janji Alloh dalam QS Al Hajj[22]:41 yang dikutip pasti benar.. tetapi
ada yang bertanya kenapa sudah berabad-abad ummat Islam berada dalam
keterbelakangan..? bukannya sedikit yang sudah berjuang bahkan dengan
pengorbanan yang tak ternilai.. harta, keluarga, darah bahkan nyawa..
apa yang salah..
kenyataannya sekarang ini memang pahit.. ada beberapa sebab dan
bermacam-macam penyakit, hal itulah yang menjerumuskan umat ke dalam
musibah-musibah, bencana-bencana dan ujian-ujian ini. Umat tidak akan
dapat keluar dan melepaskan diri dari semua musibah ini, kecuali dengan
taufik Allah Azza wa Jalla , dengan tambahan karunia dan kenikmatan
dari-Nya.
Alloh subhanahu wata'ala berfirman dalam QS Ar-Ra'd[13]:11
"Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka
merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri"
Sungguh, Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum, yang sebelumnya
memiliki kemuliaan, ketahanan, kekuatan, dan memiliki peran, serta
keteguhan, menjadi kaum yang lemah, penuh kekurangan, tercabik-cabik dan
terpuruk, sampai kita sendiri mau merubah keadaan yang ada pada diri
kita, yang berupa gejala-gejala buruk dalam menyikapi agama. Yang
terburuk adalah kesalah pemahaman terhadap agama, dan yang paling parah
yaitu kedangkalan ilmu, sampai ummat Islam kembali kepada masa lalunya
yang mulia dan reputasinya terdahulu.
untuk membangkitkan ummat dapat dimulai dari pemikirannya.. kalau dalam
Majalah ISLAMIA Thn II No.5, April-Juni 2005 dikupas Epistemologi Islam
& Problem Pemikiran Muslim kontemporer. makalah-makalah dalam isinya
mengupas krisis epistemologi dalam tubuh umat Islam yang ditengarai
menjadi kontributor utama perpecahan dalam tubuh ummat Islam dan
menjadikan ummat Islam lemah. Makna istilah dalam Islam telah mengalami
pergeseran sedikit demi sedikit.
Perhatikan dialog antara Abu Sufyan yang masih dalam kekufurannya
-padawaktu itu- dengan Umar bin Khaththab, tatkala kaum musyrikin
mendapatkan kemenangan dalam perang uhud. Abu Sufyan berkata:
Agungkanlah Hubal, kemudian nabi memerintahkan Umar bin Khaththab untuk
menyanggah dengan (perkataan) : "Allah lebih besar dan lebih tinggi".
Ini merupakan sebagian dalil dari al kitab dan as Sunnah yang menunjukan
bahwa izzah (kebesaran) hanya milik Allah, RasulNya dan Islam.
Apabila kita telah mengetahui bahwa kebesaran itu milik Islam, apakah
yang dimaksud dengan izzah dalam Islam, dan bagaimana Islam bisa
mengangkat kaum muslimin dari konsep kebesaran jahiliyah menuju kosep
izzah imani. Renungkanlah ayat ini, kita lihat dan bandingkan dengan QS
Al-Munafiqun[63]: 8 "Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi
Rasul-Nya dan bagi orang-orang mu'min, tetapi orang-orang munafik itu
tiada mengetahui"
Lihatlah, Abdullah bin Ubay bin Salul, pimpinan kaum munafqin dalam
perang bani Musthaliq. Setelah orang-orang pulang dari perang tersebut
-termasuk Rasulullah- dia memunculkan ide penyebaran hadits ifk (berita
palsu). Dia menuduh ummul mukminin ash Shiddiqah bin ash Shiddiq
('Aisyah) dengan tuduhan zina. Wal iyyadzu billah. Lihatlah, ia
mengalihkan peperangan ke rumah beliau, pada kehormatan beliau. Dalam
suasana panas penuh isu, simpang-siur sarat berita bohong, orang munafik
ini ingin memanfaatkan kesempatan ini, atau ingin menghantam beliau,
atau ingin memancing dalam air keruh.
Pada situasi demikian ia mengatakan:
"Sesungguhnya jika telah kembali ke Madinah, benar-benar orang yang kuat
akan mengusir orang-orang yang lemah darinya". Yang ia maksud dengan
orang yang kuat adalah dia sendiri. Sedangkan yang ia maksud orang yang
lemah adalah Rasullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Inilah konsep izzah
dalam kaca mata jahiliyah, membanggakan diri, membanggakan kedudukan
sosial, dengan nasab, nenek moyang, golongan, banyaknya pengikut,
banyaknya harta, dengan jabatan dan harta. Inilah izzah menurut
jahiliyah.
Dalam masalah berita palsu ini, Allah tidak membiarkan ada orang yang
membantah para penyebar isu berita palsu tersebut. Yang membantah adalah
langsung Allah sendiri. Allah merehabilitasi nama baik Ummul Mukminin
dalam sebelas ayat pertama dari surat An-Nur. Sementara di dalam surat
Al-Munafiqin, Allah membantah Abdullah bin Ubay bin Salul (dengan
firmanNya).
QS Al-Munafiqun[63]: 8
"Artinya : Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi RasulNya dan
bagi orang-orang mu'min, tetapi orang-orang munafik itu tiada
mengetahui"
Firman Allah ini seolah-olah mengatakan, tidak ada kebesaran kecuali
milik Allah. Dialah yang maha perkasa dan bijak, Maha kuat dan
perkasa.Tidak ada kebesaran, kecuali milik Allah. Tidak ada kejayaan,
kecuali bersama dengan Allah. Siapa saja yang tergantung dengan yang
maha kuat, niscaya ia menjadi insan yang kuat. Oleh karena itu,
Rasulullah berpegang dengan Allah, sehingga ia menjadi kuat. Dan
demikian pula dengan kaum mukminin, mereka berpegang kepada Allah dan
RasulNya, mereka menjadi insan-insan yang kuat.
Inilah makna izzah dalam kosep imani, bangga diri dengan agama, dengan
Allah, Rasul, amal shalih, ilmu yang bermanfaat, serta dakwah kepada
Allah. Lihatlah, bagaimana konsep Islam mengangkat manusia dari
permukaan bumi menuju ketinggian izzah. Menuju tingginya tekad.
Kendatipun jasad-jasad mereka bersentuhan dengan yang ada di bumi,
tetapi jiwa-jiwa mereka terikat dengan malail a'la (majlis yang paling
tinggi), dengan kenikmatan-kenikmatan yang ada di sisi Allah. Jadi izzah
milik Islam.
Tidak ada kebesaran kecuali milik Allah. Dan siapa saja yang bersama
dengan yang maha perkasa, ia menjadi perkasa Dan siapa saja yang mencari
kejayaan dengan selain Allah, niscaya akan hina. Faktor paling besar
yang mendukung kukuhnya izzah ini, adalah aqidah Islamiyyah. aqidah ini
bertumpu pada tauhidullah (mentauhidkan Allah), terhadap dzatNya,
tindakan-tindakanNya dan asma wa sifatNya,Tidak ada dzat yang berhak di
sembah kecuali Allah. Karena itu, barang siapa menyambah Allah, ia
menjadi insan yang perkasa. Dan orang yang meyekutukan Allah, akan
menjadi manusia hina. Allah-lah yang mengangkat derajat atau menghinakan
seseorang. Allah berfirman dalam QS Ali-Imron[3]: 26 "Artinya : Dan
Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau hinakan orang
yang Engkau kehendaki"
Barang siapa konsisten pada aqidah yang benar dan tauhid yang lurus,
niscaya Alloh akan memuliakannya dengan aqidah dan agama ini. Dan barang
siapa yang menyimpang darinya, hendaknya tidak mencela kecuali dirinya
sendiri saja.
________________________________
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of gunawan
Sent: Thursday, June 14, 2007 6:56 PM
To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: [syiar-islam] Kemenangan Islam Pasti Dan Segera Datang
Kemenangan Islam Pasti Dan Segera Datang
Jumat, 08 Juni 07 - oleh : Teguh_GP Jember
Sesungguhnya berbagai petunjuk dan kabar gembira - dari nash-nash
Al-Qur'an dan As-Sunnah, dengan adanya berbagai kemajuan teknologi
mutakhir yang amat pesat, menyebabkan umat Islam kini tersadar dan
bangkit dari tidur yang panjang. Karena seruan dari orang-orang yang
ikhlas (dari umat ini), kini umat Islam mulai bangkit mempersiapkan
posisinya dan peran sertanya.
Dimana-mana sering kita mendengar perkataan : "Islam telah dating"
maksudnya yaitu Islam akan berjaya lagi. Dan kemenangan yang dijanjikan
akan datang setelah terpenuhi semua sebab-sebab dan terkumpulnya semua
sarana.
"Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)Nya.
Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (yaitu) orang-orang yang
jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka
mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh yang ma'ruf dan mencegah
yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan (QS.
Al-Hajj:40-410.
Ketika ada diantara mereka yang diketahui oleh Allah Azza Wa Jalla
bahwasannya mereka mampu bersabar hingga pertolongan Allah telah tiba
dan sifat Al-Wafa' (yaitu menyempurnakan segala sebab dan syarat) dalam
menegakkan dien ini dengan berusaha sekuat tenaga karena mengharap
ridho-Nya, maka Allah akan memberikan pertolongan-Nya.
Oleh karena itu wajib bagi kita untuk mengingatkan segolongan orang dari
umat ini yang pesimis, dengan mengatakan kepada mereka: "Justru ketika
kondisi umat ini begitu memprihatinkan, dan makar musuh semakin hebatnya
maka ketika itu pulalah datang pertolongan untuk agama-Nya dan kemengan
untuk wali-Nya".
Realitas Kaum Muslimin dan Agenda Vital Ummat
Ummat Islam bagaikan tubuh. Setiap tubuh mempunyai darah yang
menyebabkan seseorang menjadi sehat, ketika darah tersebut bersih dan
baik. Jika seseorang kekurangan darah atau kehabisan darah, dia akan
menjadi lemas, tidak bisa bangkit dan melakukan aktivitas hidupnya
secara normal.
Ummat Islam saat ini dalam keadaan menderita, sakit dan lemah.
Dimana-mana mereka ditimpa masalah. Semua umat Islam yang mempunyai
jumlah terbesar di dunia dibanding dengan penganut agama lain, mereka
ternyata tidak berdaya menghadapi musuh yang kecil sekalipun, seperti
Israel.
Dimana-mana kaum muslimin mempunyai masalah. Di Indonesia, Iraq,
Bangladesh dan Sudan, banyak umat Islam yang kelaparan. Di Bosnia,
Albania dan Checnya, banyak umat Islam dibunuh dengan biadad oleh
orang-orang kafir.
Jika kita mau merenungkan realitas kaum muslimin saat ini secara
mendalam, pasti kita akan menemukan masalah tersebut bukanlah masalah
vital. Sebab masalah vitalnya adalah karena hukum Islam tidak diterapkan
oleh umat ini. Secara umum, negeri-negeri tersebut menerapkan hukum
Islam, tetapi hanya sebagian-sebagian saja. Disamping itu, rata-rata
semuanya dikendalikan oleh adidaya, Amerika, Inggris dan sebagainya.
Inilah realitas kaum muslimin saat ini. Maka, bisa dikatakan bahwa
masalah vital ummat Islam saat ini adalah mengembalikan hukum Islam
untuk diterapkan kembali secara total di negeri-negeri mereka, atau
dengan kata lain mereka harus menjadikan Islam sebagai ideologi mereka
untuk diterapkan dalam kehidupan mereka. Ideologi Islam bagi ummat Islam
ini bagaikan darah yang akan mengembalikan kehidupan mereka. Juga yang
akan menyembuhkan mereka dari sakit yang mereka derita.
Cara Membangkitkan Umat
Hakikat kebangkitan adalah kebangkitan berfikir. Dari berfikir hewani
yang sekadar berfikir untuk hidup, meningkat menjadi berfikir manusiawi
yang berusaha memperjuangkan kemuliaan manusia dengan ideologi tertentu.
Berfikir ideologis inilah yang menjadikan ummat Islam dahulu bangkit dan
mampu menguasai dunia meskipun hanya berkendaraan unta dan kuda. Sebab
teknologi hanyalah sarana, yang sifatnya bisa berubah. Tetapi ideologi
tidak akan pernah berubah terutama Islam. Karena itu Islam tetap
merupakan ideologi. Islam tetap mampu dan layak untuk memimpin dunia.
Bukti-bukti normatif, empirik dan historis telah cukup untuk
mengembalikan darah segar umat Islam ini, agar kembali bangkit dan
menguasai kembali. Tanpa darah ini, ummat ini mustahil bisa bangkit dan
merebut kembali dunia dalam genggamannya.
Maka tidak ragu lagi, ummat ini akan bangkit jika Islam kembali dikuasai
oleh ummat ini dengan benar, sehingga tubuh ummat ini akan menjadi
segar, karena "darah"nya bersih. Islam yang melipu thought dan method,
Islam yang lengkap dengan spiritualisme dan politiknya. Islam yang
lengkap sebagai agama dan ideologi.
[Non-text portions of this message have been removed]