KESULITAN DAN KEMUDAHAN MUNGKINKAH RIDHO ALLAH??


Saat aku membaca berulang2 ungkapan yg menurutku bagus yg mengingatkan akan 
lika liku hidup ini.
   
  "kesulitan itu memperbaiki jiwa sebesar kehidupan yg dirusaknya, sedangkan 
kesenangan itu merusak jiwa sebesar kehidupan yg diperbaikinya" (PLATO)
   
  aku teringat besarnya cobaan para nabi dan Rasul serta sahabat2 dahulu, 
rasanya mustahil mereka menjadi pribadi2 yg tangguh bila sebelumnya tidak 
melalui beraneka macam kesulitan yg terjadi pada dirinya.
   
  hmm..bertubi2 rentetan kesulitan menimpaku seolah2 beruntun tidak ada 
habis2nya, hingga mencapai puncaknya pada satu keputusan perceraian yg menjadi 
dilema saat itu. dimaki, diancam, diusir, hingga satu kejadian yg merupakan 
satu titik puncak dimana aku harus benar2 angkat kaki pergi dari rumah. tidak 
tahu apa lagi yg harus aku lakukan, dan saat itu aku hanya bisa bersimpuh dan 
bersujud mengadukan semua kesulitan2ku pada Allah. Hingga  sholat 2 rakaat yg 
aku lakukan saat itu sebagai sholat sunnat yg paling khusyu yg pernah aku 
kerjakan.
   
  seperti layaknya tentara yg kalah perang dan sudah tidak punya lagi 
persenjataan maupun perbekalan, aku layaknya seorang tawanan yg meminta ampun 
tanda menyerah kalah dan butuh pertolongan dari sang Raja yg mengharap akan 
mengampuni dan menolongku. Tenggorokanku rasanya tercekat, entah apa yg harus 
aku katakan dan panjatkan, entah apa yg harus aku minta dan mohonkan, hanya 
tangisan dan air mata yg seolah2 tidak mau menunjukkan akan berhenti, spt 
tanggul yg sudah lama  dibendung dan akhirnya jebol dengan luapan airnya.
   
  Saat itu yg keluar hanya sebaris kalimat "inna lillahi wa inna illaihi 
rojiuun" apa lagi yg ingin Kau berikan kepadaku ya Rabb?? apa lagi yg ingin Kau 
persembahkan untukku yg Rabb??andai semua ini menyebabkan RidhoMu padaku, aku 
terima ya Rabb..aku terima ya Rabb..namun tolong bantu aku ya Rabb..bantu aku 
dengan kekuatanMu agar aku kuat menerima semuanya. marahkah Engkau padaku ya 
Rabb..?ampunilah dosa2ku ya Rabb..ampunilah semua dosa2ku ya Rabb..
   
  tidak ada kenikmatan saat itu, kecuali pasrah menerima semua kehendakNya, 
tidak ada kedamaian saat itu, kecuali menyerahkan semua keputusan padaNya.
   
  Dan aku teringat kejadian sore itu, disaat aku hanya melihat sisa2 barang yg 
berserakan di bongkar maling yg mengambil sisa barang berharga dirumahku, saat 
aku tinggalkan untuk menghindari ancaman, dan saat kembali yg aku temukan hanya 
porak porandanya rumahku, tidak ada lagi sisa barang yg lebih berharga dari yg 
selama ini aku miliki. saat itu aku harus mendekap 2 orang buah hatiku yg 
menangis dipelukanku, saat melihat rumah dan barangnya dibongkar maling. dan 
harus mendengar protes polos dari mulutnya
   
  "maling itu jahat mama..kenapa maling ambil semua punya kita..kenapa maling 
nda membeli sendiri aja..kenapa dia ambil punya kita mama.." tangis dan 
ucapannya saat itu merobek dan menambah luka yg selama ini aku rasakan dan aku 
pendam, anak kecil ini hanya menangis dan mengglayuti tanganku, sementara 
anakku yg besar tidak mengeluarkan kata2 sedikitpun dari mulutnya, namun 
derasnya air mata sudah menunjukkan betapa terpukulnya dia, akan semua 
kejadian2 yg menimpa kita selama ini.
   
  saat mereka membutuhkan dan mengharapkan ayahnya berada disana untuk 
melindungi mereka, andai maling2 itu datang lagi, ternyata tidak ada. Saat  
ketakutan mereka dan berharap ada tangan2 kuat seorang dewasa yg menggendong 
dan memeluknya, ternyata tak ada. Saat mereka melihat tidak ada lagi pintu dan 
jendela rumah yg sudah dirusak dan dibongkar maling, untuk melindungi mereka 
dari kencangnya angin dan gelapnya malam, ayahnya pun tidak ada. dan saat itu 
pula kekecewaan terucap dari mulut kecilnya dan sisa2 air matanya yg dari tadi 
sore hanya menetes tanpa suara, namun akhirnya terucap semua kekecewaan itu
   
  "kita pergi aja dari sini..aku takut maling itu datang lagi ke rumah kita 
ma..nanti maling itu bisa membunuh kita mama, aku ingin pergi dari rumah ini 
..." ucapnya lancar dengan air mata yg masih deras
   
  "kita mau pergi ke mana sayang..?bagaimana dengan ayah..?"
   
  "aku nda mau ayah lagi mama..dia nda perduli sama kita, ayah biarkan kita 
sendirian disini, ayah nda datang dan bantuin kita..ayah nda perduli sama kita 
ma.." isaknya dengan air mata yg membanjari wajah polosnya
   
  "kamu setuju mama berpisah dengan ayah..?nanti orang2 akan mengejek dan 
menanyakan dimana ayah kamu..?kamu nda malu sayang..?"
   
  "aku akan bilang sama orang, kalau aku punya ayah tapi dia nda tinggal lagi 
sama kita..buat apa kita sayang sama orang yg tidak sayang sama kita..?ayah nda 
sayang sama kita mama..ayah biarkan kita sendirian disini, ayah biarkan maling 
ambil semua barang kita, tapi ayah nda jg cepat datang tengokin kita, ayah nda 
juga perbikin pintu dan jendela rumah kita, aku takut maling itu datang lagi 
mama..aku ingin pindah dari sini.." ucapnya lancar dengan derasnya air matanya, 
kontan membuat dadaku perih..perih sekali..melihat buah hatiku yg berbicara 
lancar spt itu.
   
  "baiklah..mama akan melanjutkan untuk mengurus perceraian mama dengan ayah, 
tapi..kalau kita harus pindah dari sini, kemana kita harus pindah 
sayang..?hanya ini rumah yg bisa kita tempati?dan nda mungkin kita tinggal 
dengan nenek..?" tangis dan bingungku saat itu
   
  "beli rumah ma..aku pingin mama beli rumah lagi untuk kita tinggal..aku nda 
mau tinggal disini lagi ma.." tangisnya dengan mata penuh harap memandang tajam 
ke arahku
   
  dug!!ya Rabb..kemana harus aku bawa mereka? kemana lagi aku harus memberikan 
perlindungan untuk mereka? mereka korban ke egoisan kami, mereka tidak bersalah 
ya Rabb..kami yg salah..hanya rumah yg mereka minta dan butuhkan saat ini. 
hanya rumah yg mereka minta atas semua yg  sudah kami lakukan dan mengorbankan 
mereka..tolong aku ya Rabb..tolong luluskan permintaannya ya Rabb..mereka 
titipan Mu ya Rabb..rasanya tidak mungkin aku biarkan dirinya hidup tanpa 
tempat kami untuk tinggal..hanya rumah yg mereka minta ya Rabb..berikan rumah 
itu untuk mereka ya Rabb..
   
  tidak ada lagi yg bisa aku lakukan saat itu, kecuali bersimpuh dan mengharap 
sepenuh hati hanya kepadaNya, tidak ada uangku untuk membeli rumah, tidak ada 
uangku untuk memindahkan semua barang2 dari sini, tidak ada kekuatanku untuk 
meninggalkan semua ini, kecuali dengan bergantung penuh padaNya saat itu.


Rabb..jika ini jalan terbaik dariMu untuk kami, maka permudahlah semua urusan 
kami dan mantapkanlah hati kami dalam menerima apapun keputusanMu..
  

dengan mata sembab karena semalaman menangis dihadapanNya, hari itu juga 
kuberanikan diriku untuk bertemu dgn orang yg selama ini kuanggap sebagai 
ayahku, orang yg selama ini memberi perhatiannya lebih dari ayahku sendiri
   
  "bapak..tolong pinjamkan aku uang untuk membeli rumah, agar aku bisa pergi 
dari rumah itu bersama anak2ku.."
   
  "hmm..kamu nda salah datang pada saya..?kamu yakin saya punya uang sebanyak 
itu untuk membeli sebuah rumah..?" komentarnya bingung saat itu mendengar 
permintaanku
   
  "iya..aku yakin bapak bisa membantuku, aku yakin..lewat tangan bapak 
lah..Allah akan membantuku..jadi tolong bantu aku..?" jawabku pasti sambil 
menahan tangisku 
   
  "oke! kalau kamu yakin, saya bisa membantu kamu..insya Allah, akan saya coba 
untuk membantumu, tapi ingat..saat ini saya tidak punya uang sebanyak untuk 
dapat membeli sebuah rumah, tapi akan saya usahakan untuk mencarinya karena 
keyakinanmu itu, dan tunggu berita dari saya dalam jangka waktu seminggu, andai 
seminggu ini saya mempunyai uang sebanyak itu, maka itu adalah rejeki kamu dari 
Allah lewat tangan saya.." jawabnya mantap dan memantapkan hatiku, hingga hanya 
anggukan mantap dariku yg menyakini akan pertolongan itu datang padaku.
   
  Tidak ada yg bisa kulakukan saat itu, kecuali berdoa agar ikhtiar yg 
kulakukan terkabulkan, hingga 2 hari kemudian di jam istirahat kantor, seorang 
satpam menghubungiku lewat telphon
   
  “hallo..mbak hana..ini ada yg mau bicara dengan mbak hana..”
   
  “oh iya..siapa ya pak..?” tanyaku spontan
   
  “bentar ya mbak..” jawab satpam dan kudengar, pak satpam mempersilahkan orang 
yg ingin berbicara denganku
   
  "Assalamu'alaikum..hana..ini uang kamu untuk membeli rumah sudah saya 
dapatkan, silahkan ambil dan gunakan uang ini"
   
  Subhannallah..tidak ada yg tidak mungkin bagiMu ya Rabb..tidak ada yg tidak 
mungkin terjadi atas kehendakMu ya Rabb..Kau tunjukkan kuasaMu padaku, Kau 
permudah jalan kami untuk mendapatkan pertolonganMu
   
  Ar Rahmaan : 47. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Ar 
Rahmaan : 13, 16, 18, 21, 23, 25, 28, 30. 32, 36, 38, 40, 42, 45, 49, 51, 53, 
55, 57, 63, 73, 75, 77)
   
  (QS. Al Baqarah: 155-157 ) ”Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, 
dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. 
dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) 
orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan:  “Innaa lillaahi 
wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka Itulah yang mendapat keberkatan yang 
sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang 
mendapat petunjuk.”
   
   
   
  By
  hana
  
       
---------------------------------
Pinpoint customers who are looking for what you sell. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke