Saya Harus Mengatakan Ini Tentang "The Secret"
Assalamu'alaikum wr.wb.
Fenomena "The Secret" dan "The Law of Attraction" telah membombardir
kita akhir-akhir ini. Kita bisa melihat bagaimana belakangan ini
masyarakat kita (yang sebagian besarnya adalah ummat muslim,
khususnya yang sedang berusaha, berupaya, dan mencoba mensejahterakan
dirinya, menggapai kesuksesan, kejayaan, dan kebahagiaan di dunia)
berbondong-bondong dan beramai-ramai menonton, saling sharing, dan
saling diskusi tentangnya.
Bisa jadi, Anda telah menontonnya dan mulai mengidolakannya. Harus
diakui, bahwa content dari "The Secret" dan "The Law of Attraction"
memang memukau. Terlebih lagi, semua pribadi yang menyampaikan
testimoni dan ajarannya di dalam film itu dan mereka yang mengusung
konsep "The Law of Attraction", adalah pribadi-pribadi yang sekarang
tengah menjadi idola di berbagai belahan dunia.
Sebagai muslim yang juga menontonnya, saya menemukan adanya sebagian
dari nilai-nilai kebenaran dalam berbagai ungkapan dari setiap
pribadi di dalam film itu. Di antara nilai-nilai kebenaran itu adalah
bahwa ikhlas, syukur, sabar, tawakkal, dan positive thinking adalah
modal utama terbesar setiap manusia untuk hidup sukses di dunia.
Semua nilai kebenaran itu telah ada di dalam Al-Quran dan Al-Hadith
sebagai pedoman hidup setiap muslim.
Selebihnya, isi dan orientasi film "The Secret" dan "The Law of
Attraction" tentang pencapaian kesejahteraan dan kebahagiaan hidup di
dunia, dalam pandangan saya perlu mendapat pelurusan sesuai akidah
seorang muslim.
Anda mungkin akan menganggap saya bodoh, pandir, sok tahu, dan sok
mengerti. Saya memang bodoh, tapi saya tetap perlu menetapkan
pendirian dan pandangan saya sebagai seorang muslim dengan akidah
seorang muslim.
Pandangan dan pendirian saya ini tidak didasarkan pada reaksi yang
muncul, atau dikarenakan adanya pernyataan tertentu dari pihak
tertentu yang ditujukan kepada saya. Semua ini adalah inisiatif saya
pribadi selaku seorang muslim yang sudah sepantasnya saling memberi
nasehat dan peringatan kepada sesama muslim lainnya.
Pahamilah dan pertimbangkanlah pandangan dan pendirian saya sebelum
atau sesudah Anda menonton dan mengidolakan "The Secret" dan "The Law
of Attraction". Berpikirlah terbuka dan lihatlah segala sesuatunya
tidak dalam perspektif perpecahan.
1. Fenomena paling berbahaya bagi setiap muslim adalah humanisme.
Islam adalah humanis, akan tetapi tidak seperti humanisme yang kini
dikenal di dalam dunia modern. Humanisme modern berfokus pada dua hal:
- Jika berbicara tentang manusia, maka yang dimaksud adalah periode
hidup manusia sejak 1) lahir sampai 2) mati.
- Jika berbicara tentang wilayah, maka yang dimaksud adalah teritori
antara bumi dan langit saja (universe).
Menurut pandangan seorang muslim, apa yang benar adalah:
- Jika berbicara tentang manusia, maka yang dimaksud adalah periode
hidup manusia sejak 1) sebelum lahir, 2) lahir, 3) mati, dan 4) hidup
sesudah mati.
- Jika berbicara tentang wilayah, maka yang dimaksud adalah teritori
antara bumi, langit, dan di atas langit, alias dunia dan akhirat
sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
Film "The Secret" dan "The Law of Attraction", adalah produk
humanisme modern yang sebagiannya mengandung kebenaran, dan
sebagiannya lagi jauh dari kebenaran menurut kacamata akidah Islam.
2. Jika Anda memang ingin menonton "The Secret", mulailah dengan
pemahaman bahwa "Allah SWT adalah sesuai prasangka hamba-Nya".
Tentang itulah sebenarnya "The Secret", hanya saja film itu memang
tidak ditujukan secara khusus untuk ummat muslim. Dengan starting
point ini, selanjutnya Anda diharapkan menonton "The Secret" dengan
menjaga amannya akidah Anda dan dengan kemampuan filtrasi yang
seakurat mungkin.
3. Sebelum Anda menonton dan terlanjur mengidolakan "The Secret",
saya anjurkan Anda menonton terlebih dahulu "The Illusion of Matter"
dari Harun Yahya. Intinya, adalah tentang fenomena dunia yang maya
dan fana, dan tentang mind atau akal dan pikiran manusia.
4. Sesuai poin nomor 1 di atas, di dalam "The Secret" banyak disebut
jargon "universe" di mana hukum ketertarikan ("The Law of
Attraction") mengajarkan bahwa manusia perlu "meminta pada universe",
maka semua yang diminta akan datang kepadanya. Bahkan, diajarkan juga
bahwa untuk memperoleh sesuatu di dunia, "perintahlah universe" maka
seluruh alam semesta akan bahu-membahu memenuhi titah Anda.
Dalam pandangan seorang muslim, apa yang benar adalah "berdoa kepada
Allah SWT sebagai pencipta universe" maka (niscaya) Allah SWT akan
mengabulkannya (diperkenankan-Nya). Alam semesta dalam hal ini, akan
menjalankan perintah-Nya sesuai sunatullah dalam mengabulkan doa itu.
Di antaranya adalah dengan mekanisme "rizki dari arah yang tidak
disangka-sangka".
Kemudian, jauh dari "memerintah universe", doa seorang muslim adalah
doa seorang hamba yang hina dina, yang memohon dengan segala
kerendahan sebagai makhluk kepada Allah SWT sebagai penciptanya dan
pencipta "universe".
5. Singkirkan dan lupakan isi film "The Secret" yang berkaitan dengan
"Aladdin dan Jinnya".
6. Waspadai pandangan dan ajaran dari pakar dan konsultan Feng Shui
dan aliran sejenisnya yang ada di dalam film "The Secret".
7. Secara umum, waspadailah berbagai konsepsi dan pemikiran yang
menyimpang dari akidah Islam.
Demikian sekelumit pandangan dan pendirian saya sebagai seorang
muslim, berkaitan dengan fenomena film "The Secret" dan "The Law of
Attraction" yang akhir-akhir ini begitu merasuki masyarakat kita
termasuk ummat muslim.
Saya yakin, masih ada banyak hal yang perlu mendapatkan pelurusan
berkaitan dengan fenomena "The Secret" dan "The Law of Attraction"
ini. Anda yang dai, murobbi, ustadz, dan ulama, tentulah lebih
mengerti dari pada saya.
Anda juga mungkin sudah sangat memahami semua fenomena yang
berkemungkinan mencemarkan akidah di atas. Namun demikian, kita juga
perlu mengingat tentang sebagian dari saudara kita sesama muslim,
yang sangat mungkin masih menelan fenomena "The Secret" dan "The Law
of Attraction" bulat-bulat tanpa filtrasi.
Saya menonton "The Secret" dan menyelami "The Law of Attraction",
hanya sebagai bagian dari proses pembelajaran, khusus untuk ilmu
duniawi dan sebagai upaya untuk memetik inspirasi.
Saya mengangkat isu tentang "The Secret" dan "The Law of Attraction"
di berbagai milis dan di blog saya sendiri, dalam berbagai artikel
dan ulasan, sebagai bagian dari upaya untuk mencoba menyampaikan
pesan tentang betapa pentingnya berbagai ilmu dunia (tentang harta,
kekayaan, kekuasaan, kejayaan, kesejahteraan, pencapaian,
pembangunan, dan kesuksesan di dunia) yang juga perlu dipelajari dan
diambil berbagai hikmahnya, dengan syarat: MUTLAK HARUS tetap sejalan
dan sesuai dengan akidah Islam. Tidak ada tawar-menawar dalam hal ini.
Saya menyukai "The Secret", saya juga meyakini "The Law of
Attraction" dalam konteks yang islami. Mengapa "The Secret" dan "The
Law of Attraction"? Karena di dalamnya ada terkandung berbagai
peluang dan kemungkinan bagi ummat muslim untuk ikut menjadi sukses
dan berjaya di dunia selain di akhirat. Namun pada saat yang sama,
saya juga adalah seorang muslim yang harus mempertahankan akidah
sampai mati.
Di satu sisi, saya melihat adanya hal-hal yang terlupakan oleh ummat
muslim tentang perlunya berjaya di dunia selain di akhirat, dan di
sisi yang lain saya juga menemukan berbagai gejala yang menurut saya
amat berbahaya dan cenderung dapat mencemarkan akidah seorang muslim.
Untuk inilah, saya mengemukakan wanti-wanti, peringatan, pandangan,
pendirian, dan klarifikasi saya di sini.
Jika Anda memang tetap ingin menonton film "The Secret", sebagai
langkah pembelajaran mengenai kesuksesan duniawi, waspadailah
berbagai gejala dan fenomena sebagaimana yang saya ungkapkan di atas.
Waspadalah dan berhati-hatilah. Jagalah akidah Anda.
Lebih dari itu, jika Anda mengkhawatirkan tentang tercemarnya akidah
Anda sebagai seorang mukmin dan muslim, tak usahlah Anda menontonnya.
Cukuplah Al-Quran dan Al-Hadith saja sebagai sumber inspirasi Anda.
Semua tentang "The Secret" dan semua tentang "The Law of Attraction"
sudah ada di sana. Sekali lagi, semuanya.
Apa yang perlu Anda lakukan, hanyalah mengaplikasikannya dalam
konteks khalifah di dunia sebaik mungkin, agar ummat muslim dapat
tampil sebagai ummat yang maju dalam ekonomi, sosial, politik, dan
budaya, yang berperadaban tinggi dan tidak tertinggal dari ummat
lainnya dalam berbagai urusan di dunia.
Semoga apa yang saya sampaikan bisa mengantarkan hikmah tentang
perlunya kemajuan bagi ummat muslim di dalam berbagai bidang ilmu dan
pencapaian di dunia (sekaligus di akhirat), namun pada saat yang sama
ummat muslim tidak menjadi ummat yang terdominasi oleh berbagai ilmu
duniawi yang digulirkan - dengan disengaja atau tidak dengan
disengaja, tidak sesuai dengan akidah Islam.
Dengan segala kerendahan hati, saya memohon maaf yang sebesar-
besarnya jika ada pihak yang tersentil dengan semua pandangan dan
pendirian saya ini. Saya menerima berbagai pelurusan jika ada
berbagai hal yang perlu diluruskan di dalam kebodohan saya. Saya
memohon ampun kepada Allah SWT jika saya melakukan kesalahan dan
kekhilafan berkaitan dengan tulisan ini.
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Ikhwan Sopa
Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com