Assalaamu'alaikum wa rahmatullah wa barakaatuh Allahu yahdiik.. Laa ilaaha illaa Allah...
Ini semua berawal dari kesalahan di awal yaitu percaya feng shui. Percaya dengan kalau berbuat begini begitu bisa sial ataupun untung. Apakah itu dengan melihat burung, nomor (13, 88), termasuk juga dengan feng shui (mengatur tata letak rumah, dsb). Nah sekarang orang2 zaman kita memakai angka sial / untung, hari baik / buruk, tempat baik/buruk.. dan ini sama2 thiyarah (tathayyur), dan sama2 haram. Ini SYIRIK, saudara/iku. Hendaknya orang yang telah terjerumus ke dalamnya segera bertaubat kepada Allahu Ta'ala, membuang semua benda2 "keramat" tersebut, menyesal dan tidak mengulanginya kembali. Pelajari lagi tentang Tauhid, hak-hak Allah atas hambaNya. apa yang dilarang dan apa yang diperbolehkan dalam Islam. Apa saja yang merusak tauhid, dll... Mengenai Ustadz yang di Bogor, lebhi baik dijauhi dan tidak didatangi kembali. Memindahkan penyakit dari orang ke telur / kambing / ayam / dst adalah salah satu ciri bahwa seseorang itu bekerjasama dengan jin dalam pengobatannya. Mungkin link berikut bisa membantu untuk mengenal lebih jauh ttg Ruqyah Islami & yang tidak Islami :: http://indoupload.net/files/2489/Shared/masalah_umum/ruqyah.zip Kembali ke masalah feng shui (dan percaya ini-itu lainnya) :: Dari 'Imran bin Hushain Radhiyallahu anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda. Artinya : Bukan dari golongan kami orang-orang yang bertathayyur (meramal kesialan) atau minta dilakukan tathayyur terhadapnya, atau orang yang melakukan praktek perdukunan atau mendatangi dukun (menanyakan hal yang akan datang), atau melakukan sihir atau mantra disihirkan. Barang siapa mendatangi dukun lalu ia mempercayai apa yang dikatakannya, berarti dia telah kufur terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muahmmad Shallallahu 'alaihi wa sallam" Tathayyur berarti meramal kesialan. Pada zaman Jahiliyyah dulu, masyarakat Arab jika hendak melakukan perjalanan jauh, mereka melepaskan seekor burung, jika burung itu terbang kearah kanan, maka mereka tetap akan melakukan perjalanannya, dan jika terbang kearah kiri, mereka pesimis dan pulang kembali Termasuk dalam kepercayaan yang diharamkan, yang juga menghilangkan kesempurnaan tauhid adalah merasa bernasib sial dengan bulan–bulan tertentu. Seperti tidak mau melakukan pernikahan pada bulan shafar. Juga kepercayaan bahwa hari rabu yang jatuh pada akhir setiap bulan membawa kerugian terus menerus. Termasuk juga merasa sial dengan angka 13, nama-nama tertentu atau orang cacat. Misalnya, jika ia pergi membuka tokonya lalu di jalan melihat orang buta sebelah matanya, serta merta ia merasa bernasib sial sehingga mengurungkan niat membuka toko. Juga berbagai kepercayaan yang semisalnya. Semua hal di atas hukumnya haram dan termasuk syirik. Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam berlepas diri dari mereka. Sebagaiman disebutkan dalam hadits riwayat Imran bin Hushain : "Tidak termasuk golongan kami orang yang melakukan atau meminta tathayyur, meramal atau meminta diramalkan (dan saya kira juga bersabda) dan yang menyihir atau yang meminta disihirkan [Hadits riwayat at Thabrani dalam Al Kabir : 18 / 162, lihat shahihul jami' no : 5435]. Orang yang terjerumus melakukan hal-hal diatas hendaknya membayar kaffarat (denda) sebagaimana yang dituntunkan Nabi Shallallahu'alaihi wasallam : "barangsiapa yang (kepercayaan) thiyarahnya mengurungkan hajat (yang hendak dilakukannya) maka ia telah berlaku syirik, mereka bertanya : Wahai Rasulullah , apa kaffarat (tebusan) dari padanya? Beliau bersabda : Hendaklah salah seseorang dari mereka mengatakan : " ya Allah, tiada kebaikan kecuali kebaikan dari Engkau, tiada kesialan kecuali kesialan dari Engkau dan tidak ada sembahan yang hak selain Engkau [Hadits riwayat Imam Ahmad : 2/220, As silsilah Ash shahihah no : 1065 (hadits ini lemah, sebaiknya disebutkan dengan menerangkan kelemahannya, bin Baz)] Merasa pesimis atau bernasib sial termasuk salah satu tabiat jiwa manusia. Suatu saat, perasaan itu menekan begitu kuat dan pada saat yang lain melemah. Penawarnya yang paling ampuh adalah tawakkal kepada Allah. Ibnu Masud Radhiallahu'anhu berkata : "Dan tiada seorangpun di antara kita kecuali telah terjadi dalam jiwanya sesuatu dari hal ini, hanya saja Allah menghilangkannya dengan tawakkal (kepadaNya) [Hadits riwayat Abu Dawud, no : 3910, dalam silsilah Ash Shahihah hadits no : 430] -- Abu Fudhail Muhammad Haryo http://islam-download.net : Islamic Download Center Indonesia --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Jika email ini masuk folder spam/ bulk/ junk, harap tandai sebagai NOT spam/ bulk/ junk --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ [Non-text portions of this message have been removed]

