--- In [EMAIL PROTECTED], TEANA LAGAMISI <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Bung Samsuddin Berlian! Bapak berkutak kutik dalam permainan bahasa, tidak akan menyelesaikan persoalan. Murtad dan tobat dalam agama Islam dan Kristen, bukan urusan bahasa. You are barking on a wrong tree! Kalau Bung Samsudin Berlian ingin memahami hakikat Murtad dan Tobat, silahkan mendalami sejarah lahirnya agama Kristen, serta hadirnya agama Islam yang meluruskan kekeliruan keimanan Kristen. Kita berkewajiban untuk melindungi umat yang berada di jalan yang lurus agar tidak murtad dan tergelincir ke jalan yang sesat. Selanjutnya kitapun memiliki tugas mulia untuk melindungi mereka yang bertobat dari jalan yang sesat dan kembali ke jalan yang lurus. Jadi murtad dan tobat itu hanya satu arah bukan dua arah. Bapak keliru. Tidak ada yang tobat dari jalan lurus ke jalan yang sesat. Tobat itu artinya menjadi selamat, bukan malah terjerumus kedalam lumpur kesesatan. Yang bertobat, adalah mereka yang sadar bahwa selama ini mereka dijerumuskan ke jalan yang sesat, dan kemudian sadar dan kembali ke jalan yang lurus. Ingat bung. Agama yang benar itu bukan pooling sms atau kucing dalam karung. Melacak agama yang benar sangat mudah saat ini, asal mau jujur saja. Informasi tentang sejarah kejahatan penyimpangan agama sangat mudah di akses saat ini. Jangan kita sengaja tutup mata. "Buka mata dengan Kompas?", tidak menyelesaikan persoalan. Bung masih kurang paham? silahkan temui saya melalui 08155107720.
Wassalam, Sanihu Munir --- sunantengah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > beginilah cara media kristen menciptakan opini > publik... silahkan > simak artikel berikut (kompas, 18 mei 07) > > Murtad > > Murtad! Dakwaan sungguh dahsyat. Tobat! Tuntutan > tanpa debat. Pilih > satu mati, pilih lain hidup. Tiada kompromi. Murtad > atau tobat. Neraka > atau surga. Tanpa jalan tengah. Tiada jembatan di > antaranya. Begitulah > agama-agama eksklusif asal Timur Tengah bikin garis > pembelah kemanusiaan. > > Berabad-abad garis ini membagi manusia dalam > kelompok-kelompok yang > kadang hidup berdampingan dalam keadaan kurang lebih > damai, lebih > sering dalam permusuhan dan pertentangan. Yang > jelas, selalu dalam > kesadaran dikotomi orang dalam-orang luar, > kami-kamu. Baik murtad > maupun tobat berarti berputar balik. Mengapa yang > satu disebut murtad > yang lain tobat tidak bergantung pada tindakan orang > yang berputar > balik itu, melainkan pada orang yang menilai. Kalau > orang yang > sebelumnya berjalan bersama saya berbalik arah > membelakangi saya, dia > saya sebut murtad, berubah jadi kamu. Kalau dia yang > sebelumnya > berjalan bertentangan dengan saya berputar ke arah > yang saya tuju, dia > saya sebut tobat, masuk jadi kelompok kami. Acuan > adalah aku. Karena > agamaku itulah yang benar, orang yang meninggalkan > agamaku murtad, > yang masuk agamaku tobat. Murtad akibat sesat > dihasut. Tobat akibat > sadar tawakal. Si murtad durhaka jahat. Si tobat > saleh taat. > > Tobat punya makna lebih luas daripada sebagai > antonim murtad. Karena > berbalik kepada agamaku yang benar itu baik adanya, > tobat pun bisa > berarti berbalik dari perbuatan jahat ke kelakuan > baik, insaf. > > Murtad pun bisa dipakai bukan dalam rangka agama. > Orang bisa murtad > terhadap tradisi, kebiasaan, adat. Yang menarik, > biasanya kata ini > baru dipakai bila orang yang dianggap murtad tak > melakukan hal yang > merugikan atau menyusahkan orang lain. Seorang > perampas nyawa atau > harta, murtad atau tidak, akan disebut pembunuh atau > perampok, lantas > berlandaskan itu dihukum. Justru orang yang tak > melakukan kejahatan > atau menghasut orang berbuat jahat, tapi dianggap > berkhianat terhadap > keyakinan kelompok, diberi cap murtad, agar ada > alasan menyakitinya, > disingkirkan dari pergaulan sampai dari muka bumi. > > Orang murtad biasanya tak dianggap berpindah agama > karena pilihannya > sendiri sebagai orang dewasa mandiri, melainkan > menjadi korban > pemurtadan. Konsep pemurtadan sangat defensif dan > khas. Bahasa > Inggris, misalnya, tak mengenal bentukan apostasy > (dari kata > Yunani/Latin apostasia: hal menyingkir) dengan makna > ini. Ada > apostatizing yang kadang dipakai untuk menerjemahkan > pemurtadan. Ini > tidak tepat sebab apostatizing mengacu pada tindakan > menyingkirkan > atau memurtadkan diri sendiri, bukan memurtadkan > orang lain. > > Yang biasa jadi perdebatan: bolehkah menyebarkan > agama kepada orang > lain? Pada dasarnya jawaban ideal: kalau golongan > saya mau > mempertobatkan orang lain, boleh; kalau golongan > lain ingin > memurtadkan anggota kelompok saya, larang. > > Tersamar di sini adalah pertanyaan yang lebih > prinsip mengenai hak > asasi orangmengapa orang seorang yang merdeka, > waras, dan mandiri tak > boleh murtad atau tobat menurut kehendak dan pilihan > sendiri? Mengapa > keyakinan iman seorang dewasa yang berakal budi > harus dikontrol > orangtuanya, komunitasnya, bahkan sampai dengan > taruhan nyawa? > > SAMSUDIN BERLIAN Pengamat Bahasa > sumber > http://www.kompas.com/kompas-cetak/0705/18/utama/3536512.htm > > > ____________________________________________________________________________________ Choose the right car based on your needs. Check out Yahoo! Autos new Car Finder tool. http://autos.yahoo.com/carfinder/ --- End forwarded message ---

