Assalamu'alaikum wr wb,

AS bantu Israel US$ 30 Milyar (Rp 270 trilyun) untuk
meningkatkan persenjataan. Padahal jumlah penduduk
Israel hanya sekitar 6 juta jiwa.

AS juga membantu Mesir yang pemerintahannya sekuler
sebesar US 13 milyar. Ini adalah suap dari AS untuk
pemerintah Mesir guna menindas Muslim yang ingin
menegakkan syari'at Islam.

Tanpa sadar ummat Islam membantu AS dengan menyumbang
uang lewat konsesi Migas bagi perusahaan2 AS, memakai
produk2 AS, dan membayar banyak uang untuk produk2 AS.
Padahal AS jelas merupakan kafir harbi yang memerangi
ummat Islam di Iraq dan Afghanistan serta menghalangi
ummat Islam di seluruh dunia untuk menjalankan syariat
Islam.

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta
mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah.
Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi
sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan
ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu
dikumpulkan" [Al Anfaal:36] 

Wassalam

--- Tony Ringgo Cahyono <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
Iran: AS Sedang Berusaha Timbulkan Perpecahan di Timur
Tengah

Iran menilai langkah AS memberikan bantuan dana untuk
keperluan militer sejumlah negara di Timur Tengah,
akan membahayakan keamanan di wilayah itu.

Menteri Luar Negeri Iran, Muhammad-Ali Hosseini secara
khusus mengkritik kesepakatan pemberian bantuan
persenjataan bagi Arab Saudi. Menurutnya, AS selalu
berusaha mencari kesempatan agar bisa menjual
senjatanya dengan cara menimbulkan ketakutan serta
perpecahan di Timur Tengah.

"Apa yang dibutuhkan kawasan Teluk adalah stabilitas,
persatuan, keamanan dan pertumbuhan ekonomi, namun
Amerika Serikat selalu mencegah hal itu terjadi, "
kata Hosseini seperti dilansir kantor berita Iran,
IRNA.

Menteri luar negerinya Condoleezza Rice, hari Senin
(30/7) membenarkan rencana pemberian bantuan untuk
keperluan militer sejumlah negara-negara di Timur
Tengah.

Bantuan tersebut antara lain diberikan untuk Mesir
sebesar 13 milyar dollar, untuk Arab Saudi dan
negara-negara Teluk lainnya sebesar 20 milyar dollar,
yang akan diberikan dalam jangka waktu 10 tahun.
Bantuan terbesar diberikan untuk Israel dengan nilai
30 milyar dollar.

Rice mengungkapkan, bantuan dana untuk keperluan
militer itu diberikan sebagai bentuk dukungan AS dan
sebagai upaya untuk mengantisipasi apa yang disebut
Rice sebagai pengaruh negatif dari al-Qaidah,
Hizbullah, Suriah dan Iran. (ln/aljz/presstv)
AS Tingkatkan Bantuan untuk Militer Israel

Amerika Serikat meningkatkan paket bantuan untuk
pertahanan Israel sebesar 25 persen. Paket bantuan
senilai 30 milyar dollar AS itu diberikan untuk
menjaga superioritas militer Israel di Timur Tengah.

PM Israel Ehud Olmert mengumumkan paket bantuan baru
dari AS itu dalam rapat kabinet mingguan. "Ada
kenaikan 25 persen bantuan untuk militer Israel dari
Amerika Serikat. Saya pikir ini kenaikan yang penting
dan cukup signifikan dalam bantuan pertahanan bagi
Israel, " kata Olmert.

Ia mengatakan, AS menawarkan paket bantuan tersebut
saat pertemuannya dengan Presiden AS, George W. Bush
di Washington tanggal 20 Juni lalu.

"Bantuan itu sangat berarti bagi keamanan Israel dan
ini merupakan kesempatan baik untuk menyampaikan
terima kasih pada Presiden Bush dan Menteri Luar
Negeri Condoleezza Rice, " tambah Olmert.

Dalam rapat kabinet itu, para menteri Israel
menekankan perlunya Israel mengamankan "kualitas
perannya" di tengah negara-negara tetangganya di Timur
Tengah dan perlunya menjaga peranan AS dalam
meningkatkan peranan Israel itu.

"Bantuan untuk pertahanan Israel masih menjadi
prioritas utama Amerika Serikat, " kata Olmert.

Menurutnya, dibandingkan negara-negara lainnya di
Timur Tengah, jumlah bantuan yang diterima Israel dari
AS paling besar jumlahnya. "Kita telah memperbaharui
kesepakatan dan komitmen dari AS bahwa AS akan
membantu menjaga peran Israel di antara negara-negara
Arab, " sambung Olmert.

Ia juga mengutip pemberitaan di surat kabar New York
Times dan Washington Post yang menyebutkan bahwa AS
sedang mempertimbangkan kesepakatan penjualan senjata
senilai 20 juta dollar dengan negara-negara Teluk
serta sedang mempertimbangkan bantuan sebesar 13
milyar dollar untuk militer Mesir, yang akan diberikan
selama 10 tahun. Perjanjian penjualan senjata dengan
negara-negara Teluk, termasuk penjualan bom-bom dengan
penuntun satelit, pembaharuan pesawat-pesawat tempur
dan penjualan kapal-kapal perang terbaru.

Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran di Israel dan di
kalangan Kongres AS yang selama ini mendukung Israel.
Namun Olmert menyatakan, Israel sangat memahami
kebutuhan AS untuk mendukung pembaharuan di
negara-negara kawasan Timur Tengah.

"Kami memahami kebutuhan AS untuk membantu
negara-negara Arab agar lebih moderat, yaitu
negara-negara yang satu front dengan Israel dan AS
dalam menghadapi Iran, " tukas Olmert menyinggung
program nuklir Iran.

Para pejabat militer Israel menyebut kenaikan jumlah
bantuan yang diberikan AS pada militer Israel
merupakan "prestasi yang sangat baik. " Sumber-sumber
di kalangan diplomat Israel mengungkapkan, detil paket
bantuan baru itu akan dibicarakan saat kunjungan
pejabat bidang politik pemerintahan AS, Nicholas Burns
ke Israel pertengahan Agustus ini.

AS memberikan paket bantuan untuk pertahanan Israel
sejak tahun 1973. Paket bantuan ini kemudian
dilembagakan pada tahun 1977 sebagai bagian dari
kesepakatan damai Mesir-Israel.

Paket bantuan tersebut, 75 persennya merupakan bantuan
dalam bentuk peralatan militer, mulai dari amunisi
sampai pesawat-pesawat tempur. Sedangkan 25 persennya
diberikan dalam bentuk uang tunai yang kebanyakan
digunakan untuk membantu Israel membuat persenjataan
baru. (ln/arabnews)

===
Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits?
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]


       
____________________________________________________________________________________
Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo! 
FareChase.
http://farechase.yahoo.com/

Kirim email ke