Senin, 28/05/2007 06:04

                        BCA Tidak Lagi Manusiawi

                        Pengirim: 


                        
                                                
                        Jakarta
- Sebagai seorang pekerja media, saya harus bolak balik dibeberapa
tempat di Jakarta Barat. Sayangnya ini menyebabkan dompet berisi kartu
ATM dan surat berharga lainnya hilang pada 25/5/2007. Oleh karena
kehilangan dompet itu menyebabkan saya tidak bisa tarik tunai di ATM
BCA.



Saya pun berinisiatif mendatangi BCA Weekend yang buka di Mal
Citraland. Kami sekeluarga terutama ketiga anak Balita saya sudah
berteriak kelaparan, pasalnya bapaknya tidak ada uang tunai kecuali di
rekening BCA itu. 



Setelah antre cukup lama, saya langsung berhadapan dengan teller dan
menyerahkan slip penarikan merah, buku tabungan atas nama saya dengan
no rek 372 11 87xx, beserta fotokopi KTP yang masih tersisa. Sayangnya
si teller entah udah teler karena nasabah banyak atau karena protapnya
begitu langsung mengatakan bahwa saya tidak bisa tarik uang saya
kecuali memblokir terlebih dulu dan membawa surat kehilangan dari
kepolisian. 



Saya pun menyanggupinya, bukan apa-apa karena terbayang wajah-wajah
balita saya. Saya lalu berpikir mendatangi Pospol Grogol, karena
kemarin saya bayar bensin di dekat situ jadi ada kemungkinan dompet
saya terjatuh di sana. Sejam kemudian saya pun balik ke BCA Weekend
itu. 



Setelah antre beberapa waktu lamanya akhirnya tiba giliran saya. Saya
menyerahkan slip tarikan merah, buku tabungan, fotokopi KTP dan surat
tanda hilang dari polisi lengkap dengan tandatangan saya yang sama
persis semuanya. Tapi saya kemudian sangat marah, tersingung, kecewa,
sedih dan geram karena lagi-lagi saya ditolak. Alasannya tidak bisa
tarikan di BCA Weekend dan diarahkan ke BCA Cabang asal oleh
penangungjawab teller di sana. 



SAya jelaskan saya sangat butuh uang saya sekarang. Bahwa Cabang asal
tutup. Bahwa saya sudah bolak balik dari tadi. Bahwa tadi cuma dibilang
lapor ke call center dan bawa surat kehilangan. Semua sudah saya
lakukan tapi kenapa uang saya sendiri tidak bisa saya ambil. 



Si perempuan itu hanya bilang sori pak ini sudah ketentuan kami. Saya
sungguh-sungguh kecewa. Betapa BCA sebagai bank besar lebih
mengutamakan keuntungan pribadi dari perasaan kemanusiaan. Betapa
sentuhan sisi manusia tidak ada lagi di Bank swasta terbesar itu.
Sungguh-sungguh pilu hati saya. Apalagi anak tertua saya kemudian
menelepon dan bertanya apa papa sudah beli makanan.



Bagaimana ini, uang saya sendiri tidak bisa saya ambil padahal saya
sedang dalam kesulitan besar dan saya sudah berusaha mengikuti
ketentuan BCA tapi mengapa saya masih dipersulit? Mengapa BCA tidak
bisa mendidik karyawannya untuk memiliki hati manusia seutuhnya? 



Mengapa BCA dengan berani meremehkan, tidak menganggap surat tanda
hilang kepolisian sebagai bukti sah? Apakah BCA melecehkan polisi?
Mengapa BCA tidak bertanya kondisi saya yang ngotot minta uang saya
saat itu? Mengapa BCA hanya ngotot memberitahu aturan-aturan yang tidak
masuk akal bagi nasabah setianya? Sungguh saya tidak bisa mengerti.
Saya kecewa dengan BCA, Sungguh!



Hendra Taufan Kasenda

Ruko Poris Paradise B9/15

Telp: 021 68390203,  085214282522

Sumber : 
http://suarapembaca.detik.com/index.php/home.read/tahun/2007/bulan/05/tgl/28/time/060455/idnews/785710/idkanal/283




 
____________________________________________________________________________________
It's here! Your new message!  
Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.
http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke