Pandangan Hidup; Antara Islam dan Barat
Memasuki abad 21 umat Islam di negeri-negeri yang tertindas menerapkan strategi
operasi istisyhadiyah. Istisyhadiyah artinya adalah mencari kamatian syahid,
sebuah kematian mulia di sisi Allah Swt. Operasi ini membuat negara-negara
barat kebingungan dan ketakutan yang luar biasa. Mereka berangapan bahwa karena
umat Islam sudah sudah putus asa maka mereka melakukan tindakan kalap, bunuh
diri. Bukan hanya orang Barat, bahkan sebagian umat islam pun memiliki
pandangan serupa, dan ulamanya menyerukan bahwa perjuangan dengan bunuh diri
itu adalah haram.
Reaksi masyarakat Barat terhadap operasi istisyhadiyah di Palestina dan
tempat-tempat lain secara jelas menunjukkan adanya perbedaan antara pandangan
hidup Islam dan pandangan hidup mayoritas masyarakat Barat
Pandangan hidup Islam diderivasikan dari tiga sumber; al-Quran, Sunnah, serta
pengetahuan dan keimanan bahwa hidup di dunia ini hanya sebuah etape, yang
penuh dengan tantangan dan ujian menuju kehidupan akhirat yang lebih penting
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan
keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada
Kamilah kamu dikembalikan. Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji
kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi
Maha Pengampun.
Jadi, pandangan hidup seorang muslim adalah pandangan ukhrawi, pandangan yang
didasarkan kepada keputusan Allah, mengikuti jalan yang telah ditetukan oleh
Allah. Pandangan ini adalah manifestasi dari al-Quran dan sunnah, yang bisa
kita tempuh untuk meraih Jannah (sorga). Insya Allah.
Jadi, pandangan itu adalah keyakinan dan pengetahuan bahwa tiada tuhan selain
Allah, hanya Allah saja lah yang memutuskan dan menentukan segala sesuatu; Dia
saja lah yang bisa memberikan kemenangan atau kekalahan; Dia saja lah yang bisa
memberikan keamanan dan kedamaian, dan Dia saja lah yang berhak menentukan
garis jalan kehidupan kita. Singkat kata, keyakinan dan pengetahuan ini adalah
esensi tauhid.
Itulah (karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu), dan sesungguhnya Allah
melemahkan tipu daya orang-orang yang kafir. (al-Anfal:18)
Tampak perbedaan yang sangat kontras antara pandangan hidup dunia Barat dengan
pandangan hidup Islam. Pandangan hidup Dunia Barat adalah pandangan untuk
mencapai kebahagiaan dan kemakmuraan materi; pandangan untuk mendapatkan rasa
aman -baik secara personal maupun nasional- sehingga militernya boleh melakukan
aksi offensif; pandangan yang meyakini bahwa setiap individu memiliki kebebasan
memilih dan menentukan, atau membuat nasib mereka sendiri. Bahkan, dunia Barat
meyakini bahwa hukum-hukum kemanusiaan dan sistem pemerintahan mereka dapat
mendatangkan kebahagiaan, keamanan, kemakmuraan, yang mereka inginkan. Lebih
dari itu, di Barat ada di antara masyarakat atau bahkan pada pemerintahannya
meyakini bahwa mereka memiliki hak dan tugas untuk memaksakan hukum mereka,
metode, dan sistem pemerintahan mereka terhadap suatu bangsa. Itulah, ada suatu
sikap arogan yang terdapat pada sebagian kepercayaan Bangsa Barat, bahwa
hukum-hukum kemanusaan dan metode mereka adalah superior.
Keyakinan Barat dan kebiasaan arogan ini, memiliki banyak bukti sejak serangan
pada Jumadi Tsani. Di antaranya adalah intervensi Barat di Afghanistan, dimana
kekuatan militer Barat telah digunakan untuk melumpuhkan pemerintahan Islam
dan menyokong pemerintahan boneka pro-Barat. Bukti yang lain adalah adanya
penangkapan daan pemenjaraan terhadap mujahidin di berbagai belahan dunia.
Mencari Surga
Pandangan Islam adalah bukti utama dalam operasi syahid (istisyhad).
Orang-orang yang melakukan operasi demikian benar-benar meyakini bahwa meraka
melakukan sesuatu yang benar menurut kriteria Islam (al-Quran dan Sunnah)
sebagaimana mereka berusaha, insya Allah, untuk mempraktekkan keyakinan Islam
bahwa hidup ini adalah suatu kesempatan, suatu alat untuk meraih sorga. Itulah,
kaum muslimin sebagaimana halnya mujahidin memahami bahwa Allah akan memberi
balasan terhadap orang-orang yang melakukan praktek jihad; yang menyerahkan
kehidupan dunianya untuk mendapatkan pahala.
Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan
akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah,
lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya
pahala yang besar. (An-Nisa:74)
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah
orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.
(Ali Imran:142)
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda; Barangsiapa bertemu dengan Allah
tanpa ada bekas jihad maka ia menemui Allah dan pada dirinya ada tandanya [HR
At-Tirmidzi]
Adalah suatu pernyataan jujur untuk mengatakan bahwa mayoritas orang Barat
mengutuk operasi istisyhad atas dasar pandangan barat, menggunakan kriteria
Barat. Sebab mereka salah dalam memahami keyakinan muslim bahwa hidup ini bagi
kita hanyalah suatu alat, suatu ujian. Mereka juga salah dalam memahami bahwa
kaum muslimin sudi mengorbankan kehidupan mereka untuk melaksanakan tugas
Islam, penuh kepercayaan bahwa apa yang dilakukan oleh beberapa orang islam itu
adalah keputusan Allah swt dan dilakukan dengan penuh harapan untuk mendapatkan
balasan sorga.
Intinya, ini semua dapat diungkapkan dengan singkat kata; orang islam
menempatkan kepercayaan terhadap Allah sebagai penguasa mutlak. Sedangkan
bangsa Barat pada umumnya percaya kepada kekuatan sendiri, keyakinan mereka,
keberanian mereka dan keinginan pemerintah mereka untuk melayani mereka dengan
mewujudkan keamanan dan kesuksesan.
Bagi muslim, sesuatu yang paling penting adalah kehidupan akhirat; dengan
melakukan sesutau yang menjadi kewajibannya kelak akan mendapatkan balasan
pahala dari Allah, sehingga ada suatu kemungkinan untuk meraih sorga. Jadi,
kehidupan makhluk saat ini dengan dengan segala bentuk keamanan, kebahagiaan
individu, kenikmatan, dan kesenangan duniawi hanyalah bersifat sekunder.
Apabila seorang muslim ditawari untuk memilih antara keamanan, kebahagiaan
individu, kenikmatan, dan kesenangan duniawi ataukah sorga, maka seorang
muslim akan memilih jannah (sorga)
Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang
Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu
tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak.
Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula)
perhiasannya , dan pemilik-permliknya mengira bahwa mereka pasti menguasasinya
, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami
jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit,
seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan
tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berfikir. (24) Allah menyeru
(manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya
kepada jalan yang lurus (Islam) (25) Dari Anas, dari nabi saw bahwasannya
beliau bersabda; tidak ada seoraang hamba pun yang mati lalu ia mendapatkan
ganjaran yang baik masih menginginkan untuk dikembalikan ke dunia, padahal
kalau dia
kembali ke dunia akan mendapatkan dunia daan segala isinya; kecuali orang yang
mati syahid, karena ia melihat keutamaan mati syahid maka ia ingin dikembalikan
ke dunia lagi sehingga bisa teerbunuh sebagai syahid sekali lagi [al-Bukhari
dan Muslim]
Ini menunjukkan bahwa ada muslim, khususnya di barat, telah lupa bahwa
kehidupan kita di atas planet yang bernama bumi saat ini hanyalah satu
kesempatan yang tidak akan kembali lagi untuk mendapatkan kesempatan masuk ke
dalam sorga, dan bahwa salah satu bekal terbaik untuk dapat masuk sorga adalah
dengan berusaha keras, dan bila perlu jika mati di jalan Allah.
wallahu Alam
oleh: Syaikh Omar Bakrie Muhammad
---------------------------------
Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s user panel
and lay it on us.
[Non-text portions of this message have been removed]