WAJIB MEMBERI NASEHAT DAN AMAR MA’RUF NAHI MUNGKAR

oleh : ustadz Abu Ihsan

Allah Ta’ala telah memerintahkan kita untuk saling memberi nasihat, 
sebagaimana firman Alloh dalam kitab-Nya :
Demi masa . Sesungguhnya manusia dalam kerugian yang nyata. Kecuali 
orang-orang yangberiman dan beramal shalih dan saling menasihati dalam 
kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran. ( Al-‘Ashri )

Dan Allah berfirman : Dan aku adalah penasihat yang amanat bagimu ( Al-A’raf 
68 )
Demikian pula dalam banyak hadits Rasulullah menganjurkan kepada kaum 
muslimin untuk salng memberi nasihat.

Beliau bersabda :
Agama itu nasihat! Kami bertanya :bagi siapa ? jawab nabi : Bagi Allah dan 
KItabNYa  dan RasulNYa dan imam-imam kam muslimin dan bagi seluruh kaum 
muslimin ( HR Muslim)

Salah satu hak sesama muslim adalah apabila ia meminta nasihat kepadamu maka 
berilah nasihat kepadanya. Kemudian salah satu bentuk nasihat tersebut 
adalah menegakkan amar ma’ruf nahi munkar di tengah-tengah ummat manusia. 
Allah telah menjadikannya sebagai salah satu ciri dan keistimewaan orang 
yang beriman. Allah berfirman dalam kitab-Nya
Kamu adalah sebaik-bak ummat yang dilahirkan ketengah-tengah manusia karena 
menganjurkan yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada 
Allah ( Ali Imran 110).

Dalam ayat lain Allah berfirman:
Orang-orang mukmin lelaki dan perempuan sebagian mereka menjadi pelindung 
bagi yang lainnya, mereka menganjurkan kepada kebaikan dan mencegah dari 
perbuatan mungkar.( At-Taubah 71).
Dan Allah telah melaknat bani Israil yang membiarkan perbuatan mungkar 
merajalela di tengah-tengah mereka.

Telah dikutuk orang-orang kafir bani Israil melalui lisan nabi  Dawud dan 
Isa bin Maryam yang demikian itu karena mereka berbuat maksiat lagi melampui 
batas.
Mereka tidak mencegah mungkar yang terjadi ditengah-tengah mereka sungguh 
buruk perbuatan yang mereka lakukan. (Al-Maidah 78-79).

Rasulullah telah bersabda dalam haditsnya yang berbunyi:
Tiada seorang nabi pun yang diutus sebelumku kecuali mempunyai 
sahabat-sahabat yang setia yang mengikuti benar-benar sunnahnya.  Kemudian 
akan datang setelah mereka generasi yang hanya banyak bicara dan tidak suka 
beramal dan mengerjakan apa-apa yang tidak diperintahkan. Maka siapa yang 
melawan mereka dengan kekuatan tangannya maka ia adalah mukmin, dan siapa 
yang melawan dengan lisannya makadia adalah mukmin dan siapa yang membenci 
mereka dengan hatinya maka ia adalah mukmin. Selain itu tidak ada lagi iman 
walau seberat biji sawi.(HR Muslim).

Dalam hadits lain Rasulullah bersabda :
Perumpamaan orang yang teguh menjalankan hukum Allah dan orang yang 
terjerumus didalamnya bagakan suatu kaum yang mengundi tempat diatas perahu. 
Sebagian mendapat tempat diatas sebagian lainnya dibawah. Yang dibawah 
apabila membutuhkan air harus naik keatas, sudah tentu akan mrngganggu orang 
yang ada diatas. Orang yang dibawah berkata “Lebih baik kita lobangi saja 
tempat kita ini supaya tidak mengganggu orang yang diatas!” Maka apabila 
tindakan mereka itu dibiarkan oleh orang yang diatas pasti binasa semua 
penumpang perahu itu, tetapi jika tindakan itu bsa dicegah maka selamatlah 
semua penumpang perahu itu  (HR Bukhari).

Tentu saja nasihat serta amar ma’ruf nahi mungkar ini jangan disalahartikan 
dengan hujatan dan caci maki atau sejenisnya, sebab seorang mukmin bukanlah 
seorang tukang cela dan tukang laknat dan suka berkata keji dan kotor 
sebagaimana yang tersebut di dalam hadits Nabi, dan juga hal itu justru 
berlawanan dengan maksud nasihat itu sendiri yaitu agar kembali kepada 
kebenaran dan memperbaiki kesalahan dan kekeliruan yang ada. Seorang muslim 
yang ikhlas tentu dia akan mencari kebenaran di mana saja ditemukan. 
Kebenaran baginya ibarat barang yang hilang yang selalu dicarinya. Janganlah 
sekali-kali ia anggap nasihat saudaranya seagama sebagai satu yang negatif 
dan dipandang sinis. Seperti yang mengatakan “Mengapa harus mencerai 
beraikan barisan kaum muslimin?” atau “ Jangan hembuskan perbedaan dan 
permusuhan ditengah-tengah umat!” atau yang berkata :”Jangan melempar debu 
dari luar” atau “ Jangan membuat lemah barisan kaum muslimin!” dan banyak 
lagi seruan yang lain. Seruan-seruan seperti itu justru akan melemahkan kaum 
muslimin yaitu dengan runtuhnya benteng nasihat yang dimiliki ummat ini, dan 
justru membuat gembira musuh-musuh Islam. Bukankah dengan nasihat yang penuh 
kasih sayang, kesabaran dan di atas kebenaran ini ummat akan tetap 
terpelihara di atas rel kebenaran? Siapakah yang dapat menjamin dirinya 
bebas dari kesalahan? Maka janganlah dada kita sesak untuk menerima nasihat 
tersebut.

Perintah bersatu di atas Al-Haq .

Allah telah memerintahkan kita agar berpegang teguh dengan tali-Nya dan 
jangan bercerai-berai. Persatuan yang didam-idamkan kaum muslimin adalah 
persatuan di atas aqidah yang satu. Sebab persatuan tidak diatas aqidah yang 
satu adalah persatuan semu yang malah mendatangkan perpecahan dan permusuhan 
diantara kaum muslimin dan akan tercipta jurang pemisah diantara mereka.

Allah telah menjelaskan hal ini dalam ayat-Nya:
Maka jika mereka beriman sebagaimana kamu beriman, sungguh mereka telah 
mendapat petunjuk namun jika mereka berpaling , sesungguhnya mereka berada 
dalam permusuhan (Al-Baqarah 137).
Telah banyak usaha untuk mempersatukan umat namun, segala usaha tersebut 
sia-sia. Sebabnya adalah persatuan yang diusahakan tidak berdasar kepada 
aqidah yang satu, dan tidak diupayakan melalui saluran nasehat dan amar 
ma’ruf nahi mungkar. Akan tetapi justru dibangun diatas sikap saling toleran 
terhadap kesalahan yang ada dan saling menutup mata dari penyimpangan yang 
terjadi! Apakah dengan cara seperti ini umat akan bersatu dan apakah dengan 
cara seperti ini ummat akan jaya ? Apa yang dicari ummat ini ? Bukankah 
mereka hanya mencari ridha Allah ? Jika demikian mengapa menutup-nutupi 
kesalahan suadaranya ? Bukankah saudaranya butuh nasihat dan bimbingan 
darinya ? Bukankah dengan menutup-nutupi itu berarti ia telah mengkhianati 
saudaranya, lalu apakah pantas setelah itu ia meneriakkan suara persatuan ?

Wahai saudara ! Persatuan seperti apakah ini ? Atau ini justru pangkal dan 
sumber perpecahan ! Pada kesempatan kali ini kami akan mengetengahkan 
pembahasan tentang beberapa kelompok-kelompok dakwah, dalam rangka 
menegakkan pilar nasihat dan upaya menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar 
ditengah-tengah umat dan dalam rangka membela sunnah Rasulullah dan manhaj 
Salaful Ummah. Dahulu telah dikatakan oleh Yahya bin Yahya : ” Membela 
Sunnah itu adalah seutama-utama jihad ”.
Semoga kita semua dapat mengambil manfaat darinya. Amin
Allahu Ta'ala a'lam bish showab.

_________________________________________________________________
More photos, more messages, more storage—get 2GB with Windows Live Hotmail. 
http://get.live.com/en-id/mail/features



Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Syiar Islam.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke