Dari sebelah, semoga bermanfa'at
Pakar Israel Sebut Kemenangan 1967 Bumerang Senin, 4 Jun 07 13:26 WIB Di tengah kebanggaan yang meruyak di tengah publik penjajah Israel, atas peringatan kemenangan mereka dalam peperangan Arab-Israel di tahun 1967, yang dikenal dengan peperangan enam hari, muncul suara yang berbeda dari para pakar dan akademisi Israel. Mereka mewakili suara para sesepuh Israel, yang memandang bahwa kemenangan perang Israel pada 1967 justru merupakan bumerang bagi Israel yang disiapkan bangsa Arab. Hasil pertempuran 1967 itu, menurut mereka, justru menjadi pemicu pertama atas keabsahan Israel dalam menjajah Palestina hingga memantik dukungan Islam pada bangsa Palestina, sehingga kondisi Israel tak pernah berhenti dari pertempuran hingga hari ini. Koresponden Islamonline yang khusus menangani masalah Israel mengatakan, "Perbedaan paradigma terhadap perang 1967, memberi pengaruh yang bukan baru kali ini saja pada masyarakat Israel. Tapi di tahun keempat puluh ini, suara seperti itu semakin besar di kalangan publik Israel sehingga bisa menjadi faktor yang berbahaya bagi masa depan penjajahan Israel di Palestina. " Seorang pemikir Israel Yejal Seirena, secara tiba-tiba melakukan wawancara dengan channel 2 televisi Israel, tentang peringatan 40 tahun pendudukan Al-Quds. Dalam wawancara itu ia mengatakan, "Israel tidak memiliki apa-apa dari perang itu kecuali kerugian yang dituai setelahnya. Saya menolak semua prestasi dan hasil peperangan ini, karena sebenarnya peperangan itu tidak menyebabkan Israel bisa diterima oleh kalangan Arab." Ia menambahkan, justeru pasca peperangan itu, Israel memasuki fase peperangan yang baru sehingga harus berhadapan dengan gelombang pejuang Islam seperti Hizbullah dan Hamas. "Israel selanjutnya akan hidup di ujung pedang dalam melewati hari-harinya, karena kebodohan pimpinan mereka, " ujar Yejal. Menurutnya, posisi Israel ketika itu, bisa dikatakan jatuh pada jebakan yang merugikan diri sendiri melalui kemenangannya atas pasukan Arab. Selain itu, seorang komentator politik Israel Amenon Abramofis, juga di channel 2 televisi Israel mengatakan bahwa setelah empat puluh tahun peperangan mencaplok Al-Quds, hasilnya Israel telah masuk dalam sebuah situasi strategis yang sangat berbahaya. "Israel tidak mampu menundukkan gerakan nasional Palestina dan melumpuhkan para pejuangnya, padahal Israel telah menggunakan berbagai sarana, " ujarnya. Terkait dengan hal ini, mantan PM Israel Ehud Barack mengatakan, "Setelah empat dekade ini, ada perasaan kecewa yang masuk ke dalam diri kita. Sementara orang-orang Palestina seperti kasur karet yang setiap kali diberikan beban yang berat, maka dia semakin mendapatkan kekuatan untuk melawan. " (na-str/iol) Source : http://www.eramusli <http://www.eramuslim.com/berita/int/7604121839-pakar-israel-sebut-kemenanga n> m.com/berita/int/7604121839-pakar-israel-sebut-kemenangan -1967-bumerang.htm Haniyah: Operasi Misil Israel Takkan Mampu Tundukkan Kegigihan Rakyat Palestina Sabtu, 26 Mei 07 15:05 WIB PM Palestina Ismail Haniyah menegaskan bahwa serangan Zionis Israel ke wilayah Ghaza, mencerminkan kekacauan politik, keamanan dan keburukan moral mereka. Menurut Haniyah, aksi militer itu pasti akan gagal menaklukkan keteguhan rakyat Palestina untuk tetap mempertahankan haknya. Haniyah, dalam pernyataan sikapnya yang disampaikan kepada Palestine Information Center menyebutkan, "Operasi militer dengan pemboman yang dilakukan Israel ke wilayah Ghaza secara membabi buta, juga serangan ke pos pos polisi Palestina, rumah Perdana Menteri, lokasi dan gedung Palestina, penangkapan para menteri dan tokoh Palestina, tidak lain mencerminkan kekacauan politik, keamanan dan keburukan moral yang dialami penjajah Zionis Israel. " Seperti diberitakan, pesawat Zionis Israel melakukan serangan intensif ke berbagai tempat di Ghaza, termasuk pos penjagaan rumah PM Palestina Ismail Haniyah. Sejumlah sumber Palestina menyebutkan bahwa pesawat Apache Israel buatan AS, melontarkan dua buah misil ke wilayah Kamp Shate' yang menjadi rumah tinggal Ismail Haniyah, di Ghaza. Menanggapi serangan misil Israel yang menimpa sejumlah lokasi penting pemerintah Palestina, Batalyon Izzuddin Al-Qassam kembali meluncurkan rudalnya ke lokasi imigran Sadirut yang merupakan wilayah rampasan Israel tahun 1948. Dalam keterangannya, Al-Qassam menyatakan telah melontarkan dua buah rudal Al-Qassamnya dan Israel menyatakan bahwa dua rudal itu mengenai salah satu gedung dan melukai empat orang Israel. (na-str/pic) Source : http://www.eramusli <http://www.eramuslim.com/berita/int/7526122718-haniyah-operasi-misil-israel -> m.com/berita/int/7526122718-haniyah-operasi-misil-israel- takkan-mampu-tundukkan-kegigihan-rakyat-palestina.htm?rel _,_._,___ [Non-text portions of this message have been removed]

