Assalamu'alaikum wr wb,

Ikhwanul Muslimun adalah salah sebuah gerakan Islam
terbesar di zaman modern ini. Seruannya ialah kembali
kepada Islam sebagaimana yang termaktub di dalam
al-Qur'an dan al-Sunnah serta mengajak kepada
penerapan Syari'at Islam dalam kehidupan nyata.
Gerakan ini telah mampu membendung arus sekulerisasi
di Dunia Arab dan Islam.

Karena berusaha menerapkan hukum Allah/Negara Islam,
maka mendapat tentangan dari pemimpin2 negara2
sekuler. Oleh karena itu tidak tepat jika ada yang
menuduh tokoh2 Ikhawul Muslimun (seperti Hasan Al
Banna dan Sayyid Quthub) sebagai ahli bid’ah.
Bagaimana mungkin orang yang berusaha menegakkan hukum
Allah dituduh bid’ah oleh orang2 yang menentang hukum
Allah.

„Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan
(hukum) Taurat dan Injil dan (Al Quran) yang
diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka
akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki
mereka. Diantara mereka ada golongan yang pertengahan.
Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh
kebanyakan mereka.“ [Al Maaidah:66]

Wassalam

http://id.wikipedia.org/wiki/Ikhwanul_Muslimin
Al-Ikhwan al-Muslimun adalah salah sebuah gerakan
Islam terbesar di zaman modern ini. Seruannya ialah
kembali kepada Islam sebagaimana yang termaktub di
dalam al-Qur'an dan al-Sunnah serta mengajak kepada
penerapan Syari'at Islam dalam kehidupan nyata.
Gerakan ini telah mampu membendung arus sekulerisasi
di Dunia Arab dan Islam.


    * 1 Sejarah
    * 2 Pemikiran dan doktrin
    * 3 Akar pemikiran dan sifat ideologi
    * 4 Penyebaran
    * 5 Sumber


Pendirinya adalah Hasan al-Banna (1324—1368 H/
1906—1949 M). Lahir di sebuah kampung dikawasan
Buhairah, Mesir. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga
yang taat beragama, yang menerapkan Islam secara
nyata. dalam seluruh aspek kehidupannya.

Di samping belajar agama di rumah dan di Masjid, ia
belajar pada sekolah pemerintah. Kemudian melanjutkan
pelajarannya ke Dar al-'Ulum, Kairo dan tamat pada
tahun 1927.

Setelah tamat dari Dar al-'Ulum, ia menjadi guru pada
sebuah Sekolah Dasar di Isma'iliyyah. Dari
Isma'iliyyah inilah ia memulai aktivitas keagamaannya
di tengah-tengah masyarakat, terutama di warung-warung
kopi di hadapan para karyawan Proyek Terusan Suez.

Dzul Qa'idah 1327 H/April 1928 M adalah bulan
didirikannya cikal bakal gerakan al-Ikhwan
al-Muslimun.

Tahun 1932 Hasan al-Banna pindah ke Kairo. Bersama itu
pula gerakannya berpindah dari Isma'iliyyah ke Kairo.

Tahun 1352 H/1933 M beliau menerbitkan sebuah berita
pekanan Ikhwan yang dipimpin oleh ustadz Muhibuddin
Khatib (1303—1389 H/1886—1969 M). Kemudian tahun 1357
H/1938 M terbit majalah al-Nadzir. Lalu menyusul
al-Syihab, tahun 1367 H/ 1947 M. Seterusnya majalah
dan berita-berita Ikhwan terbit secara teratur.

Pada awal berdirinya, tahun 1941 M; Gerakan Ikhwan
hanya beranggotakan 100 orang, hasil pilihan langsung
ustadz Hasan al-Banna sendiri.

Tahun 1948 Ikhwan turut serta dalam perang Palestina.
Mereka masuk dalam angkatan perang khusus. Peristiwa
ini telah direkam secara rinci oleh ustadz Kamil
Syarif dalam bukunya 'AI-Ikhwan al-Muslimun fi Harbi
Falasthin'.

Pada tanggal 8 November 1948, Muhammad Fahmi Naqrasyi,
Perdana Menteri Mesir waktu itu, membekukan Gerakan
Ikhwan dan menyita harta kekayaannya serta menangkap
tokoh-tokohnya.

Desember 1948 M, Naqrasyi diculik. Orang-orang Ikhwan
dituduh sebagai pelaku penculikan dan pembunuhan
tersebut. Ketika jenazah Naqrasyi diusung,
pendukung-pendukungnya berteriak-teriak, "Kepala
Naqrasyi harus dibayar dengan kepala Hasan al-Banna".
Dan pada tanggal 12 Februari 1949 Hasan al-Banna
terbunuh oleh pembunuh misterius.

Tahun 1950 berdasarkan keputusan Dewan Tertinggi
Negara, Ikhwan direhabilitasi. Ketika itu Mesir
diperintah oleh kabinet al-Nuhas. Dewan tersebut juga
memutuskan bahwa pembekuan Ikhwan selain tidak sah,
juga inkonstitusional.

Tahun 1950 ustadz Hasan al-Hudhaibi (1306—1393 H/
1891—1973 M), terpilih menjadi Mursyid 'Am al-Ikhwan
al-Muslimun. Ia adalah salah seorang tokoh kehakiman
Mesir. Ia juga berkali-kali ditangkap. Tahun 1954, ia
divonis hukuman mati, tetapi kemudian diringankan
menjadi seumur hidup. Tahun 1971 ia dibebaskan
terakhir kalinya.

Oktober 1951 konflik antara Mesir dan Inggris semakin
memuncak. Ikhwan melancarkan perang urat saraf melawan
Inggris di Terusan Suez. Peristiwa ini telah direkam
oleh Kamil Syarif dalam bukunya 'AI Mugawamat
al-Sirriyyah ftQanat Suwes'

Pada 23 Juli 1952, pasukan Mesir di bawah pimpinan
Muhammad Najib, bekerja sama dengan Ikhwan melancarkan
Revolusi Juli. Tetapi kemudian Ikhwan menolak kerja
sama dalam pemerintahan, karena mereka rnempunyai
pendapat dan pandangan yang jelas tentang metode
revolusi. Jamal Abdunnashir menganggap penolakan
tersebut sebagai penolakan terhadap mandat revolusi.
Kemudian kedua belah pihak terlibat serangkaian
konflik dan permusuhan yang semakin hari semakin
tajam. Akibatnya, pada tahun 1954, pihak pemerintah
melakukan penangkapan besar-besaran terhadap anggota
Ikhwan dan beribu-ribu orang dijebloskan ke dalam
penjara. Alasan pemerintah, karena orangIkhwan telah
berupaya memusuhi dan mengancam kehidupan Jamal
Abdunnashr di lapangan Mansyiyyah, Iskandariyyah.
Bahkan pemerintah Mesir telah menghukum mati 6 anggota
Ikhwan :

   1. Abdulqadir Audah
   2. Muhammad Farghali
   3. Yusuf Thal'at
   4. Handawi Duwair
   5. Ibrahim Thayyib
   6. Muhammad Abdullathif.

Tahun 1965—1966 bentrokan antara Ikhwan dan pemerintah
Mesir terulang kembali untuk kedua kalinya. Pemerintah
kembali melakukan penangkapan besar-besaran, melakukan
penyiksaan serta memenjarakan anggota Ikhwan. Bahkan
tiga orang di antaranya telah dihukum gantung, yaitu:

   1. Sayyid Quthb (1324—1387 H/1906—1966 M). Ia
termasuk pemikir Ikhwan nomor dua setelah Hasan
al-Banna dan termasuk salah seorang tokoh Islam
dizaman modern sekarang ini. Ditangkap pada tahun 1954
M dan disekap dalam penjara selama 10 tahun. Tahun
1964, ia dikeluarkan dari penjara atas desakan
Presiden Iraq, Abdussalam Arif. Namun tidak lama
kemudian, ia diciduk kembali untuk menghadapi hukuman
mati. Karya-karyanya sangat terkenal di bidang sastra
dan pemikiran Karya-karyanya yang paling monumental
antara lain: Tafsir fi Zhilal al-Qur'an dan ma'alim fi
al-Thariq, Buku 'Adalat al-Ijtima'iyyah fi al-Islam
dan Khasha'ish al-Tashawwur al-Islami wa
Muqawwimatuhu, juga merupakan karyanya yang paling
menonjol.
   2. Yusuf Hawasi
   3. Abdulfattah Isma'il.

Sejak itu Ikhwan bergerak secara rahasia sampai Jamal
Abdunnashr meninggal dunia 28 September 1970.

Ketika Anwar Sadat berkuasa, orang-orang Ikhwan mulai
dilepas secara bertahap.

Sepeninggal Hudhaibi, Umar Tilmisani (1904—1986 M)
terpilih menjadi Mursyid 'Am Ikhwan. Di bawah
pimpinannya Ikhwan menuntut hak-hak jama'ah secara
utuh dan mengembalikan hak milik jama'ah yang
dibekukan oleh Jamal Abdunnashr. Tilmisani menempuh
jalan tidak konfrontatif dengan penguasa dan
berkali-kali beliau menyerukan, "Bergeraklah dengan
bijak dan hindarilah kekerasan dan extremisme."

Muhammad Hamid Abu Nashr, terpilih menjadi Mursyid 'Am
setelah Tilmisani. Jalan dan metode yang ditempuhnya
sama dengan pendahulunya.

Di luar Mesir banyak terdapat tokoh-tokoh Ikhwan yang
muncul, antara lain :

   1. Syaikh Muhammad Mahmud Shawwaf, pendiri dan
pengawas umum Ikhwan di Iraq. Karya tulisnya cukup
banyak. Setelah pindah .ke Makkah tahun 1959, ia
sangat giat menyiarkan Islam di Afrika.
   2. Dr. Mushthafa al-Siba'i (1334—1384 H/1915—1964
M), pengawas umum pertama Ikhwan di Suriah. Gelar
doktornya diperoleh dari Fakulstas Syari'ah
Universitas al-Azhar, tahun 1949. Memimpin beberapa
divisi pasukan Ikhwan ke Palestina tahun 1948. Pernah
dicalonkan sebagai wakil Ikhwan di Damaskus, tahun
1949. Selain itu ia terkenal sebagai khatib dan orator
ulung. Tahun 1954, ia mendirikan Fakultas Syari'ah di
Damaskus dan ia menjadi dekan pertamanya.
Karya-karyanya antara lain Sunnah wa Makanatuha fi
al-Tasyri' al-Islami, Al-Mar'ah baina al-Fiqh wa
al-Qanun, Al-Qanun al-Ahwal al-Syakhshiyyah.
   3. Gerakan Ikhwan di Yordania berdiri pada tanggal
13 Ramadhan 1364 H/19 November 1945 M. Pimpinan
pertamanya ialah Syaikh Abdullathif Abu Qurrah. Ia
pernah memimpin sejumlah pasukan Ikhwan Yordania ke
Palestina tahun 1948. Selanjutnya tanggal 26 November
1953, ustadz Muhammad Abdurrahaman Khalifah (lahir
tahun 1919) terpilih menjadi Ketua Umum Ikhwan di
Yordania. Hingga kini beliau masih menduduki posisi
tersebut.

[sunting] Pemikiran dan doktrin

Pemahaman Ikhwan terhadap Islam bersifat universal,
tidak mengenal adanya pemisahan antara satu aspek
dengan aspek lainnya.

Ikhwan berusaha keras memperluas kawasan geraknya
sampai menjadi sebuah gerakan internasional.

Berkenaan dengan da'wah Ikhwan, Hasan al-Banna
mengatakan, "Gerakan Ikhwan adalah da'wah salafiyah,
thariqah sunniyyah, haqiqah shufiyyah, lembaga
politik, klub olah raga, lembaga ilmiah dan
keburlayaan, perserikatan ekonomi dan pemikiran
sosial."

Selanjutnya Hasan al-Banna menegaskan bahwa ciri
gerakan Ikhwan adalah:

   1. Jauh dari sumber pertentangan.
   2. Jauh dari pengaruh riya dan kesombongan.
   3. Jauh dari partai politik dan lembaga-lembaga
politik.
   4. Memperhatikan kaderisasi dan bertahap dalam
melangkah.
   5. Lebih mengutamakan aspek amaliyah produktif
daripada propaganda dan reklame.
   6. Memberi perhatian sangat serius kepada para
pemuda.
   7. Cepat tersebar di kampung-kampung dan di
kota-kota.

Selain itu Hasan al-Banna menyebutkan karakteristik
Ikhwan sebagai berikut :

   1. Gerakan Ikhwan adalah gerakan Rabbaniyyah.
Sebab, asas yang menjadi poros sasarannya ialah
mendekatkan manusia kepada Rabb-nya.
   2. Gerakan Ikhwan bersifat alamiyah
(Internasional). Sebab, arah gerakan ditujukan kepada
semua ummat manusia. Semua manusia pada dasarnya harus
bersaudara. Asalnya satu, nenek moyangnya satu dan
nasabnya satu. Hanya taqwa yang menentukan seseorang
itu lebih dari yang lain. Dari ketaqwaannya akan
terefleksi pada kebaikan dan keutamaannya yang utuh
dan menyeluruh yang ia berikan kepada orang lain.
   3. Gerakan Ikhwan bersifat Islami. Sebab, orientasi
dan nisbatnya hanya kepada Islam.

Selain itu Hasan al-Banna menetapkan tingkatan amal
yang merupakan konsekwensi logis setiap anggota, yaitu
:

   1. Memperbaiki diri, sehingga menjadi pribadi yang
kuat fisik, teguh dalam berakhlaq, luas dalam
berfikir, mampu mencari nafqah, lurus beraqidah dan
benar dalam beribadah.
   2. Membentuk rumah tangga Islami. Sehingga
keluarganya menjadi pendukung fikrah, menghormatinya
dan memelihara tatakrama Islam dalam segala aspek
kehidupan rumah tangganya sehari-hari.
   3. Memotivasi masyarakat untuk menyebarkan
kebaikan, memerangi kemungkaran dan kerusakan.
   4. Memerdekakan negara dengan membersihkan
rakyatnya dari berbagai bentuk kekuasaan asing kuffar
di bidang politik, ekonomi ataupun mental spiritual.
   5. Memperbaiki pemerintahan sehingga
běnar-benar menjadi pemerintahan yang Islami.
   6. Mengembalikan eksistensi negara-negara Islam
dengan memerdekakan negerinya dan menghidupkan kembali
keagungannya.
   7. Menjadi guru dunia dengan menyebarkan Islam ke
tengah-tengah ummat manusia, sehingga tidak ada fitnah
lagi dan Dien benar-benar hanya milik Allah.

"Dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan Nur
(dien)-Nya. " (QS, al-Taubah : 32).

Tentang tahapan da'wah, Hasan al-Banna membaginya
menjadi tiga tahap :

   1. Tahap pengenalan.
   2. Tahap pembentukan.
   3. Tahap pelaksanaan.

Dalam Risalah Ta'alim, Hasan al-Banna berkata, "Rukun
Bai'at kita ada sepuluh. Karena itu hafallah
baik-baik. Yaitu paham, ikhlash, 'amal, taat, jihad,
berkorban, tetap pada pendirian, tulus, ukhuwwah dan
percaya diri." Kemudian ia memberi penjelasan terhadap
rukun-rukun tersebut. Ia berkata, "Wahai saudaraku
yang sejati! Ini merupakan garis besar da'wah Anda.
Anda dapat menyimpulkan prinsip-prinsip tersebut
menjadi lima kalimat berikut :

   1. Allah tujuan kami
   2. Rasulullah SAW teladan kami
   3. Al-Qur'an dustur kami
   4. Jihad j alan kami
   5. Mati syahid cita-cita kami yang tertinggi.

Ciri-cirinya dapat disimpulkan pula menjadi lima kata,
yaitu : sederhana, membaca Qur'an, shalat, sikap
ksatria dan akhlaq."

Ustadz Sayyid Quthb, dalam bukunya Khashaish
al-Tashawwur al-Islami wa Muqawwimatuhu, memberikan
gambaran tentang pemahamannya dan pemahaman Ikhwan.
Karakteristik konsepsi Islam itu berasaskan kepada

   1. Rabbaniyyah
   2. Tetap
   3. Seimbang
   4. Positif
   5. Realistik
   6. Tauhid.

Setiap karakteristik diberi penjelasan tersendiri
secara gamblang dan luas.

Lambang al-Ikhwan al-Muslimun ialah: dua bilah pedang
menyilang melingkari al-Qur'an, ayat al-Qur'an ( ) dan
tiga kata: haq (kebenaran), quwwah (kekuatan) dan
hurriyyah (kemerdekaan).

[sunting] Akar pemikiran dan sifat ideologi

Al-Ikhwan al-Muslimun telah mengadopsi da'wah dari
berbagai sumber yang menjadi gerakan da'wahnya. Ia
tidak hanya menekankan kepada pentingnya pembersihan
jiwa (manajemen qolbu) tetapi juga merujuk pada
dalil-dalil yang shahih serta selalu melakukan
perbaikan aqidah dan pentingnya kembali kepada
al-Qur'an dan al-Sunnah dan membersihkan dari segala
bentuk kemusyrikan untuk mencapai kesempurnaan tauhid.

Da'wah Ikhwan banyak dipengaruhi gerakan da'wah yang
dibawa oleh generasi salafus shalih. Pendirinya tetap
terbuka dengan perkembangan zaman dan menggabungkan
kebaikan-kebaikan yang ada pada di dalamnya. Pada
umumnya da'wah tersebut mengambil metode-metode da'wah
yang di bawa oleh Rasulullah yang melandasi gerakan
da'wah ini.

Hasan al-Banna merangkum semua pemahaman tersebut
dalam da'wahnya. Ditambah pula dengan
konsepsi-konsepsi yang sesuai dengan kebutuhan zaman
dan lingkungan. Sehingga da'wahnya mampu menghadapi
berbagai arus yang melanda Mesir dan kawasan lain.

[sunting] Penyebaran

Gerakan Ikhwan dimulai di Isma'iliyyah kemudian
beralih ke Kairo. Dari Kairo tersebar ke berbagai
pelosok dan kota di Mesir. Akhir tahun 40-an, cabang
Ikhwan di Mesir sudah mencapai 3000. Tiap cabang
memiliki anggota yang cukup banyak.

Gerakan tersebut kemudian meluas ke negara-negara
Arab. Ia berdiri kukuh di Suriah, Palestina, Yordania,
Libanon, Iraq, Yaman dan lain-lain. Dewasa ini anggota
dan simpatisannya tersebar di berbagai penjuru dunia.
Diantaranya juga telah menyebar di Asia seperti
Jepang, Malaysia, Indonesia dan lain-lain. Penyebaran
ikhwanul muslimin sangat rapi dan dilakukan dengan
terorganisir dan sistematis. Gerakan ikhwan ini yang
tersebar ke seluruh dunia kadang-kadang tidak
menyebutkan dirinya sebagai ikhwanul muslimin tetapi
menggunakan nama lain. Pada dasarnya tujuan mereka
sama yaitu mengajak manusia ke dalam sistem Islam yang
kaffah berlandaskan Alqur'an dan Sunnah.

Pergerakan ikhwanul muslimin ini secara lahiriah
sangat rapi dan tidak terlihat anarkhis sebagaimana
gerakan-gerakan radikal lain, begitu juga dalam hal
aqidah tidak pernah tidak pernah dipertentangkan
masalah-masalah yang mereka anggap furu' (cabang).

[sunting] Sumber

    * Ensiklopedia Gerakan Keagamaan & Pemikiran,
Jilid 1


===
Ingin berdiskusi mengenai masalah ekonomi di Indonesia?
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]


       
____________________________________________________________________________________Yahoo!
 oneSearch: Finally, mobile search 
that gives answers, not web links. 
http://mobile.yahoo.com/mobileweb/onesearch?refer=1ONXIC

Kirim email ke