Salam,
  Alhamdulillah Diskusi bersahaja dengan anggota milis semoga terus menambah 
pemahaman kita dalam Islam. 
  Saya banyak setuju dengan tulisan saudara-saudari kita mengenai Bulan Rajab 
walaupun ada juga yang sedikit berbeda, dan memang hal ini akan terus berlanjut 
hingga bumi ini digulung, yang penting persaudaraan kita tetap terjaga, dan 
marilah kita tetap merapatkan barisan.
   
  Saya pribadi juga kurang setuju, kalau selama ini orangnya malas beribadah 
tetapi ketika sampai berita bahwa Bulan Rajab itu sangat baik untuk puasa lalu 
dia langsung menghusukan diri melakukannya (bisa jadi ini yg ditegur oleh 
saudara kita yang melarangnya), namun kurang setujunya saya bukan berarti 
berani memfonis kalau orang ini berbuat Haram, Bid`ah mungkar. Karena Allahlah 
yang maha mengetahui, lagipula menurut saya pribadi tidak ada salahnya mereka 
tingkatkan ibadah kalau memang mereka betul-betul mengharapkan keselamatan di 
dunia dan di akhirat dan mengharap penuh kepada Allah semata, dan memang baru 
kesempatan ini mereka ada waktu untuk melakukan hal itu. 
  Telah sampai kepada kami mengenai Sahabat, para Imam yang memang banyak 
beribadah, seperti Sholat, Puasa, dan baca Qur`an, Zikir dll, misalnya:
   
  *. Suatu hari Rasulullah memanggil Bilal untuk menghadap. Rasulullah ingin 
mengetahui langsung, amal kebajikan apa yang menja-dikan Bilal mendahului 
berjalan masuk surga ketimbang Rasulullah. "Wahai Bilal, aku mendengar 
gemerisik langkahmu di depanku di dalam surga. Setiap malam aku mendengar 
gemerisikmu." Dengan wajah tersipu tapi tak bisa menyembunyikan raut 
bahagianya, Bilal menjawab pertanyaan Rasulullah. "Ya Rasulullah, setiap kali 
aku berhadats, aku langsung berwudhu dan shalat sunnah dua rakaat." "Ya, dengan 
itu kamu mendahului aku," kata Rasulullah membenarkan.
   
  *. Kita juga ada mendengar bahwa Imam Bukhori selalu berwudhu kemudian sholat 
dua rakaat setiap akan memulai menulis Haditsnya.
   
  *. Kita juga ada mendengar dan membaca bahwa para Imam ada yang menghusukan 
khatam Al-Qur`an setiap minggu satu kali, ada yang setiap minggu tiga kali, 
bahkan ada yang lebih dari itu.
   
  *. Ada pembantu Rosulullah SAW. (lupa namanya), pernah berjalan satu mil, 
namun karena dia lupa berzikir lalu ia kembali lagi dari awal kemudian berjalan 
lagi kearah tadi kemudian berDoa “Yaa Allah janganlah Engkau melupakanku karena 
aku tidak akan melupakanMu”
   
  Dan Banyak lagi yang lainnya, yang menghabiskan waktu banyak untuk menulisnya.
   
  Semua ini belum saya ketahui mengenai hadits shohih yang secara spesial untuk 
hal ini, juga hadits shohih yang mengharamkan, yang saya ketahui adalah anjuran 
agar kita banyak melakukan ibadah.
   
  ----::::::::---
   
  Melanjutkan tulisan mengenai Rajab dari berbagai sumber, yang saya ketahui 
bahwa ”ASAL MUASAL DARI HUKUM PUASA ADALAH SUNNAH adapun mengenai keutamaannya 
memang tak teriwayatkan dalam hadits shahih, tetapi banyak diriwayatkan dalam 
hadits dhoif, ini mengenai keutamaannya.
   
  Adapun penjelasan oleh Al Hafidh Imam Nawawi bahwa puasa di bulan rajab tidak 
ada dalil kuatnya namun tak ada pula larangannya, namun asal muasal dari hukum 
puasa adalah sunnah, diriwayatkan dalam sunan Abi Dawud bahwa Nabi menyunnahkan 
puasa di bulan haram dan rajab termasuk padanya (Syarh Nawawi ala shahih Muslim 
Juz 7 hal 60) dan berkata Al Hafidh Imam Assyaukaniy bahwa disunnahkannya puasa 
di bulan rajab (Naylul Awthar Juz 4 hal 333).


  Bulan Rajab merupakan salah satu bulan Muharram yang artinya dimulyakan (Ada 
4 bulan: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab). Puasa dalam bulan Rajab, 
sebagaimana dalam bulan-bulan mulya lainnya, hukumnya sunnah. Diriwayatkan dari 
Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah bersabda "Puasalah pada bulan-bulan haram 
(mulya) ." (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad).
   
  Menurut al-Syaukani (Naylul Authar, dalam bahasan puasa sunat) ungkapan Nabi 
"Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan kebanyakan 
orang" itu secara implisit menunjukkan bahwa bulan Rajab juga disunnahkan 
melakukan puasa di dalamnya. 


  Al Hafidh Imam Nawawi menjelaskan bahwa sebagaimana Rasul saw menyukai puasa 
di bulan haram, dan rajab adalah termasuk bulan haram, maka puasa di bulan 
rajab adalah mulia.
  
Dan pula telah sampai kepada kami bahwa Puasa rajab telah banyak dilakukan oleh 
beberapa sahabat radhiyallahu 'anhum.


  Mohon pula di cek Shahih Muslim hadits no.2069 bahwa Ummulmukminin Aisyah ra 
menegur Abdullah bin Umar ra bahwa apakah betul ia melarang orang berpuasa 
Rajab.
   
  memang tak ada hadits shahih nya, namun tak ada pula hadits shahih yg 
melarang puasa di bulan rajab


  Sahih Al-Bukhari Hadith
Hadith 6.184  Narrated by Abu Bakr
  The Prophet said, "Time has come back to its original state which it had when 
Allah created the Heavens and the Earth; the year is twelve months, four of 
which are sacred. Three of them are in succession; Dhul-Qa'da, Dhul-Hijja and 
Al-Muharram, and (the fourth being) Rajab Mudar (named after the tribe of Mudar 
as they used to respect this month) which stands between Jumad (ath-thani) and 
Sha'ban."
   
     Sahih Al-Bukhari Hadith
  Hadith 4.419   Narrated by Abu Bakra
  The Prophet said. "(The division of time has turned to its original form 
which was current when Allah created the Heavens and the Earths. The year is of 
twelve months, out of which four months are sacred: Three are in succession 
Dhul-Qa'da, Dhul-Hijja and Muharram, and (the fourth is) Rajab of (the tribe 
of) Mudar which comes between Jumadi-ath-Thaniyah and Sha ban."
  Doa Rasulullah :
  "Allohumma Bariklanaa fii rojabin wasya'baanan wabalighnaa romadhloona"
"Ya Alloh berilah kami berkah di dalam bulan Rojab dan di dalam bulan Sya'ban, 
dan sampaikan kami ke bulan Romadhon".
   
  Demikian saudara kami yang kami cintai dalam Islam
  Semoga kita tetap ditunjuki jalan yang baik agar kita semua selamat didunia 
dan di Akhirat dan berkumpul bersama Rosulullah di dalam Surga, sebuah 
cita-cita yang barang kali terlalu tinggi, namun itulah harapan kami, 
Aaamiinnnnn.
   
   

       
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke