Membela Agama" dengan Essay [image: Cetak halaman
ini]<http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&task=view&id=4897&pop=1&page=0&Itemid=62>
[image:
Kirim halaman ini melalui
E-mail]<http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&task=emailform&id=4897&itemid=62>
  Rabu,
20 Juni 2007  *Serangan WTC mengharukan banyak orang melalui berbagai cara.
Seorang gadis Muslim keturunan Bangladesh, justru mengenalkan Islam melalui
tulisannya*

*Hidayatullah.com-- *Namanya, Irtefa Binti Farid, seorang siswa kelas dua di
SMU Albemarle. Untuk kebanyakan orang, siswa SMU ini sesuatu yang luar
biasa. Dalam berbicara dengannya, nyata, baginya, keimanan memainkan tugas
penting.

Layaknya siswi SMU, ia juga sebagaimana anak-anak remaja. Kecuali jilbab di
atas kepala yang dia kenakan. Namun justru jilbab itulah yang menjadi bagian
dari ceritanya ini.

Jika kamu adalah seorang siswa Muslim dari dari Bangladesh yang tiba di
Amerika  baru dua bulan setelah serangan 11 September, apa yang akan kamu
lakukan?

Kala itu, Irtefa,  menulis sebuah surat tentang kebebasan beragama di
Amerika. "Sewaktu saya memikirkannya, saya berpikir akan lebih baik untuk
menulis tentang itu karena menolong saya memilih perasaan saya juga," kata
Irtefa sebagaimana dikutip situs CAIR.

Irtefa, menggambarkan sendiri pesan-pesannya, "*Kebebasan Agama: Hak Saya,
Tanggung Jawab Saya*," begitu judulnya.

"Saya pikir bahwa penting memberitahu banyak orang, bahwa meskipun
penggambaran secara rasial sudah terjadi; saya dapat berlatih menggambarkan
agama saya," tambahnya.

Atas *essay* nya itu, Irtefa akhirnya dihadiahi pujian 'Exellence'
dari *America's
First Freedom*, organisasi non-profit yang berpangkalan di Richmond.

Penulis beliau ini mengatakan sangat mengagumi neneknya. Yang
memperkenalkan agama sejak awal.

"Sebelum saya datang ke sini, saya sangat tidak taat
beragama.Sesudahpindah, segalanya berganti begitu cepat. Saya mesti
berpegang pada sesuatu,
dan bahwa ketika saya memperhatikan agama saya, mempelajarinya dan makin
mengerti lebih banyak," ujarnya.

Tulisan Irtefa lain berjudul. "*Christopher Columbus: Pahlawan Tidak
Sempurna," *juga memenangkan juara pertama dari the Daughters of the
American Revolution (DAR), sebuah organisasi wanita AS yang memiliki
jaringan sampai di lima puluh Negara bagian AS. Termasuk di  Bahama,
Bermuda, Kanada, Perancis, Jerman, Jepang, Meksiko, Spanyol, dan Inggris.

Lahir dan dibesarkan di Bangladeshh, Irtefa mengenal betul penderitaan
orangtua dan masyarakat di sekelilinnya. Karena itu, gadis berjilbab ini
bercita-cita menjadi seorang dokter anak dan berharap bisa mengabdi di
sebuah rumah sakit.

Harapannya, ia bisa segera kembali menjadi seorang dokter di negerinya dan
ingin memenuhi impiannya untuk membuat anak lain bisa tersenyum dan memahami
kecantikan isi dunia.[*cha*, *berbagai sumber*/www.hidayatullah.com]


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke