Assalaamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh,

Iya ya, kok masih ada orang Islam yang mengkafirkan saudaranya yang Islam.

Saya selalu merasa trenyuk kalau mendengar (terutama dalam siaran infotainment) 
ada seorang selebritis yang mengatakah "AH KITA JALANIN AJA DEH, SEMUANYA KAN 
SUDAH DIATUR OLEH YANG DIATAS". Mengapa dia tidak mau terang2an manyatakan 
bahwa semuanya sudah diatur oleh ALLAH? Kalau yang mengatur dia adalah yang ada 
diatas dia maka siapa yang mengatur teman dia yang ada di Amerika? Apakah teman 
dia (kalau teman dia itu seihwan) harus mengatakan "sudah diatur oleh yang 
dibawah"? Dunai bulat, maka "atas" bagi sang selebritis adalah "bawah" bagi 
temannya yang di Amerika itu.

Wah, ribet juga yah. Kalau kita masih mempertanyakan "DI MANAKAN ALLAH" maka 
ujungnya akan tiba pada pendapat "ngapain kita harus percaya pada sesuatu yang 
kita nggak tahu di mana Dia". Nah yang beginilah yang disebut KAFIR, kan.

Semoga Allah memelihara saya agar tetap yakin dan tidak akan pernah 
mempertanyakan Di Manakah Allah. Semoga Allah mengampuni dosa2 saya. Aamiiin.

Wassalaam,

[EMAIL PROTECTED]





  ----- Original Message ----- 
  From: A Nizami 
  To: syiar-islam ; [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Tuesday, June 19, 2007 5:29 PM
  Subject: [syiar-islam] Di Manakah Allah? Dan Mencegah Fitnah dan Perpecahan


  Assalamu'alaikum wr wb,
  Saya lihat ada artikel yang memuat tentang "Di Mana
  Allah?". Namun sayangnya ayat Al Qur'an yang dia kutip
  hanya sepotong, yaitu Allah ada di langit. Yang
  beranggapan lain, misalnya Allah ada di dekat hambanya
  yang saleh (manusia yang ada di bumi) dianggap kafir
  dan sesat. Ini sudah menjurus pada ghibah dan takfir.

  Yang beranggapan Allah itu dekat juga punya dalil yang
  tegas dari Al Qur'an:

  Allah itu dekat:

  "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan
  mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan KAMI
  LEBIH DEKAT KEPADANYA DARIPADA URAT LEHERNYA"
  [Qaaf:16]

  "Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan,
  padahal kamu ketika itu melihat,
  dan KAMI LEBIH DEKAT KEPADANYA DARI PADA KAMU. Tetapi
  kamu tidak melihat" [Al Waqi'ah:83-85]

  "DAN APABILA HAMBA-HAMBA-KU BERTANYA KEPADAMU TENTANG
  AKU, MAKA (JAWABLAH), BAHWASANYA AKU ADALAH DEKAT. Aku
  mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia
  memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi
  (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman
  kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran."
  [Al Baqarah:186]

  Yang beranggapan Allah ada di mana saja mungkin mereka
  memakai dalil ini:

  "Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka
  KEMANAPUN KAMU MENGHADAP DI SITULAH WAJAH ALLAH.
  Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha
  Mengetahui." [Al Baqarah:115]

  "Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam
  masa: Kemudian Dia bersemayam di atas ?arsy Dia
  mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang
  keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan
  apa yang naik kepada-Nya. Dan DIA BERSAMA KAMU DI MAMA
  SAJA KAMU BERADA. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu
  kerjakan." [Al Hadiid:4]

  Allah di atas 'Arsy:

  "Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah
  menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia
  bersemayam di atas 'Arsy" [Al A'raaf:54]

  "Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa
  yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian
  Dia bersemayam di atas 'Arsy" [As Sajdah:4]

  "Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada
  antara keduanya dalam enam masa, kemudian dia
  bersemayam di atas Arsy" [Al Furqaan:59]

  "(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di
  atas 'Arsy" [Thaahaa:5]

  " Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang
  menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian
  Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala
  urusan...[Yunus:3]

  Apakah ayat-ayat di atas bertentangan? Jika kita pikir
  baik-baik tidak. Semua benar adanya.

  Sebagai contoh (meski tidak sama karena Allah Maha
  Besar dan tidak serupa dengan makhlukNya), jika istri
  saya bilang bahwa saya ada di rumah. Istri saya benar,
  karena malam hari saya ada di rumah.

  Sebaliknya jika teman saya bilang saya ada di kantor,
  dia juga benar karena pagi saya kerja di kantor.

  Atau contoh lain, udara ada di Amerika. Tapi kalau ada
  yang bilang udara juga ada di Indonesia dia tidak
  salah. Karena udara juga ada di Indonesia.

  Jika ada yang bilang sinar matahari ada di matahari,
  dia benar. Tapi jika ada yang bilang sinar matahari
  ada di pekarangan rumahnya juga benar karena sinar
  matahari bersinar ke mana-mana.

  Atau jika ada buaya yang panjangnya 10 meter, maka
  jika ada semut A yang bilang ada buaya di dekat
  lubangnya di dekat ruang tamu. Semut itu benar. Dan
  jika ada semut B bilang bahwa ada buaya di dekat
  lubangnya di dapur. Semut ini juga benar karena buaya
  tersebut amat panjang.

  Tapi sekali lagi Maha Suci Allah dari yang kita
  sifatkan atau pikirkan. Itu hanyalah analogi agar kita
  dapat memahaminya.

  Ada ayat-ayat Al Qur'an lain yang menyebutkan
  singgasana Allah sangat besar. Meliputi langit dan
  bumi:

  Arsy Allah besar meliputi langit dan bumi:

  " . Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah
  tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha
  Tinggi lagi Maha Besar." [Al Baqarah:255]

  "Allah, tiada Tuhan Yang disembah kecuali Dia, Tuhan
  Yang mempunyai 'Arsy yang besar." [An Naml:26]

  "Katakanlah: "Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh
  dan Yang Empunya 'Arsy yang besar?" [Al Mu'minuun:86]

  "Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan
  selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak
  binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai 'Arsy
  daripada apa yang mereka sifatkan." [Al Anbiyaa':22]

  "Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang
  di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada
  orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga)
  kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika
  kamu kafir maka (ketahuilah), sesungguhnya apa yang di
  langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah
  dan Allah Maha Kaya dan Maha Terpuji." [An Nisaa':131]


  Makhluk Allah yang ad adi langit dan bumi bertasbih
  kepada Allah:

  "Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi
  bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah).
  Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." [Al
  Hadiid:1]

  "Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya
  bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga)
  burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing
  telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan
  Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan." [An
  Nuur:41]

  "Bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa
  yang ada di bumi; hanya Allah lah yang mempunyai semua
  kerajaan dan semua pujian, dan Dia Maha Kuasa atas
  segala sesuatu." [At Taghaabun:1]

  "Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di
  langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci,
  Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" [Al Jumu'ah:1]

  Malaikat memikul 'Ars:

  "(Malaikat-malaikat) yang memikul 'Arsy dan malaikat
  yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya
  dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun
  bagi orang-orang yang beriman .." [Mu'min:7]

  Jangan sampai karena pertanyaan "Di mana Allah" kita
  akhirnya mengkafirkan orang yang sudah berkata tidak
  ada Tuhan selain Allah. Mengakui bahwa Allah itu Esa
  dan beribadah kepadanya. Padahal orang itu juga punya
  sandaran dalil Al Qur'an yang jelas.

  Janganlah kita jadi orang sesat yang cenderung
  mentakwilkan ayat-ayat Al Qur'an yang mutasyabihaat
  hanya untuk menimbulkan fitnah dan perpecahan:

  " Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada
  kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang
  muhkamaat[183], itulah pokok-pokok isi Al qur'an dan
  yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat[184]. Adapun
  orang-orang yang dalam hatinya condong kepada
  kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat
  yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan
  fitnah untuk mencari-cari ta'wilnya, padahal tidak ada
  yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. Dan
  orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami
  beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya
  itu dari sisi Tuhan kami." Dan tidak dapat mengambil
  pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang
  berakal." [Ali 'Imran:7]
  [183]. Ayat yang muhkamaat ialah ayat-ayat yang terang
  dan tegas maksudnya, dapat dipahami dengan mudah. 

  [184]. Termasuk dalam pengertian ayat-ayat
  mutasyaabihaat: ayat-ayat yang mengandung beberapa
  pengertian dan tidak dapat ditentukan arti mana yang
  dimaksud kecuali sesudah diselidiki secara mendalam;
  atau ayat-ayat yang pengertiannya hanya Allah yang
  mengetahui seperti ayat-ayat yang berhubungan dengan
  yang ghaib-ghaib misalnya ayat-ayat yang mengenai hari
  kiamat, surga, neraka dan lain-lain. 

  Wassalamu'alaikum wr wb

  ===
  Ingin berdiskusi mengenai masalah ekonomi di Indonesia?
  Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

  __________________________________________________________
  Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who 
knows. Yahoo! Answers - Check it out. 
  http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545433


   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke