MISTIK, SIHIR, DAN GANGGUAN JIN KUPAS FENOMENA, 

CARA MEMBENTENGI DIRI DAN TERAPI SECARA ISLAMI* 

      Banyak sekali gangguan syailhan (jin kafir atau fasik) tcrhadap
ariak Adam. Bisa dari luar jasad dan bisa langsung merasuk ke dalam
jasad. Sebagian jin mampu menampakkan diri, melakukan gangguan dengan
suara, aroma, gerakan yang menunjukkan adanya kekuatan pada suatu
tempat, dan ada juga gangguan fisik seperti sakit pada bagian tertentu
atau mempengaruhi jiwa manusia.

Memang, syaithan dan pengikutnya adalah musuh bagi kita ummat manusia,
terlebih-lebih bagi orang yang beriman. Namun mereka tidak tampak oleh
kita, sedangkan mereka bisa selalu melihat kita Senjata utama mereka
adalah bisikan, rayuan, daya tank, sihir, kesombongan, tipu daya bagi
manusia agar mengikuti langkah-langkahnya dan agar ia jauh dari agama
Allah.

KEKUATAN IMAN 

      Allah memberikan petunjuk bagi kita dalam melawan gangguan
syaithan dengan cara berlindung kepada Allah dari kejahatan mereka. Maka
berlindung kepada Allah adalah perisai yang kokoh dan sekaligi.s senjata
ampuh bagi seorang mukmin dalam menghadapi syaithan. Sesungguhnya
rombongan syaithan pernah mendatangi Rosulullah saw, pada suatu malam,
mereka irmncul dari berbagai lembah dan lorong, dfantara mereka ada yang
membawa obor api untuk membakar wajah Nabi yang mulia. Maka Jibril
datang kepadanya dan berkata: "Wahai Muhammad, katakan!" Beliau
menjawab: "Apa yang meski aku katakan?" Jibril mejawab: " Katakanlah:

Aku berlindung degan kalimat-kalimat Allah yang tidak akan dilampaui
oleh siapapun yang baik ataupun yang jahat, dari kejahatan makhluk-Nya
yang Dia ciptakan, Dia buat, dan Dia jadikan, dan dari kejahatan yang
turun dari langit ataupun yang naik ke sana, dan dari kejahtan yang
keluar dari bumi ataupun yang turun kc sana, dan dari kejahatan fitnah
malam dan siang, dan dari kejaliatan setiap pendatang yang tiba, kecuali
pendatang yang tiba dengan membawa kebaikan, wahai Dzat Yang Maha
Kasih-sayang!"

Ketika Rasulullah saw, beristi'adzah dengan kalimat itu, padamlah obor
api yang dibawaoleh syaithan-syaithan jahat dari golongan jin itu, dan
musnahlah mereka. (lihat Majmu'ah Fatawa Ibnu Tairniyah juzlhal.169).

Perlindungan yang sejati adalah kctika kita selalu mendekatkan diri
kepada Allah dengan amal shaleh dan menjalin komunikasi yang hnrnionis
dcngan Allah. Hal itu melalui ibadah yang benar, dzikiryang benar, do'a
yang khusyu' dan banyak membaca kitabullah dcngan tadabbur. Orang yang
tampaknya banyak berdzikir, banyak berdo'a dan membaca Al Qur'an,
sementara perbuatan maksiyatnya jalan terus, maka ia bukanlah orang yang
dekat kepada Allah, telapi ia lebih dekat kepada syaithan.

Disampaikan dalam  acara Ceramah & Dialog Interaktif Pengurus Pimpinan
Daerah Muhammadiyah Yogyakarta, Ahad, 27 Juli 2003 di Yogyakarta.

 FENOMENA MISTIK DI MASYARAKAT KITA 

      Ada banyak orang menjaga diri dari godaan syaithan dengan
mengikuti cara-cara musyrik tanpa mereka sadari, mereka mengandalkan
benda-benda jimat (tamimah) sebagai tumbal (penjaga keselamatan) dalam
berbagai bentuk dan rupa seperti: gelang, cinciii, kalung, sabuk,
potongan kayu, potongan kulit binatang, taring babi, bawang jantan,
miica (lada), bungkusan kemenyan, rokok cerutu, batu akik, batu kali,
kerang laut, tanah kuburan, potongan kain kafan, bolpen, korek api dan
sebagainya yang berasal dari dukun (kahin) ataupun diperoleh dari
tempat-tempat yang dianggapnya keramat Ini pada umumnya dipakai oleh
orang-orang yang jauh dari agama. Ketika mereka merujuk ke dukun-dukun
untuk menyelesaikan masalahnya, ternyata tidak selesai. Bahkan ada yang
sampaiharusmenebusjimat-jimat itu dengan harga jutaan rupiah. Maka
berkat hidayah dari Allah, setelah mereka berkonsultasi kepada saya,
mereka rela menyerahkan benda-benda tersebut kepada saya dan langsung
saya musnahkan dengan membakarnya. Kemudian mereka bertaubat kepada
Allah ta'ala.

Sedangkan banyak juga dari kalangan kaum muslimin yang rajin menjalankan
shalat, atau bisa dibilang 'taat beragama', tetapi mereka terjerumus
dalam kemusyrikan, tanpa mereka sadari juga. Mereka dalam menyelesaikan
masalahnya, banyak merujuk kepada orang yang dianggap kyai atau wall
atau orang yang menggunakan kedok agama untuk melegalisasi
kemusyrikannya. Maka mereka mengajarkan 'sedikit do'a dan amalan agama'
untuk daya pikat dan mengelabuhi 'sang korban' kemusyrikannya. Akan
tetapi rajah-rajah (aufaq) yang mereka bikin atau sekedar hasil fotokopy
dari kitab yang biasa dijadikan rujukan, itulah sebenarnya yang
diandalkan dan dijadikan sebagai jimat ('azimah) yang mereka yakini
sebagai sarana untuk mendatangkan kebaikan atau menolak mara-bahaya.
Katanya benda-benda itu hanya sebagai perantara (wasilah) untuk
mendatangkan pertolongan Allah. Mungkin sudah ada ratusan rajah yang
dibawaoleh mereka kepada saya saat mereka berkonsultasi. Setelah saya
jelaskan hukum syari'atnya, mereka pun puas dan menyerahkan rajah-rajah
itu kepada saya. Maka langsung saya buka pembungkusny a dengan gunting
atau cutter, kemudian saya keluarkan isinya. Saya temukan, ada yang
pakai bahasa Arab dan ada yang dengan bahasa Jawa. Dimanakah letak
kemusyrikannya? Tanya seorang pasien dengan serius.

Saya terangkan satu per satu. Di sini teitulis ayat-ayat Al Qur'an (yang
kebanyakan tulisannya salah berat), kemudian ada permohonan kepada Allah
disertai tawassul dengan haq nama-nama aneh, bukan nama Allah, bukan
nama Malaikat, bukan nama Nabi ataupun Ulama Islam. Saya yakin ini
adalah nama-nama syaithan. Maka kenapakah rajah semacam ini meski
diyakini sebagai beuda yang bisa mendatangkan khasiyat yang dahsyat?
Kalau seandainya rajah itu mumi bensikan ayat Al Qur'an saja, maka
sebagian besar ulama juga melarangnya untuk mencegah timbulnya dosa
syirik atau saddudz dzarf ah (menutup pintu dosa). Apalagi ada yang
isinya penggalan ayat-ayat yang diacak-acak susunannya dan ada yang
ditulisi nama-nama Malaikat disifati dengan sifat-sifat Allah. Dan tidak
sedikit yang digambari simbol-simbol tertentu atau garis-garis, atau
angka-angka, hunif-huruf yang dipisah-pisah. Inilah ayat yang haq
dicampuri kebathilan. Seperti inikah ajaran Islam? Seperti inikah ajaran
ulama' salaf kita? Saya tegaskan, ini adalah kebathilan! Kemudian saya
membaca ayatul Kursi dan saya bakar semua rajah itu, meskipun ada yang
bilang bahwa rajah ini anti bakar, tetapi nyatanya habis terbakar semua.

Sedangkan rajah-rajah yang berbahasa Jawa, maka sudah jelas bentuk
kemusyrikannya. Karena pemegang atau pembuamya meyakini benda semacsm
itu memiliki khasiat tertentu untuk mendatangkan manfaat atau menolak
bahaya.

Diantara khasiat yang mereka yakini adalah benda-benda semacam itu
dianggapnya: mendatangkan rizqi (penglarisan), mendatangkan keselamatan,
menolak musuh, menolak sihir (santet), mengusir syaithan, mendatangkan
kewibawaan, menolak penyakit, menolak mara-bahaya, mengundang rasa
cinta, memperpanjang jodoh, menambah kecerdasan, menjaga kandungan, dan
sebagainya.

Masih banyak lagi fenomena mistik di masyarakat kita. Mereka banyak yang
tidak bisa membedakan antara ziyarah kubur yang disunnahkar dan yang
dilarang, antara penghormatan kepada wall Allah yang diberi karamah dan
kulrus individu, antara air yang dibacakan do'a dan air yang dibacakan
mantra, antara karamah dan sihir, antara mimpi dari Allah dan mimpi dari
syaithan, antara firasat dan khurafat, antara bantuan dari Allah dan
bantuan dari syaithan.

FENOMENA SIHIR DAN GANGGUAN JIN 

      Secara fisik sulit dibedakan antara orang yang terkena sakit medis
dengan orang yangterkena serangan sihir atau gangguan jin. Banyak orang
yang terkena penyakit medis tapi dianggap terkena serangan sihir atau
gangguan jin, tetapi sebaliknya banyak juga yang terkena serangan sihir
atu gangguan jin diterapi secara medis, tentu keduanya tidak membuahkan
hasil yang diharapkan. Apalagi apabila tenaga medis dan penerapi tidak
tahu yang sebenarnya, maka penyakit bisa semakin parah.

Sihir adalah cara syaithan melakukan serangan terhadap manusia atas
penntah tukang sihir dengan sarana tertentu, misal: pandangan mata,
benda-benda bekas, gerakan-gerakan, mantra-mantra, membayangkan apa yang
diinginkan terhadap orang yang dituju, sesaji, melakukan apa yang
disyaratkan oleh syaithan dan sebagainya.

Orang yang terkena serangan sihir atau gangguan jin juga sulit untuk
dibedakan, tetapi melalui proses terapi secara Islami biasanya akan
ketahuan. Pada umumnya jin-jin sihir lebih banyak dan lebih kuat
dibandingkan jin yang sekedar mengganggu manusia, maka terapinya lebih
lama dan dibutuhkan keseriusan penerapi dan keluarga pasien yang
mendukungnya.

Macam-macam sihir: 

1.Sihir perasaan/kejiwaan. 

2.Sihir kekuatan ghaib. 

3.Sihir pandangan mata/sulap. 

4. Sihir gangguan pada organ tubuh. 

5.Sihir penyakit 

6.Sihir permusuhan dan perceraian. 

7.Sihir ramalan nasib atau keadaan seseorang/benda. 

GEJALA-GEJALA GANGGUAN JIN YANG PERNAH DITERAPI   : 

a.Saat seseoiang sedang jaga atau tidak tidur: 

1.Badan terasa lemah, malas, bernt untuk bergerak tanpa sebab tertentu. 

2.Sakit kepala atau bagian  tertentu tanpa sebab 

3.Ada bagian tubuh bergerak sendiri atau bergetar tanpa sebab. 

4.Tersenyum sendiri atau bicara sendiri tanpa sebab. 

5.Merasa kantuk ketika membaca Al Qur'an, sholat, atau mendengarkan
kebenaran. 

6.Bersemangat untuk melakukan hal-hal yang maksiyat atau tidak berguna. 

7.Munculnya kedutan di bagian anggota tertentu. 

8.Munculnya emosi yang sulit dikendalikan. 

9.Munculnya rasa benci atau ketakutan ketika berhadapan dengan orang
shaleh.  

10.Berat untuk melakukan kebaikan dan ketaatan. 

11. Banyak menghayal dan melamun. 

12. Banyak lalai dari peringafcin Allah. 

13.Makan banyak tidak merasa kenyang. 

14.Tidak makan lama tetapi fisik kuat sekali. 

15.Munculnya kekuatan di luar kemampuan manusia. 

16.Terjadi kesurupan. 

17.Melakukan gerakan-gerakan binatang tanpa disadari. 

18.Sering melihat jin atau punya kepekaan di tangan ketika ada jin di
sekitarnya. 

19.Muncuhiya was-was, ragu-ragu saat bersuci, sholat atau membaca doa
sehingga lama sekali selesainya. 

20.Sering kentut, buang air ketika mengikuti sholat berjamaah. 

21.Ada getaran, sernutan, atau rasa  panas, dingin, berdebai; sesak
nafas ketika membaca Al Qur'an atau saat berdzikir dengan khusyu\

b.Saat tidur: 

1.Sulit untuk tidur tanpa sebab. 

2.Terlalu banyak tidur dan mengantuk terus. 

3.Sering tindihan bukan karena darah rendah. 

4.Mengigau saat tidur dengan kata-kata kotor atau tidak jelas maknanya. 

5.Melakukan gerakan aneh saat tidur. 

6.Melakukan gerakan mengunyah dengan keras sehingga gigi-gigi beradu. 

7.Bermimpi buruk, seperti: melihat binatang atau makhluk aneh, mau
jatuh, berada di tempat yang menyeramkan atau menjijikkan, dikejar-kejar
musuh, berbuat maksiyat dsb.

8.Mimpi yang bersambung,  atau berulang dan sama, padahal tidurnya sudah
terputus dengan bangun atau menjalankan aktiiitas lain.

9.Mimpi ditemui jin yang mengaku dirinya sebagai arwah orang tertentu. 

10.Dipindahkan ke tempat lain saat tidur, tanpa berjalan sendiri. 

11.Diganggu dengan cekikan di leher, digelikitik, ditendang, dan
sebagainya 

  TERAPI SERANGAN SIHIR DAN GANGGUAN JIN 

 Terapi Serangan Sihir dan Gangguari Jin secara Islami adalah dengan
Ruqyah Syar'iyah dan Do'a, ia hanya sebuah sarana untuk membantu anda
bermujahadah dalam mendekatkan diri kepada Allah dengan membaca atau
mendengarkan Al Qur'an dan do 'a. Dampak langsungnya adalah penyerangan
terhadap syaitlian yang ada dalam diri kita atau stkitar kita, sehingga
syaithan semakin lemah dan kita terbebas dari godaannya dengan
pertolorigan Allah. Meskipun prosesnya membutuhkan kesungguhan dan waktu
yang relatif panjang. Disamping itu, pasien yang merasakan gangguan jin
atau serangan sihir bisa melakukan serangan fisik pada bagian yang dia
rasakan dengan cara memukul atau memijat dengan keras.

PENGARUH RUQYAH DAN DO'A: 

Ruqyah (jampi atau mantra) dalam pandangan syari'at ada 2 macam: 

Pertama, Ruqyah Syar'iyyah (yang dibolehkan oleh syari'at) dengan 3
syarat, yaitu: Dengan ayat Al Qur'an atau Hadits Shahih, tanpa mengubah
susunan kalimatnya, dengan bahasa Arab yang fasih, dibaca dengan jelas,
sehingga tidak berubah dari maknanya yang asli.  Sebab mengubah susunan
kalimat Al Qur'an adalah perbuatan kufur.

Ruqyah bisa dibacakan oleh setiap orang yang shaleh, tidak harus orang
tertentu yang membacakannya, sehingga tidak mengkultuskan orang yang
bisa meruqyah. Lebih baik meruqyah diri sendiri, sehingga akan
memperkuat keyakinannya terhadap kebenaran ayat Allah.

Kita meyakim bahwa ruqyah hanyalah sarana mendekatkan dfri kepada Allah,
ia tidak memiliki pengaruh dengan sendirinya kecuali dengan izin Allah.

Kedua, Ruqyah Syirkiyyah yaitu ruqyah yang bertentangan dengan syari'at.
Misahiya ayat Al Qur'an dibaca dari huruf terakhir, atau mantra-mantra
dengan mengagungkan nama-nama syaithan, atau jampi-jampi buatan
seseorang dengan bahasa tertentu, atau dengan bahasa yang tidak jelas.
Ada orang yang meyakini bahwa mantra yang dibaca itu adalah mantra sakti
yang diperoleh dengan syarat-syarat khusus, dan tidak boleh diajarkan
kepada sembarang orang. Inilah mantra syirik yang dibaca hanya untuk
mendatangkan bantuan syaithan dan menjauhkan diri dari Allah.

Ketika kita melakukan Ruqyah dan Do'a dengan ikhlash dan benar, maka hal
itu sebagai terapi bagi orang yang terkena gangguan syaithan, dan
sebagai perlindungan terhadap dirinya dari godaan syaithan dengan
kalimat-kalimat Allali. Sedangkan Ruqyah dan Do' a bagi orang yang bebas
dari gangguan syaithan, maka hal itu sebagai sarana penguat imannya dan
refreshing bagi rohaninya.

KEISTIMEWAAN RUQYAH SYAR'IYYAH: 

1.Melakukan Ruqyah Syar'iyyah berarti menghidupkan sunnah Rasulullah SAW
yang saat ini tengah mati atau hampir tidak dikenal.

2.Ketika kita melakukan  Ruqyah dan Do' a dengan ikhlash dan benar, maka
hal itu sebagai terapi bagi orang  yang   terkena gangguan syaithan, dan
sebagai perlindungan terhadap dirinya dari gangguan syaithan-syaithan
jin dan manusia dengan kalimat-kalimat Allah. Sekaligus sebagai senjata
yang ampuh untuk melawan mereka.

3.Ruqyah Syar'iyyah adalah pembacaan ayat dan doa, maka ini adalah
ibadah yang besar sekali keutamaannya di sisi Allah, besar pahalanya,
lebih cepat terkabulkannya, meskipun tidak harus seketika. Sesuai dengan
kesiapan penerapi dan yang diterapi.

4.Ruqyah Syar'iyyah adalah bukti  pengaduan seorang hamba yang hina dan
lemah kepada Al Khaliq Yang Maha Agung dan Perkasa, dan inilah hakekat
makna pengabdian dirinya kepada Allah.

Ruqyah Syar'iyyah bagi orang yang terbebas dari gangguan syaithan, maka
hal itu sebagai sarana penguat benteng keimanannya dan refreshing bagi
rohaninya. 

Oleh: Ustadz Fadhlan Adham Hasyim,Lc 

Kirim email ke