4.1.3. Utsman bin Affan
Hampir semua sahabat Nabi memiliki keunikan sendiri-sendiri. Bersinergi
dan berpadunya kompetensi yang unik tersebut menjadikan barisan Rasululah dan
sahabat menjadi barisan yang kuat, kokoh dan maju.
Softness (Kelembutan)
Keunikan Utsman bin Affan terletak pada kelembutan dan sifat pemalunya.
Beliau adalah sahabat yang sangat lembut dan pemalu. Meskipun, tentu saja dapat
bersikap garang. Karena beliau juga mengikuti hampir seluruh peperangan bersama
Nabi. Kecuali perang Badar, karena ia sedang merawat istrinya, Ruqayyah yang
sedang sakit.
Suatu hari Rasulullah tidur terlentang, sedang kedua betisnya terbuka.
Abu Bakar dan Utsman meminta masuk dan beliau tetap membiarkan betisnya
terbuka. Tatkala Utsman meminta izin masuk, beliau langsung menutup betisnya
dan berkata, "Bagaimana aku tidak merasa malu dengan orang yang malaikat saja
malu kepadanya" (HR Muslim).
Rasulullah bersabda, "Umatku yang paling pengasih adalah Abu Bakar,
yang paling keras menegakkan agama Allah adalah Umar, yang paling pemalu adalah
Utsman ..."(HR Ahmad & HR Tirmidzi)
Syaikh Khalid Muhammad Khalid berkata, "Ustman memiliki banyak watak
yang penuh dengan kebaikan dan harga diri. Dari pribadinya memancar bau
semerbak kasih sayang dimanapun anda menjumpainya."
"Kasih sayang yang tersebar dalam kehidupannya seperti air mengalir
dalam batang yang hijau. ....kita dapati kasih sayangnya menjadi pelita seluruh
hidupnya."
"Kasih sayang telah meresap dalam hdup dan tingkah lakunya.
....kesetiannya terhadap kasih sayang jauh lebih kuat dibanding hidup tanpa
mendapatkan tempat di barisan terdepan dari orang-orang yang penyayang dan
shalih."
"Ia seorang yang taat kepada Allah dan penyayang. Ia suka berpuasa di
siang hari, sholat di malam hari, dan hatinya memancarkan kasih sayang."
Utsman ??? ???? ???berkata terhadap dirinya, "Aku tidak pernah berzina
maupun mencuri, baik di masa jahiliyah maupun di masa Islam." Adakah diantara
kita yang memiliki sejarah yang begitu bersih dan jernih sebagaimana Utsman?
&rB*`* d*qu %s*Z*M* *u#Rt$!*u [EMAIL PROTECTED] *y$`**Y# ru%s$!**JV$ *st**x**
#$yFz**ton ru*t**_*q#( *uq*Hups *u/n*m** 3 [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED]
*o**Gtq** #$!*%***t *t**>sH*qbt ru#$!*%***t w* *t**=nJ*qbt 3 )*R*Jy$ *tGt*x.***
&*r'9*q#( #${F9*7t*=*
"ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan
berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat
Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan
orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang
dapat menerima pelajaran." (Az Zumar ayat 9)
Siapakah yang dimaksud dengan ayat tersebut. Abdullah bin Umar ???
???? ??? berkata, "Ia adalah Utsman."
Sikap lembutnya juga ditunjukkan oleh beliau dalam membantu kesulitan
kaum muslimin.
Charitbale (Dermawan)
Utsman adalah sosok yang sangat dermawan. Ia pernah menanggung semua
perlengkapan separuh dari pasukan kaum muslimin dalam perang 'asrah. Saat itu,
ia mendermakan 300 ekor onta dan 50 ekor kuda lengkap dengan segala
peralatannya. Kemudian ia datang membawa seribu dinar dan memberikannya di
hadapan Rasulullah. (HR Tirmidzi).
Diantara kemurahan hati dan sedekah yang diberikannya di jalan Allah
SWT yaitu ketika Rasulullah menyiapkan tentara dalam perang Tabuk. Imam Ahmad
meriwayatkan, "Bahwa Utsman datang dengan membawa 1000 dinar dibajunya lalu
menuangkannya di kamar Rasulullah SAW. Lalu Nabi bersabda, "Utsman tidak akan
miskin karena melakukan hal ini."
Ibnu Syihab Zuhri meriwayatkan bahwa pada perang Tabuk Utsman membawa
lebih dari 940 onta, kemudian membawa 60 kuda untuk menggenapinya menjadi
seribu." Kini berarti setara dengan 1000 mobil.
Ia juga pernah membeli sumur Raumah dari seorang Yahudi. Setelah itu ia
mewakafkannya. Kemudian kaum muslimin memanfaatkannya sebagai sumber air minum.
Menurut riwayat Al Baghawi ia membeli sumur tersebut dengan harga 35.000 dirham.
Ibnu Abbas??? ???? ??? berkata, "Ketika orang-orang mengalami paceklik
di masa pemerintahan Abu Bakar. Abu Bakar berkata kepada mereka insya Allah
besok sore kalian dibebaskan Allah dari kesulitan.
Besok paginya datang kafilah Utsman. Para pedagang datang kepada utsman
dan meminta kepadanya supaya menjual barang-barang tersebut kepada mereka.
Utsman bertanya kepada mereka, "Berapa keuntungan yang akan kalian
berikan kepadaku?" Mereka menjawab, "Sepuluh dengan dua belas." Utsman berkata,
"Saya telah mendapat lebih dari itu." Pedagang-pedagang tersebut bertanya,
"Siapa yang menambahimu sedangkan kami adalah pedagang-pedagang Madinah."
Utsman menjawab, "Ia adalah Allah, Dia menambahiku setiap dirham dengan sepuluh
dirham, maka apakah kalian bisa menambahiku?" Pedagang-pedagang tersebut
berlalu dan Utsman berkata, "Yaa Allah kuberikan barang-barang ini kepada
orang-orang miskin di Madinah tanpa bayar dan tanpa perhitungan."
Kesabaran Utsman bin Affan RA (Patient/PT)
Utsman RA adalah sahabat yang sangat-sangat sabar. Beliau menghadapi
berbagai cobaan dan ujian dengan tabah.
Ketika beliau masuk Islam, pamannya Al Hakam bin Al 'Ash bin Umayyah
menangkapnya dan mengikatnya dengan tali. Lalu Hakam berkata, "Apakah kamu
membenci agama nenek moyangmu dan kamu berganti dengan agama yang baru? Demi
Tuhan saya tidak akan melepaskanmu dari ikatan ini hingga kamu meninggalkan
agama yang kamu anut sekarang juga."
Utsman berkata, "Demi Allah! Saya tidak akan meninggalkan agama ini
untuk selamanya, dan saya tidak akan memisahkan diri darinya! Melihat keteguhan
dan kesabaran Utsman, akhirnya Al hakam meninggalkan Utsan RA.
Kesabaran dan ketabahan lainnya adalah tatkala terjadi huru hara dalam
pemerintahannya yang dipicu dan diprovokasi oleh orang-orang khawarij. Beliau
juga tetap dalam kesabaran.
Padahal jika mau, pada saat itu beliau dapat minta bantuan sahabat
Anshar dan Muhajirin untuk mengawalnya. Atau dengan mengasingkan diri ke luar
daerah. Atau dengan melepaskan kekhalifahan. Namun demi menjaga persatuan umat
Utsman rela dirinya dijadikan sasaran pembunuhan oleh kaum durjana.
Maka benar sabda Rasulullah SAW, "Dia (Utsman) akan dibunuh dengan cara
yang zhalim pada suatu peristiwa." (HR Tirmidzi dari Ibnu Umar).
Dalam riwayat Ibnu Asakir dari Zaid bin Tsabit, Rasulullah bersabda,
"Utsman datang kepadaku, dan pada saat itu ada seorang malaikat bersamaku, dia
berkata, "Dia akan mati syahid dan akan dibunuh oleh kaumnya..."
Ibnu Asakir meriwayatkan dari Abdurrahman bin Mahdi dia berkata, "Dua
sifat yang dimiliki oleh Utsman dan tidak dimiliki Abu Bakar maupun Umar, yaitu
kesabarannya saat dikepung hingga ia terbunuh serta penghimpunan mushaf
Alqur'an dalam bentuknya sekarang."
Leadership
Meskipun tidak seperti Abu Bakar dan Umar, namun Utsman juga memiliki
watak kepemimpinan yang tidak diragukan lagi. Buktinya hampir seluruh sahabat
sepakat memba'iat Ustman sebagai khalifah pengganti Umar.
Pasca terbunuhnya khalifah Umar, Abdurrahman bin 'Auf bertanya kepada
kaum muhajirin dan anshar, "Menurut anda siapa yang patut menjadi khalifah
setelah Umar?" Semua orang yang ditanya dan diminta pendapatnya selalu
mengatakan, "Utsman.". Maka segera ia membai'atnya dan diikuti bai'at oleh
masyarakat secara masal.
Ibnu Mas'ud berkata, "Kami membai'at orang terbaik diantara kami."
Dalam riwayat lain dinyatakan, "Kami mengangkat orang terbaik (sebagai
pemimpin) dan kami sungguh-sungguh."
Bukti lainnya adalah dimasa Utsman banyak wilayah dan daerah baru yang
ditaklukkannya. Sehingga wilayah Islam membentang jauh dari Timur hingga ke
Barat. Terbentang dari Sind di sebeah Timur, Kaukasus di sebelah utara, Afrika
dan pulau-pulau Mediteranian di sebelah Barat dan Habasyah (Ethiopia) di
sebelah selatan. Ibnu Katsier berkata, "Semua itu benar-benar terbukti dan
terjadi pada masa Utsman RA."
Yang termasuk negeri-negeri tersebut adalah Hamazan, Rayy, Safur,
Arjan, Asfahan, Astakhar, Jurjan, Kabul, Sijistan, Tabristan, Azarbaijan,
Armenia, Afrika, Ethiopia, Siprus, Malta dll.
Utsman pula yang membentuk armada angkatan laut Islam untuk pertama
kalinya. Sebelumnya Umar menolak hal itu karena khawatir terhadap tentara
muslim yang belum berpengalaman perang di laut. Utsman mebentuk armada laut dan
memperoleh kemenangan besar dalam perang di atas kapal laut. Dan menyerang
armada-armada yang sombong (armada laut Byzantium) dan kemudian menaklukkan
pulau-pulau di Mediterania.