JANGAN SEDIH KARENA DIMISKINKAN
Aku senang memperhatikan banyak kejadian peristiwa2 yg terjadi pada diri
sendiri, keluarga maupun lingkungan orang2 yg berada disekitarku. Yang menarik
hatiku adalah pada saat seseorang ditimpa kejadian buruk, jarang sekali orang
mengambil hikmah bahwa ternyata itu terbaik untuk dirinya dari Allah, karena
Allah mengasihinya.
Contoh satu kasus yaitu berapa banyak orang2 kaya dan konglomerat yg tiba2
bangkrut dan habis semua harta bendanya, kemudian menyalahkan semua orang yg
berada disekitarnya, ataupun frustasi dan melakukan tindakan2 bodoh yg
mendzolimi dirinya maupun orang lain.
hmm..ada beberapa kasus, dimana saat kejayaannya dan saat hartanya berlimpah,
orang tsb selalu saja melakukan tindakan2 maksiat yg menimbulkan dosa2 besar
spt berjudi, berzina, mabuk2an, berkumpul dengan orang2 yg tidak baik, lupa
kewajiban dirinya terhadap Tuhannya maupun keluarganya dlsbnya. Tanpa ada
satupun orang disekitarnya yg mampu melarang perbuatannya, dengan alasan takut,
tidak enak atau maupun HAM.
Namun suatu saat jatuh miskin karena bangkrut semua usahanya, hingga tidak
lagi mampu berjudi, berzina, mabuk2an dan berfoya2 dengan orang2 yg tidak baik,
karena untuk lakukan itu semua memerlukan biaya yg tidak sedikit. Kemiskinannya
tsb pun dikarenakan hartanya dihabiskan untuk melakukan perbuatan2 buruknya
selama ini.
Hmm..andai diambil hikmahnya dari kejadian itu semua, maka akan ditemukan
bentuk kasih sayang Allah kepadanya melalui kebangkrutannya tersebut. Dengan
kemiskinannya saat ini, orang tsb tidak lagi mampu melakukan perbuatan2 maksiat
yg menimbulkan dosa2 besar yg dilarang oleh Allah dan RasulNya. Dan jika
dibiarkan oleh Allah terus menerus dengan kemewahannya, maka akan berapa lama
dan banyak lagi orang tersebut melakukan dosa2 besar dengan harta kekayaannya
yg diamanatkan oleh Allah kepada-Nya. Dan pada saat orang2 lain disekitarnya
tidak lagi mampu untuk mengingatkan dan menegur perbuatannya, maka melalui
jalan kesenangannya yg selama ini dilakukan oleh orang tsb, karena rasa kasih
sayang Allah kepada hamba itu, yg kemudian mengambil semua kekayaannya yg sudah
menyebabkan dirinya jauh dari Allah dan jauh dari orang2 sekitarnya yg
menyayanginya, agar kembali kepadaNya dan kepada keluarganya yg selama ini
dilupakannya.
Hmm..sadarkah..jika ternyata Allah masih menyayanginya dan masih memberi
kesempatan padanya untuk kembali mengingatNya dan meninggalkan semua perbuatan
buruknya dan meninggalkan dosa2 besar yg selama ini dilakukan olehnya.
Sadarkah..jika Allah sudah menghalangi dirinya untuk terus melakukan dosa2
besar yg selama ini dilakukannya?sadarkah dia..jika Allah tidak inginkan
hambaNya tsb, untuk terus melakukan dosa2 besar yg sudah dilarangNya..?sadarkah
dia..jika Allah sangat inginkan kebaikan pada diri hambaNya tersebut?sadarkah
dia..jika Allah inginkan hambaNya tersebut untuk kembali mengingatNya? Namun
sayang..banyak sekali mereka yg tidak sadar akan kasih sayang Allah, banyak
sekali diantara mereka yg justru mengumpat dan mencaci maki dan menyalahkan
Allah karena kemiskinannya tsb.
Benarlah ungkapan Rasulullah dalam hadist qudsynya, bahwa tidak ada satupun
yg lebih sabar kecuali Allah semata. Dia tidak marah pada orang2 yg tidak mau
menyembah padaNya, dan Dia tetap memberikan rizky kepada orang2 yg
mengingkariNya.
hmm..kira2 apa yg akan terjadi, andai orang tersebut tidak menyadari kasih
sayang Allah tsb?? apakah Allah akan menghancurkannya sehancur2nya, ataukah
kembali dengan kesabaran dan kasih sayangNya??wallahu a'lam bisowab..
Jika harta kekayaan merupakan ukuran kemuliaan, maka sesungguhnya Allah akan
membuat kaya semua Nabi dan Rasul2 yg diutus olehNya. Sesungguhnya yg paling
mulia di sisi Allah diantara hamba2Nya, adalah yg paling bertaqwa kepadaNya.
Wallahu alam bisowab,
Kamis, 12 Juli 2007
By
hana
---------------------------------
We won't tell. Get more on shows you hate to love
(and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list.
[Non-text portions of this message have been removed]