memikirkan masak-masak serta meminta pendapat dari warga terlebih 
dahulu sebelum membangun sebuah fasilitas yang tidak memiliki kepentingan 
langsung bagi kesejahteraan warga.

BASUKI TJANDRASJAHAN 
Lippo Village, Karawaci, Tangerang, Banten






Sumber: Harian Umum KOMPAS
URL: http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/02/27/00314725/redaksi.yth




      Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web. Gunakan Wizard 
Pembuat Pingbox Online. http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/


------------------------------------

http://www.SuratPembaca.info
Komunitas Surat Pembaca IndonesiaYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke