Assalamu’alaikum wr wb,
Sesungguhnya ummat Islam itu ibarat 1 tubuh. Namun
entah kenapa terkadang kita jadi berpecah-belah
sehingga melanggar perintah Allah meski kita semua
sama2 menjadikan Al Qur’an dan Hadits sebagai pedoman.

Kita terpecah belah jadi muslim A, B, C, D, dst yang
saling merasa paling benar dan bertengkar satu sama
lain. Kita tidak puas hanya menyatakan sebagai Muslim
meski itu setiap hari kita baca di do'a iftitah. Kita
perlu embel2 lain agar kita lebih benar dan beda
dengan kelompok Islam yang lain.

Hamas dan Al Fatah saling bunuh. Akibatnya Israel yang
penduduknya hanya 4 juta orang dapat dengan bebas
menangkap 33 pejabat Palestina (menteri dan anggota
parlemen).

Ummat Islam yang jumlahnya 1,2 milyar lebih tak
berdaya melihat Israel yang jumlahnya hanya 4 juta
menangkapi 33 pejabat muslim Palestina yang merupakan
saudara kita.

Itulah dampak perpecahan. Kita jadi lemah tak berdaya.

Berikut tulisan yang bagus:

http://www.al-ahkam.net/home/modules.php?op=modload&name=News&file=article&sid=22146
NASEHAT UNTUK PARA PEMUDA MULTAZIM

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin


Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa
nasehat Syaikh sehubungan dengan para pemuda yang
multazim dalam berhadapan dengan sesamanya dan dalam
menghadapi fenomena saling berlepas diri antar mereka?
Bagaimana pula pandangan Syaikh tentang banyaknya
jama'ah saat ini? Apakah Syaikh menyarankan saya untuk
bergabung dengan jama'ah tabligh dan khuruj (keluar
untuk dakwah) bersama mereka?


Jawaban
Fenomena yang dialami oleh para pemuda multazim, yaitu
perpecahan dan saling menganggap sesat serta
menimpakan rasa permusuhan terhadap orang yang tidak
sejalan dengan manhaj mereka, tidak diragukan lagi,
bahwa ini sangat disesalkan dan disayangkan. Bisa jadi
hal ini menyebabkan hantaman yang besar. Perpecahan
semacam ini merupakan dambaan para setan dari golongan
jin dan manusia, karena setan-setan manusia dan jin
tidak menyukai para ahli kebaikan bersatu padu, mereka
menginginkan perpecahan, karena mereka tahu persis
bahwa perpecahan itu akan menghilangkan kekuatan yang
hanya bisa dicapai dengan iltizam dan ittijah kepada
Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hal ini ditunjukkan oleh
ayat-ayat berikut:

"Artinya : Dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang
menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang
kekuatanmu"[Al-Anfal : 46].

"Artinya : Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang
yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang
keterangan yang jelas kepada mereka." [Ali Imran: 105]

"Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah
agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa
golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu
terhadap mereka." [Al-An'am : 159]

"Artinya : Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang
agama apa yang telah diwasiatkanNya kepada Nuh dan apa
yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa
yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah
belah tentangnya" [Asy-Syura : 13]

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah melarang kita bercerai
berai dan menjelaskan akibatnya yang mengerikan. Dan
yang wajib bagi kita adalah menjadi satu umat dan satu
kalimat. Sebab, perpecahan berarti merusak dan memecah
kekuatan serta melahirkan kelemahan umat. Adalah para
sahabat radhiyallahu a’nhum, walaupun terjadi
perselisihan antar mereka, tapi tidak sampai terjadi
perpecahan dan permusuhan. Perselisihan antar para
sahabat memang pernah terjadi, bahkan ketika Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup. Tatkala
Nabi kembali dari peperangan, Jibril mendatanginya dan
menyuruhnya ke Bani Quraizhah karena mereka melanggar
kesepakatan, lalu Nabi Shalalllahu ‘alaihi wa sallam
berpesan kepada para sahabat yang diutusnya,

"Tidak seorang pun yang shalat Ashar kecuali di tempat
Bani Quraizhah."

Para sahabat utusan pun segera bertolak dari Madinah
menuju Bani Quraizah, ketika tiba waktu shalat Ashar,
sebagian mereka mengatakan, "Kita tidak boleh shalat
(Ashar) kecuali di tempat Bani Quraizhah walaupun
matahari telah terbenam, karena tadi Nabi Saw
berpesan, "Tidak seorang pun yang shalat Ashar kecuali
di tempat Bani Quraizah."[1] Lalu kita katakan, "Kami
mendengar dan kami patuhi."

Sementara itu, ada pula di antara mereka yang
mengatakan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam menginginkan agar kita bersegera dan
cepat-cepat berangkat, beliau tidak menginginkan kita
menunda shalat." Berita ini sampai kepada Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun beliau tidak
memarahi dan tidak mencela seorang pun di antara
mereka karena pemahamannya, dan mereka sendiri tidak
berpecah belah karena perbedaan dalam memahami pesan
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut.
Dari itu, hendaknya kita tidak berpecah belah tapi
tetap menjadi satu umat. Jika dikatakan, "Ini dari
golongan salaf, ini dari golongan ikhwan, ini dari
golongan tabligh, ini dari golongan sunni, ini dari
golongan pengekor, ini dari anu, ini dari anu, ini
dari anu." Kita akan berpecah belah dan ini bahayanya
sangat besar. Yang kita harapkan, bahwa pergerakan
Islam ini adalah saling mendukung jika memang
pergerakan ini telah melahirkan berbagai kelompok yang
terpecah-pecah, saling menganggap sesat dan saling
menganggap bodoh.

Untuk memecahkan problema ini hendaknya kita menempuh
cara yang ditempuh oleh para sahabat radhiyallahu
‘anhum dan memahami bahwa perbedaan ini terlahir dari
ijtihad dalam masalah yang menuntut ijtihad, dan
mengetahui bahwa perbedaan ini tidak menimbulkan
pengaruh karena pada hakikatnya tetap sepakat.
Bagaimana itu? Saya berbeda dengan anda dalam suatu
masalah karena konsekuensi dalil saya berbeda dengan
yang anda utarakan. Anda berbeda pendapat dengan saya
dalam masalah anu, karena konsekuensi dalil anda
berbeda dengan yang saya utarakan. Saya tetap
menghormati dan memuji anda karena anda berani berbeda
dengan saya, namun saya tetap saudara dan teman anda,
karena perbedaan ini merupakan konsekuensi dalil anda,
maka kewajiban saya adalah tidak merasa bermasalah
dengan anda, bahkan saya memuji anda karena pendapat
itu, dan anda pun demikian. Jika kita mengharuskan
salah seorang kita untuk menerima pendapat yang lain,
maka pemaksaan saya terhadapnya untuk menerima
pendapat saua tidak lebih baik daripada pemaksaannya
terhadap saya untuk menerima pendapatnya. Karena itu
saya katakan, kita harus menjadikan perbedaan yang
bertolak dari ijtihad ini sebagai kesepakatan, bukan
perselisihan sehingga menjadi satu kalimat dan
mencapai kebaikan.

Jika ada yang mengatakan, Terapi ini tidak mudah
diterapkan pada orang awam, bagaimana solusinya?

Solusinya: Pertemukan para pemimpin dan para tokoh
dari setiap kelompok untuk mengkaji dan membahas inti
perbedaan sampai kita bisa bersatu dan berpadu.

Pada suatu tahun, pernah diadukan suatu masalah di
Mina -kepada saya dan beberapa ikhwan- mungkin ini
terdengar aneh oleh kalian. Saat itu, ada dua
kelompok, masing-masing terdiri dari tiga atau empat
laki-laki, masing-masing menuduh kafir dan melaknat
yang lainnya, padahal mereka para haji dan
pentolan-pentolannya. Salah satu kelompok mengatakan,
bahwa kelompok lainnya itu melaksanakan shalat dengan
menempatkan tangan kanan di atas tangan kiri di atas
dada, ini pengingkaran terhadap As-Sunnah, karena
sesuai As-Sunnah, menurut kelompok ini, adalah
mengulurkan (membiarkan) tangan pada paha. Sementara
kelompok satunya mengatakan, bahwa mengulurkan tangan
pada paha dan tidak menumpukkan tangan kanan di atas
tangan kiri adalah kufur dan pantas dilaknat.
Perselisihan mereka cukup keras. Tapi dengan fadhilah
Allah, lalu usaha ikhwan-ikhwan dengan menjelaskan
persatuan yang seharusnya diemban oleh umat Islam,
mereka akhirnya menerima dan masing-masing rela
terhadap yang lainnya.

Lihatlah bagaimana setan mempermainkan mereka dalam
masalah khilafiyah tersebut hingga mencapai tingkat
saling mengkafirkan. Padahal itu salah satu sunnah,
bukan rukun Islam, bukan fardhu dan bukan kewajiban.
Intinya, sebagian ulama berpendapat bahwa meletakkan
tangan kanan di atas tangan kiri di atas dada adalah
sunnah, sementara yang lain mengatakan bahwa yang
sunnah adalah mengulurkan tangan (membiarkannya dan
tidak sedakep). Sementara yang benar, yang ditunjukkan
oleh As-Sunnah adalah memposisikan tangan kanan di
atas lengan kiri, sebagaimana dikatakan oleh Sahl bin
Sa'd yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari, "Orang-orang
diperintahkan untuk memposisikan tangan kanan pada
lengan kirinya ketika shalat."[2]

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menganugerahi
saudara-saudara kita yang memiliki acuan dan metode
dalam sarana dakwah, persatuan, kecintaan dan
kelapangan dada. Jika niatnya baik tentu akan mudah
mengobatinya, tapi jika niatnya tidak baik,
masing-masing bangga dengan pendapatnya dan tidak
mengakui yang lainnya, keberhasilannya akan jauh.

Catatan: Jika perbedaan itu dalam masalah aqidah, maka
itu harus diluruskan. Jika bertentangan dengan manhaj
para pendahulu umat, maka itu harus diingkari dan
mengingatkan orang yang menganut paham yang
bertentangan dengan paham para pendahulu umat ini.

Adapun mengenai jama'ah Tabligh, menurut hemat saya,
mereka adalah suatu kelompok yang dengan itu Allah
memberikan manfaat yang besar. Berapa banyak orang
durhaka yang ditunjuki Allah melalui tangan mereka,
dan berapa banyak orang kafir yang memeluk Islam di
tangan mereka. Pengaruhnya, tidak ada seorang pun yang
mengingkarinya. Tapi, tidak diragukan lagi, bahwa
mereka itu masih belum banyak tahu, mereka membutuhkan
para penuntut ilmu untuk menyertai mereka dan
menjelaskan kepada mereka tentang hal-hal yang biasa
mereka lakukan dan mereka kira bahwa itu tidak apa-apa
dan bermanfaat, padahal sebenarnya perlu diluruskan.
Misalnya, mengharuskan sebagian mereka untuk khuruj
selama tiga hari, empat hari, empat puluh hari, enam
bulan dan sebagainya, kemudian mengatakan, "Kami
melakukan ini sebagai sarana, bukan tujuan. Yakni,
kami tidak berkeyakinan bahwa hal ini disyari'atkan
atau merupakan ibadah kepada Allah, tapi kami
berkeyakinan bahwa ketentuan ini untuk meneguhkan dan
mengeksiskan." Yaitu dengan turut serta berdakwah,
melaksanakan dan berpindah-pindah dan sebagainya.

Menurut saya, mereka itu baik, banyak memberikan
manfaat dan kebaikan. Hanya saja, mereka masih kurang
ilmu sehingga membutuhkan para penuntut ilmu untuk
menjelaskan kepada mereka.

Catatan saya tentang mereka, bahwa sebagian mereka
saya tidak mengatakan mereka semua jika anda ikut
berdiskusi dengan mereka dalam masalah ilmu, ia tidak
senang, tidak suka berdebat atau mendalami ilmu. Jelas
ini suatu kesalahan, karena seharusnya manusia itu
lebih-lebih para pemuda- antusias terhadap ilmu dan
mengkajinya, tapi dengan cara yang tenang dan mencari
kebenaran, bukan dengan perdebatan, kekerasan atau
kakasaran sebagaimana dilakukan oleh sebagian orang.
Saya berharap jama'ah ini bisa berhubungan dengan yang
lainnya dan bersatu pada kalimat yang sama. Yang ini
belajar ilmu dari yang itu, sementara yang itu belajar
akhlak dan adab dari yang ini. Wallahu a 'lam.

[Fatawa aq‘diyyah, Syaikh Ibnu Utsaimin, hal. 778-783]

[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi
Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad
Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini,
Penerbit Darul Haq]
__________
Foote Note
[1]. HR. Al-Bukhari dalam Al-Khauf (946) Muslim dalam
Al-Jihad (1770). Namun dalam lafazh Muslim kalimat
disebutkan “Zhuhr” bukan “Ashr”.
[2]. HR. Al-Bukhari dalam Al-Adzan (740).

http://musliminsuffer.wordpress.com/


bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem
In the Name of Allah, the Compassionate, the Merciful



=== News Update ===

Israel arrests Hamas leaders

[]
Nasser Shaer is being arrested for the second time in
the past year [AFP]


Israeli troops have arrested more than 30 senior Hamas
members, including a cabinet minister, legislators and
mayors.
 
Nasser Shaer, the Palestinian education minister, was
the most prominent Hamas member to be arrested on
Thursday, the second time the politician has been
arrested in a roundup of Hamas members in the past
year.
Speaking to Al Jazeera, Muhammad Barghouti, a
Palestinian government minister, said: "What
accusation will they [the Israelis] charge al-Shaer
with this time? Will they charge him because he is a
member of the Palestinian unity government? Or because
he is the education minister?"
"It is clear that these arrest operations are a new
series of harsh attacks targeting Palestinian people."
he said.
 
"These actions will not help in stabilising the area
or succeeding in what the [Palestinian] government
seeks to reach - a comprehensive truce with Israel."
 
Shaer's wife said soldiers knocked on the door of
their home in the West Bank city of Nablus and took
him away. They also seized Shaer's computer, she said.
 
Soldiers also arrested Abdel Rahman Zeidan, a former
cabinet minister, legislators Hamed Bitawi and Daoud
Abu Ser, the mayors of the towns of Nablus, Qalqiliya
and Beita - Adli Yaish, Wajih Qawas and Arab Shurafa -
as well as the head of the main Islamic charity in
Nablus, Fayad al-Arba.

"Arrests are better than shooting," Amir Peretz, the
Israeli defence minister, said on Israeli Army Radio.
 
"The arrest of these Hamas leaders sends a message to
the military organizations that we demand that this
firing [of rockets] stop."
 
Troops also searched for Ahmed Haj Ali, a Hamas
legislator in Nablus, but did not find him at home,
neighbours said.
 

Air raids

Thursday morning's roundup came hours after Israeli
planes struck what the military said were money
changing offices and other businesses in Gaza which
were channeling funds to Hamas.
 
Three people were slightly wounded in one of the
attacks, medical officials said, and four stores were
damaged in another, Palestinian security officials
said.
 
Electricity was cut off in parts of the town. A third
airstrike in Gaza after midnight hit a car whose
passengers escaped before the missiles landed.
More than 40 Palestinians have been killed in such
missile attacks in the past week.

Last summer, Israel arrested scores of senior Hamas
members in retaliation for the capture of Gilad
Shalit, an Israeli soldier, by Hamas-allied fighters.

Shalit has not yet been released.

source:
http://english.aljazeera.net/NR/exeres/A982BEF4-7F0A-4E8A-B1FD-C3719BF6B434.htm

===



-muslim voice-


===
Ingin berdiskusi mengenai masalah ekonomi di Indonesia?
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]


       
____________________________________________________________________________________Building
 a website is a piece of cake. Yahoo! Small Business gives you all the tools to 
get online.
http://smallbusiness.yahoo.com/webhosting 

Kirim email ke