Memuliakan Anak Perempuan 

Oleh : Aris Solikhah 

  ''Barangsiapa mempunyai anak perempuan, tidak dikuburkannya anak itu 
hidup-hidup, tidak dihinakannya, dan tidak dilebihkannya anaknya laki-laki dari 
perempuan itu, maka Allah memasukannya ke dalam surga dengan sebab dia.'' (HR 
Abu Dawud).
   
  Di masa Rasulullah, ada seroang ibu miskin membawa kedua putrinya ke hadapan 
Aisyah. Aisyah kemudian memberinya tiga kurma. Ibu miskin ini membagikan 
masing-masing satu kurma untuk anaknya dan sisanya untuk dirinya. Kedua anaknya 
makan dengan sangat lahap. Ketika sang ibu hendak memakan kurmanya, tiba-tiba 
kedua anaknya mencegahnya. Melihat kedua putrinya masih lapar, ibu miskin itu 
tidak memakan kurmanya dan malah membagi kurma menjadi dua bagian untuk 
masing-masing anaknya. 
   
  Aisyah mengadukan hal ini pada Rasulullah yang lalu bersabda, ''Barangsiapa 
yang ada padanya tiga orang anak perempuan dia bersabar dalam mengasuhnya, 
dalam susahnya dan dalam senangnya, dia akan dimasukkan Allah ke dalam surga, 
karena rahmat Allah terhadap anak-anak itu.''
   
  Seorang laki-laki kemudian bertanya, ''Bagaimana kalau hanya dua, ya 
Rasulullah?'' Beliau menjawab, ''Dan berdua pun begitu juga.'' Datang pula 
seorang laki-laki bertanya, ''Bagaimana kalau hanya satu orang?'' Beliau 
menjawab, ''Satu orang pun begitu juga!'' (HR Al Hakim dari Abu Hurairah).
   
  Dari hadis Rasulullah kita memahami betapa Islam sangat memuliakan anak 
perempuan. Seorang anak perempuan yang diasuh, dididik, dibina, diberikan 
penghidupan layak, tak dibedakan dengan anak laki-laki, tumbuh menjadi sosok 
solihah mampu membawa kedua orang tuanya ke surga. 
   
  Rasulullah secara khusus bersabda pada umatnya tentang keberuntungan anak 
perempuan dan memiliki saudara atau kerabat perempuan. ''Barang siapa yang 
mengeluarkan belanja untuk dua anak perempuan, atau dua saudara perempuan, atau 
kaum kerabat perempuan yang patut disediakan belanja untuk keduanya, sehingga 
keduanya diberi Allah kecukupan atau kemampuan, jadilah keduanya itu dinding 
(pelindung) dari neraka.'' (HR. Ibnu Hibban dan At Thabrani).
   
  Memang Islam sudah mengangkat harkat martabat perempuan, namun dalam 
pelaksanaannya di masyarakat, terkadang sebuah keluarga dianggap belum sempurna 
tanpa kehadiran anak laki-laki. Anak perempuan masih dipandang sebelah mata.
  Menurut sebuah data, 1,4-2,1 juta perempuan Indonesia bekerja di luar negeri. 
Sering terdengar penganiayaan terhadap mereka. Belum lagi, sebanyak 240 ribu 
bekerja sebagai pekerja seks komersial (PSK). Saatnya menebar peduli bagi 
mereka. 


http://www.republika.co.id/kolom.asp?kat_id=14

Kemajuan mustahil terjadi tanpa perubahan. Dan, mereka yang tak bisa mengubah 
pemikirannya tak bisa mengubah apa pun. (George Bernard Shaw, 1856-1950)
  pustaka tani
  kampusku
  nuraulia
Griyaku, Griya Female Reader: Gabung yuk! : [EMAIL PROTECTED]
       
---------------------------------
Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles.
Visit the Yahoo! Auto Green Center.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke