Hakikat Hidayah
Oleh : AS Rumawan Hidayat
Sebagian orang berpandangan bahwa hidayah itu gratis dari Allah dan akan
diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki. Sehingga, mereka beralasan ketika
masih dalam kemaksiatan, ''Kita kan belum dapat hidayah.''
Di sisi lain, ada orang yang tidak ingin memperoleh hidayah. Mereka
menganggap petunjuk agama hanya seperti candu yang tidak membantunya sama
sekali dalam meraih kesuksesan. Benarkah hidayah diberikan gratis, tanpa upaya
dari kita untuk meraihnya? Hidayah terambil dari huruf-huruf ha', dal, dan ya',
yang artinya menunjuki atau menuntun kepada sesuatu. Sedangkan dalam Alquran
dan sunah dipakai untuk sesuatu yang dapat mengantarkan kepada kebenaran agama.
Dalam konteks ini, Alquran disebut hidayah karena mampu mengantarkan kepada
kebenaran.
Allah SWT berfirman, ''Sesungguhnya Alquran ini memberikan petunjuk kepada
yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mukmin yang
mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar. (QS Al Isra
[17]: 9).
Rasulullah juga disebut hidayah karena mampu mengantarkan pada jalan yang
benar. Allah SWT berfirman, ''.... Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) memberi
petunjuk ke jalan yang lurus.'' (QS As Syura [42]: 52). Allah SWT memberi
hidayah kepada siapa saja yang dikehendaki. Namun, hal ini bukan berarti Allah
SWT memberi hidayah kepada siapa saja tanpa syarat. Karena, Allah hanya memberi
petunjuk kepada mereka yang siap dan lapang dalam menyambut kedatangannya.
Allah SWT tidak akan memberi hidayah kepada orang yang berpaling, menutup
diri, dan kontinu dalam kemaksiatan. Sehingga, Allah SWT tidak akan memberi
petunjuk kepada orang kafir, zalim, dan fasik, sebagaimana firman-Nya dalam
surat Al Baqarah ayat 264, Al Maidah ayat 51 dan 108. Di sisi penerima hidayah,
dia harus bisa mengambil keputusan secara tepat.
Berpikir secara sungguh-sunguh dan ikhlas menjadi keniscayaan agar tidak
tergelincir kepada jurang kesesatan. Allah SWT berfirman, ''Dan kami telah
memberi petunjuk kepadanya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada yang
kufur. Sesungguhnya kami yang menyediakan bagi orang-orang kafir rantai
belenggu, dan api neraka yang menyala-nyala. Sesungguhnya orang yang berbuat
kebaikan minum dari gelas yang berisi minuman kafur (dari mata air syurga yang
lezat).'' (QS Al Insan [76]: 3-5). Raihlah hidayah, dan tetapkan hati untuk
meraih damai bersama-Nya.
republika.co.id
---------------------------------
Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to see what's on,
when.
[Non-text portions of this message have been removed]