Marilah kita berhenti berdebat tentang paham yang merasa dirinya paling
benar... milist ini bukan bicara tentang kita ini yang sok paling benar,
kita salafi, kita NU, kita Muhammadiyah. dll dll.  Tetapi marilah kita
isi millist ini dengan pencerahan agama yang sesuai dengan Al-qur'an dah
Hadits.... Kita isi saja millist dengan masalah-2 yang bisa membuat kita
bertambah mendekatkan diri kepada Alloh SWT.

Saya yang sangat awam beragama Islam ini, sering heran melihat kaum
islam pada bertengkar yang tidak karuan ini....... Cobalah beri
pencerahan kepada pejabat-2 muslim yang nggak benar itu. seperti menteri
agama yang menyelewengkan dana abadi umat dlldll.... malahan lagi,
ddaerah saya dimana saya tinggal, ada yang merasa dirinya aliran salafi,
tapi kenyataannya kelakuannya aneh, yakni kalau diberi salam tidak
menjawab, dan suka ngatain paham lain tidak benar..... wah wah wah....
saya jadi bingung nihhhh

Mohon maaf apabila tidak berkenan.

Wassalam,
Hasbi

>>> Bango Samparan <[EMAIL PROTECTED]> 5/31/2007 9:56 AM >>>
Assalaamu'alaikum wr. wb.

Istilah SALAF sebetulnya lebih merujuk pada manhaj atau metode
analisis. Tapi, entah karena apa, sekarang salaf menjadi merujuk ke
orang atau kelompok dengan perubahan istilah menjadi Salafi atau
Salafiyyun, "Kami salafi atau kami salafiyyun". Kalau kita bermanhaj
salaf, maka ruju' kita adalah kepada kebenaran. Sayangnya ruju' kepada
kebenaran, bukan perkara yang mudah. Bukan karena tak ada niat, tetapi
lebih karena kurangnya sarana untuk bisa menapaki jalan menuju
kebenaran itu. Karena kondisi ini, maka ruju' kepada kebenaran sering
berubah menjadi ruju' kepada personal, kelompok, komunitas atau
organisasi.

Well, bagi saya ya itu normal-normal saja:-) Sayang, banyak yang nggak
sadar, bahwa kita nih bisanya baru ruju' kepada personal, kelompok
atau
organisasi. Akhirnya ruju kepada persoal, kelompok, komunitas, atau
organisasi dianggap sudah ruju' kepada kebenaran itu sendiri. Kalau
kita masih sadar mestinya antar satu dan yang lain kalau mesti harus
ngobrol, ya yang familiar dan nyantai saja. Karena nggak familiar dan
nyantai, ya akhirnya itu tadi antar para salafi atau salafiyyun jadi
pada berantem "Kami salafi, kamu bukan atau tidak lagi salafi." Wah
...
padahal kita baru tahu kalau kita salafi atau salafiyyun sejati, ya
nanti di akhirat kan? Nah.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.
B. Samparan  

--- "Tampubolon, Mohammad-Riyadi"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>  
> Ada yang ngirim artikel membantah tuduhan sebagai sumber pecah belah
> ke
> milis tp msk ke saya via japri..
> Bantahannya cukup bagus, supaya kita tidak serta merta menuduh
> sesorang
> itu dari salafi hanya karena pengakuannya saja ataupun sekedar
> mem'beo'
> mengutip ulama salafi tetapi pendapatnya justru bertentangan dengan
> manhaj tersebut..
> Sejarah kemal attaturk mungkin bisa menjadi contoh, sebelum meraih
> kekuasaan sangat dekat dengan ulama tetapi setelah menggenggam
> kekuasaan
> justru mensekulerkan turki..
> Majalah ISLAMIA Thn II No.5, April-Juni 2005 mengusung judul edisi:
> Epistemologi Islam & Problem Pemikiran Muslim kontemporer
> Isinya mengupas krisis epistemologi dalam tubuh umat Islam yang
> ditengarai menjadi kontributor utama perpecahan dalam tubuh ummat
> Islam
> dan menjadikan ummat Islam lemah





       
____________________________________________________________________________________Choose
the right car based on your needs.  Check out Yahoo! Autos new Car
Finder tool.
http://autos.yahoo.com/carfinder/

Kirim email ke