Kang Nizami.... Makanya saya selalu MENOLAK jika ada saudara kita dari beberapa aliran islam ( yg sering beberapa kali datang ke saya ) untuk ikut bergabung dng aliran mereka..... Baik dari Salafy, jama'ah Tabligh, HTI, NU. Muhammadiyah, Persis, bahkan Syi'ah....dll... Sayapun juga akhirnya undur diri dari Komunitas Pengajian yg telah lama saya ikuti, karena pengajian itu makin lama, makin menonjolkan aliran-nya, makin ASOBIAH saja.... Saya Orang, Islam, saya Umat Islam, TIDAK Pakek embel-embel apapun, walopun mungkin Islam saya ada yg menilai sesuai dng Islam kelompok atau aliran ini & itu... Yg JELAS saya TIDAK PERNAH & TIDAK AKAN ikut bergabung apalagi dng secara TOTAL pada aliran islam manapun.... Cita-cita saya sebagai Umat Islam jika ALLAH SWT mengizinkan adalah..Ikut Bergabung dng Para Mujahidin ikut ber-JIHAD bertempur membela Islam & MATI dng Penuh Ridho dari ALLAH di medan JIHAD entah di Afghansitan, Iraq , Palestina ato di medan JIHAD mana saja terserah ALLAH... Dan sayapun TIDAK AMBIL PEDULI, jika ada orang meniali saya bahwa saya adalah dari aliran islam ini & itu, karena keinginan KUAT saya ikut ber-JIHAD di medan tempur ini...sepenuh-nya saya serahkan pada ALLAH swt..BUKAN pada Manusia... Salam JIHAD AL-Pacitan
-----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of A Nizami Kalau sampai lebih dari 3 orang di milis ini yang merasa bahwa ulama seperti Hasan Al Banna, Sayyid Quthub dicaci dan dihina, ada baiknya rekan2 yang mencoba "meluruskan" introspeksi diri apakah betul tawshiyah mereka itu seperti di surat Al 'Ashr yang melakukannya dengan kebenaran (dan cara yang benar) serta kesabaran. Semua manusia tentu punya salah tidak ada yang sempurna (kecuali Nabi yang maksum). Saya yakin siapa pun entah itu ulama di atas, ulama HT, mau pun ulama Salafi juga punya kekurangan. Nah beranikah kita bukan hanya "meluruskan" kekeliruan para ulama tsb, tapi juga meluruskan "kekeliruan" ulama yang sealiran dari kita? Atau kita hanya taqlid semata pada tafsir ulama kita selayaknya orang Islam Jama'ah yang membeo pada tafsiran guru mereka? Wassalam Muslim tanpa aliran yang tidak mau taqlid dengan penafsiran seseorang. --- In syiar-islam@ <mailto:syiar-islam%40yahoogroups.com> yahoogroups.com, "Muhammad Haryo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > >> Pak nizami, kalau sy ikuti pembahasan ini sepertinya tidak ada statement > yang mengkafirkan Hasan Al-Banna dan Sayyid Quthb, begitu pula dgn respon > dari bapak Muhammad Haryo. Sepanjang yg saya tangkap beliau hanya meluruskan > latar belakang pujian syaikh Al-Jibrin terhadap ikhwanul muslimin > > iya, benar. Demikian yang saya maksud, hanya meluruskan latar belakang > pujian syaikh jibrin tersebut. > harap jangan salah faham. Tidak ada kafir-mengkafirkan. > > Jazakillah khairan kepada Ibu gita atas commentnya. > > -- > Muhammad Haryo > http://islam- <http://islam-download.net> download.net > download gratis makalah dan buku Ilmiah, software Islami, mp3, dll > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ > Jika email ini masuk folder spam/ bulk/ junk, harap tandai sebagai NOT spam/ > bulk/ junk > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ > > On 5/22/07, Dwigita Setiyowati <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > Assalaamu'alaykum > > Pak nizami, kalau sy ikuti pembahasan ini sepertinya tidak ada statement > > yang mengkafirkan Hasan Al-Banna dan Sayyid Quthb, begitu pula dgn respon > > dari bapak Muhammad Haryo. Sepanjang yg saya tangkap beliau hanya meluruskan > > latar belakang pujian syaikh Al-Jibrin terhadap ikhwanul muslimin, disamping > > menyampaikan bahwa kurang ridhanya ulama2 kita semisal Syaikh Abdul > > > > Aziz bin Baz, Syaikh Al-Muhadits Muhammad > > > Nashiruddin Al-Albani, Syaikh > > > > Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Syaikh Shalih bin > > > Fauzan Al-Fauzan, > > > Syaikh > > > > Abdullah Al-Ghadyan, Syaikh Abdul Muhsin bin Hamid > > > Al Abad Al-Badr, > > > Syaikh > > > > Ahmad bin Yahya An-Najmi, Syaikh Rabi' bin Hadi > > > Al-Madkhali, dan masih > > > > banyak lagi terhadap Sayyid Quthb rahimahullah..(berita ini sy "nukil" > > dr respon bpk Muhammad haryo) > > > > Dan tidak ada kata2 kafir terhadap mereka. Sehingga kalimat bapak Nizami > > :" Jadi jangan sampai kita mengkafirkan ulama besar hanya > > karena taqlid kepada guru-guru kita", kalimat tersebut sepertinya agak > > kurang tepat menurut saya, dan dikhawatirkan bahkan bisa membuat suasana > > hati pencinta ikhwanul muslimin semakin panas krn merasa imamnya dikafirkan, > > pdhl tdk ada yg mengkafirkan mereka...tdk ada. > > > > Begitupula ulama2 manhaj salaf yg nama2nya disebut diatas, tidak begitu > > mudahlah mereka mengkafirkan, dan adalah salah satu ajaran yg serius dan > > ditekankan dr mereka untuk tidak "serampangan" mengkafirkan seorang muslim. > > Syaikh2 kami berkata :"Tergesa-gesa dalam mengafirkan, akan mengakibatkan > > banyak masalah, seperti penghalalan darah dan harta, mencegah hak warisan, > > pembatalan pernikahan, dan hukum-hukum lainnya bagi orang murtad. Lalu > > bagaimana seorang mukmin berani untuk melakukannya, hanya karena ada sedikit > > syubhat?!". Pelajaran seperti ini adalah salah satu adab yg ditekankan oleh > > ulama2 tersebut, disamping secara tegas dilarangnya memvonis tanpa ilmu. > > wallahu'alam > > > > Mungkin lebih baik kita lebih objektif dan berprasangka baik terhadap > > berita2 yang datang kpd kita. Bila berita itu penting, tatsabut-lah, bila > > tdk penting maka masih bnyk urusan lain yg lebih penting untuk dilakukan. > > Mohon maaf apabila ada yg kurang berkenan. > > > > Wassalaamu'alaykum > > -gita- > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > -- This message has been scanned for viruses and dangerous content by <http://www.mailscanner.info/> MailScanner, and is believed to be clean. -- This message has been scanned for viruses and dangerous content by MailScanner, and is believed to be clean. [Non-text portions of this message have been removed]

