Artikel Islami 
10 Juli 2006 - 08:21 
PINTU-PINTU MASUKNYA SYETAN    
Oleh Dr.H. Achmad Satori
  
 
  Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari 
syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat 
kesalahan-kesalahannya. 
  ( Al A’raaf 201)
   
  Hati manusia bagaikan benteng sedangkan syetan adalah musuh yang senantiasa 
mengintai untuk menguasai benteng tersebut. Kita tidak bisa menjaga benteng 
kalau tidak melindungi atau menjaga/menutup pintu-pintu masuknya syetan ke 
dalam hati.
   
  Hati manusia bagaikan benteng sedangkan syetan adalah musuh yang senantiasa 
mengintai untuk menguasai benteng tersebut. Kita tidak bisa menjaga benteng 
kalau tidak melindungi atau menjaga/menutup pintu-pintu masuknya syetan ke 
dalam hati. Kalau kita ingin memiliki kemampuan untuk menjaga pintu agar tidak 
diserbu syetan, kita harus mengetahui pintu-pintu mana saja yang dijadikan 
syetan sebagai jalan untuk menguasai benteng tsb. Melindungi hati dari gangguan 
syetan adalah wajib oleh karena itu mengetahui pintu masuknya syetan itu 
merupakan syarat untuk melindungi hati kita maka kita diwajibkan untuk 
mengetahui pintu-pintu mana saja yang dijadikan jalan untuk menguasi hati 
manusia.
   
  Pintu tempat masuknya syetan adalah semua sifat kemanusiaan manusia yang 
tidak baik. Berarti pintu yang akan dimasuki syetan sebenrnya sangat banyak, 
Namun kita akan membahas pintu-pintu utama yang dijadikan prioritas oleh syetan 
untuk masuk menguasai manusia. Di antara pintu-pintu besar yang akan dimasuki 
syetan itu adalah:
  
  1. Marah
  Marah adalah kalahnya tentara akal oleh tentara syetan. Bila manusia marah 
maka syetan bisa mempermainkannya seperti anak-anak mempermainkan kelereng atau 
bola. Orang marah adalah orang yang sangat lemah di hadapan syetan.
   
  
  2. Hasad
  Manusia bila hasud dan tamak menginginkan sesuatu dar orang lain maka ia akan 
menjadi buta. Rasulullah bersabda:” Cintamu terhadap sesuatu bisa menjadikanmu 
buta dan tuli” Mata yang bisa mengenali pintu masuknya syetan akan menjadi buta 
bila ditutupi oleh sifat hasad dan ketamakan sehingga tidak melihat. Saat 
itulah syetan mendapatkan kesempatan untuk masuk ke hati manusia sehingga orang 
itu mengejar untuk menuruti syahwatnya walaupun jahat.
   
  
  3. Perut kenyang
  Rasa kenyang menguatkan syahwat yang menjadi senjata syetan. Dalam satu 
riwayat disebutkan bahwa Iblis pernah menampakkan diri di hadapan Nabi Yahya 
bin Zakariyya a.s. Beliau melihat pada syetan beberapa belenggu dan gantungan 
pemberat untuk segala sesuatu seraya bertanya. Wahai iblis belenggu dan 
pemberat apa ini? Syetan menjawab: Ini adalah syahwat yang aku gunakan untuk 
menggoda anak cucu Adam.Yahya bertanya: Apa hubungannya pemberat ini dengan 
manusia ? Syetan menjawab: Bila kamu kenyang maka aku beri pemberat sehingga 
engkau enggan untuk sholat dan dzikir. Yahya bertanya lagi: Apa lainnya? Tidak 
ada! Jawab syetan. Kemudian Nabi Yahya berkata:
  
Demi Allah aku tidak akan mengenyangkan perutku dengan makanan selamanya.
  
Iblis berkata. Demi Allah saya tidak akan memberi nasehat pada orang muslim 
selamanya.
  
Kebanyakan makan mengakibatkan munculnya enam hal tercela:
・ Menghilangkan rasa takut kepada Allah dari hatinya.
・ Menghilangkan rasa kasih sayang kepada makhluk lain karena ia mengira bahwa 
semua makhluk sama kenyangnya dengan dirinya.
・ Mengganggu ketaatan kepada Allah
・ Bila mendengarkan ucapan hikmah ia tidak mendapatkan kelembutan
・ Bila ia bicara tentang ilmu maka pembicaraannya tidak bisa menembus hati 
manusia.
・ Akan terkena banyak penyakit jasmani dan rohani
   
   
  4. Cinta perhiasan dan perabotan rumah tangga
  Bila syetan melihat hati orang yang sangat mencintai perhiasan dan perabotan 
rumah tangga maka iblis bertelur dan beranak dan menggodanya untuk terus 
berusaha melengkapi dan membaguskan semua perabotan rumahnya, menghiasi 
temboknya, langit-langitnya dst. Akibatnya umurnya habis disibukkan dengan 
perabotan rumah tangga dan melupakan dzikir kepada Allah.
   
  
  5. Tergesa-gesa dan tidak melakukan receck
  Rasulullah pernah bersabda: Tergesa-gesa termasuk perbuatan syetan dan 
hati-hati adalah dari Allah SWT. Allah berfirman: ”Manusia diciptakan 
tergesa-gesa” dalam ayat lain dditegaskan: “Sesungguhnya manusia itu sangat 
tergesa-gesa. Mengapa kita edilarang tergesa-gesa? Semua perbuatan harus 
dilakukan dengan pengetahuan dan penglihatan mata hati. Penglihatan hata hati 
membutuhkan perenungan dan ketenangan. Sedangkan tergesa-gesa menghalangi itu 
semua. Ketika manusia tergesa-gesa dalam melakukan kewajiban maka syetan 
menebarkan kejahatannya dalam diri manusia tanpa disadari.
   
  
  6. Mencintai harta
  Kecintaan terhadap uang dan semua bentuk harta akan menjadi alat hebat bagi 
syetan. Bila orang memiliki kecintaan kuat terhadap harta maka hatinya akan 
kosong. Kalau dia mendapatkan uang sebanyak satu juta di jalan maka akan muncul 
dari harta itu sepuluh syahwat dan setiap syahwat membutuhkan satu juta. 
Demikianlah orang yang punya harta akan merasa kurang dan menginginkan tambahan 
lebih banyak lagi.
   
  
  7. Ta’assub bermadzhab dan meremehkan kelompok lain.
  Orang yang ta’assub dan memiliki anggapan bahwa kelompok lain salah sangat 
berbahaya. Orang yang demikian akan banyak mencaci maki orang lain.
  
Meremehkan dan mencaci maki termasuk sifat binatang buas. Bila syetan menghiasi 
pada manusia bahwa taassub itu seakan-akan baik dan hak dalam diri orang itu 
maka ia semakin senang untuk menyalahkan orang lain dan menjelekkannya.
   
  
  8. Kikir dan takut miskin.
  Sifat kikir ini mencegah seseorang untuk memberikan infaq atau sedekah dan 
selalu menyeru untuk menumpuk harta kekayaan dan siksa yang pedih adalah janji 
orang yang menumpuk harta kekayaan tanpa memberikan haknya kepada fakir miskin. 
Khaitsamah bin Abdur Rahman pernah berkata: Sesungguhnya syaitan berkata: Anak 
cucu Adam tidak akan mengalahkanku dalama tiga hal perintahku: Aku perintahkan 
untuk mengambil harta dengan tanpa hak, menginfakkannya dengan tanpa hak dan 
menghalanginya dar hak kewajibannya (zakat).
   
  Sufyan berkata: Syetan tidak mempunyai senjata sehebat senjata rasa takutnya 
manusia dari kemiskinan. Apabila ia menerima sifat ini maka ia mengambil harta 
tanpa hak dan menghalanginya dari kewajiban zakatnya.
   
  
  9. Memikirkan Dzat Allah
  Orang yang memikirkan dzat Allah tidak akan sampai kepada apa yang 
diinginkannya ia akan tersesat karena akal manusia tidak akan sampai kesana. 
Ketika memikirkan dzat Allah ia akan terpeleset pada kesyirikan.
   
  
  10. Suudzon terhadap orang Islam ghibah.
  Allah berfirman dalam Surat Al Hujuroot 12 sbb.:
  Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, 
sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari 
kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang 
lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah 
mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. 
Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
   
  Rasulullah pernah bersabda: Jauhillah tempat-tempat yang bisa memunculkan 
prasangka buruk.
   
  Kalau ada orang yang selalu suudzdzon dan selalu mencari cela orang lain maka 
sebenarnya ia adalah orang yang batinnya rusak. Orang mukmin senantiasa mencari 
maaf dan ampunan atetpi orang munafik selalu mencari cela orang lain.
   
  Itulah sebagian pintu-pintu masuknya syetan untuk menguasai benteng hatinya.
  
Kalau kita teliti secara mendetail kita pasti tidak akan mempu menghitus semua 
pintu masuknya syetan ke dalam hati manusia
  Sekarang bagiamana solusi dari hal ini? Apakah cukup dengan zikrullah dan 
mengucapkan “Laa haula wa laa quwwata illa billah”? ketahuilah bahwa upaya 
untuk membentengi hati dari masuknya serbuan syetaan adalah dengan menutup 
semua pintu masuknya syetan dengan membersihkan hati kita dari sifat-sifat 
tercela yang disebutkan di atas. 
   
  Bila kita bisa memutuskan akar semua sifat tercela maka syetan mendapatkan 
berbagai halangan untuk memasukinya ia tidak bisa menembus ke dalam karena 
zikrullah. Namun perlu diketahui bahwa zikir tidak akan kokh di hati selagi 
hati belum dipenuhi dengan ketakwaan dan dijauhkan dari sifat-sifat tercela. 
Bila orang yang hatinya mamsih diliputi oleh akhlak tercela maka zikrullah 
hanyalah omongan jiwa yang tidak menguasai hati dan tidak akan mampu menolak 
kehadiran syetan. 
   
  Oleh sebab itu Allah berfirman:
  Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari 
syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat 
kesalahan-kesalahannya. ( Al A’raaf 201)
   
  Perumpamaan syetan adalah bagaikan anjing lapar yang mendekati anda. Bila 
anda tidak memiliki roti atau daging pasti ia akan meninggalkanmu walaupun Cuma 
menghardiknya dengan ucapan kaita. Tapi bila di tangan kita ada daging maka ia 
tidak akan pergi dari kita walaupun kita sudah berteriak ia ingin merebut 
daging dari kita. Demikian juga hati bila tidak memiliki makanan syetan akan 
pergi hanya dengan dzikrullah. Syahwat bila menguasi hati maka ia akan mengusir 
dzikrullah dari hati ke pinggirnya saja dan tidak bisa merasuk dalam relung 
hati. 
   
  Sedangkan orang-orang muttaqin yang terlepas dari hawa nafsu dan sifat-sifat 
tercela maka ia akan dimasuki syetan bukan karena syahwat tapi karena kelalaian 
daari dzikrullah apabila ia kembali berdzikir maka syetan langsusng. Inilah 
yang ditegaskan firman Allah dalam ayat sebelumnya:
   
  Artinya: Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah 
kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ( Al 
A’roof ayat 200) 
   
  Dalam ayat lain disebutkan:
  Artinya: Apabila kamu membaca Al Qur'an, hendaklah kamu meminta perlindungan 
kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. Sesungguhnya syaitan ini tidak ada 
kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. 
Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya 
jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah. (An 
Nahl 98-100)
   
  Mengapa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Bila Umar ra. Melewati suatu lereng 
maka syetan mengambil lereng selain yang dilewati Umar.”? Karena Umar memiliki 
hati yang bersih dari sifat-sifat tercela sehingga syetan tidak bisa mendekat. 
Kendatipun hati berusaha menjauhkan diri dari syetan dengan dzikrullah tapi 
mustahil syetan akan menjauh dari kita bila kita belum membersihkan diri dari 
tempat yang disukai syetan yaitu syahwat, seperti orang yang meminum obat 
sebelum melindungi dir dari penyakit dan perut masih disibukkan dengan makanan 
yang kerasa dicerna. Taqwa adalah perlindungan hati dari syahwat dan nafsu 
apabila zikrullah masuk kedalam hati yang kosong dari zikir maka syetan 
mendesak mamsuk seperti masuknya penyakit bersamaan dengan dimakannya obat 
dalam perut yang masih kosong.
  
Allab SWT berfirman :
  Artinya: Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan 
bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, 
sedang dia menyaksikannya. (Qoof 37) 
  WAllahu a’lamu bis showab.
   
  =======================================================
  Semoga kita semua terhindar dari semua semua jeratan syetan yang terkutuk!!!
   
  Amien......
    
---------------------------------
  

      Recent Activity
    
      16
  New Members
  
      5
  New Photos

Visit Your Group 
                
    Yahoo! Avatars
  Express Yourself
  Get animated.
  Change your style

    Yahoo! Groups
  Start a group
  in 3 easy steps.
  Connect with others.



  .

 
         

       
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke