>> Pak nizami, kalau sy ikuti pembahasan ini sepertinya tidak ada statement yang mengkafirkan Hasan Al-Banna dan Sayyid Quthb, begitu pula dgn respon dari bapak Muhammad Haryo. Sepanjang yg saya tangkap beliau hanya meluruskan latar belakang pujian syaikh Al-Jibrin terhadap ikhwanul muslimin
iya, benar. Demikian yang saya maksud, hanya meluruskan latar belakang pujian syaikh jibrin tersebut. harap jangan salah faham. Tidak ada kafir-mengkafirkan. Jazakillah khairan kepada Ibu gita atas commentnya. -- Muhammad Haryo http://islam-download.net download gratis makalah dan buku Ilmiah, software Islami, mp3, dll --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Jika email ini masuk folder spam/ bulk/ junk, harap tandai sebagai NOT spam/ bulk/ junk --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ On 5/22/07, Dwigita Setiyowati <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Assalaamu'alaykum > Pak nizami, kalau sy ikuti pembahasan ini sepertinya tidak ada statement > yang mengkafirkan Hasan Al-Banna dan Sayyid Quthb, begitu pula dgn respon > dari bapak Muhammad Haryo. Sepanjang yg saya tangkap beliau hanya meluruskan > latar belakang pujian syaikh Al-Jibrin terhadap ikhwanul muslimin, disamping > menyampaikan bahwa kurang ridhanya ulama2 kita semisal Syaikh Abdul > > > Aziz bin Baz, Syaikh Al-Muhadits Muhammad > > Nashiruddin Al-Albani, Syaikh > > > Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Syaikh Shalih bin > > Fauzan Al-Fauzan, > > Syaikh > > > Abdullah Al-Ghadyan, Syaikh Abdul Muhsin bin Hamid > > Al Abad Al-Badr, > > Syaikh > > > Ahmad bin Yahya An-Najmi, Syaikh Rabi' bin Hadi > > Al-Madkhali, dan masih > > > banyak lagi terhadap Sayyid Quthb rahimahullah..(berita ini sy "nukil" > dr respon bpk Muhammad haryo) > > Dan tidak ada kata2 kafir terhadap mereka. Sehingga kalimat bapak Nizami > :" Jadi jangan sampai kita mengkafirkan ulama besar hanya > karena taqlid kepada guru-guru kita", kalimat tersebut sepertinya agak > kurang tepat menurut saya, dan dikhawatirkan bahkan bisa membuat suasana > hati pencinta ikhwanul muslimin semakin panas krn merasa imamnya dikafirkan, > pdhl tdk ada yg mengkafirkan mereka...tdk ada. > > Begitupula ulama2 manhaj salaf yg nama2nya disebut diatas, tidak begitu > mudahlah mereka mengkafirkan, dan adalah salah satu ajaran yg serius dan > ditekankan dr mereka untuk tidak "serampangan" mengkafirkan seorang muslim. > Syaikh2 kami berkata :"Tergesa-gesa dalam mengafirkan, akan mengakibatkan > banyak masalah, seperti penghalalan darah dan harta, mencegah hak warisan, > pembatalan pernikahan, dan hukum-hukum lainnya bagi orang murtad. Lalu > bagaimana seorang mukmin berani untuk melakukannya, hanya karena ada sedikit > syubhat?!". Pelajaran seperti ini adalah salah satu adab yg ditekankan oleh > ulama2 tersebut, disamping secara tegas dilarangnya memvonis tanpa ilmu. > wallahu'alam > > Mungkin lebih baik kita lebih objektif dan berprasangka baik terhadap > berita2 yang datang kpd kita. Bila berita itu penting, tatsabut-lah, bila > tdk penting maka masih bnyk urusan lain yg lebih penting untuk dilakukan. > Mohon maaf apabila ada yg kurang berkenan. > > Wassalaamu'alaykum > -gita- > > [Non-text portions of this message have been removed]

