Salam,
  Berikut dari milis tetangga,
  semoga menambah pengetahuan kita.
  Salam

  ~~~~~~~#####~~~~~~~~
  
Erwin Arianto <erwinarianto...............> wrote:
   
   
  APA YANG KITA SOMBONGKAN ?
   
  Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, 
  yang benih-benihnya terlalu kerap  muncul tanpa kita sadari. Di tingkat
terbawah, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih  kaya, lebih 
rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.
   
  Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa
lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang
lain.
  Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor kebaikan. Kita sering
menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus
dibandingkan dengan orang lain.
  Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula
kita mendeteksinya. Sombong  karena materi sangat mudah terlihat, namun
sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi 
karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.
   
  Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan.  Pada tataran yang
lumrah, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self-esteem)
dan kepercayaan diri (self-confidence). Akan tetapi, begitu kedua hal ini 
berubah menjadi kebanggaan (pride), Anda sudah berada sangat dekat
dengan kesombongan. Batas antara bangga dan sombong tidaklah terlalu jelas.
   
  Kita sebenarnya terdiri dari dua kutub, yaitu ego di satu kutub dan
kesadaran sejati di lain kutub. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam
keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan
waktu, kita mulai memupuk berbagai keinginan, lebih dari sekadar yang kita
butuhkan dalam hidup. Keenam indra kita selalu mengatakan bahwa kita memerlukan 
lebih banyak lagi.
   
  Perjalanan hidup cenderung menggiring kita menuju kutub ego. Ilusi ego
inilah yang memperkenalkan kita kepada dualisme ketamakan (ekstrem suka)
dan kebencian (ekstrem tidak suka). Inilah akar dari segala permasalahan. 
  Perjuangan melawan kesombongan merupakan perjuangan menuju kesadaran
sejati.
  
Untuk bisa melawan  kesombongan dengan segala bentuknya, ada dua
perubahan paradigma yang perlu kita lakukan.
  Pertama, kita perlu menyadari bahwa pada hakikatnya kita bukanlah
makhluk fisik, tetapi makhluk spiritual. Kesejatian kita adalah spiritualitas,
sementara tubuh fisik hanyalah sarana untuk hidup di dunia. Kita lahir 
dengan tangan kosong, dan (ingat!) kita pun akan mati dengan tangan
kosong.
  
Pandangan seperti ini akan membuat kita melihat semua makhluk dalam
kesetaraan universal. Kita tidak akan lagi terkelabui oleh penampilan, 
label, dan segala "tampak luar" lainnya. Yang kini kita lihat adalah "tampak 
dalam". 
  Pandangan seperti ini akan membantu menjauhkan kita dari berbagai kesombongan 
atau ilusi ego.
   
  Kedua, kita perlu menyadari bahwa apapun perbuatan baik yang kita
lakukan, semuanya itu semata-mata adalah juga demi diri kita sendiri. Kita
memberikan sesuatu kepada orang lain adalah juga demi kita sendiri. 
  Dalam hidup ini berlaku hukum kekekalan energi. Energi yang kita berikan
kepada dunia tak akan pernah musnah. Energi itu akan kembali kepada kita
dalam bentuk yang lain. Kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali 
kepada kita dalam bentuk persahabatan, cinta kasih, makna hidup, maupun
kepuasan batin yang mendalam. Jadi, setiap  berbuat baik kepada pihak lain, 
kita sebenarnya sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri. Kalau begitu, 
apa yang kita sombongkan dan ngapain juga sombong ?

  
-- 
Best Regard
Erwin Arianto,SE

  -------
   
   

                
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke