Artikel Islami 
      22 Maret 2005 - 15:19 
      Hidup Adalah Surga 
     
  
   
  
  
   
  ''Kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.''
   (QS: Al-A'laa : 17). 
               Hidup adalah kumpulan hari, bulan, dan tahun yang berputar tanpa 
pernah kembali lagi. Setiap hari umur bertambah, usia berkurang. Hal itu 
berarti kematian kian dekat. Semestinya kita kian arif dan bijak menjalaninya, 
tetap dalam kesalehan, bertambah kuat akidah, semakin khusyuk dalam beribadah, 
dan mulia akhlak. Pada puncak kebaikan itu lalu kita wafat, itulah husnul 
khatimah.
   
  Kehidupan jasad hanyalah sementara di dunia. Sedangkan kehidupan roh 
mengalami lima fase, yaitu: arwah, rahim, dunia, barzah, dan akhirat. Berarti 
hidup di dunia hanya terminal pemberhentian menuju akhirat. Allah SWT 
mengingatkan, ''Kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.'' (QS: 
Al-A'laa [87]: 17). Rasulullah saw menggambarkan bahwa hidup ini tak ubahnya 
seorang musafir yang berteduh sesaat di bawah pohon yang rindang untuk menempuh 
perjalanan tanpa batas. Karena itu, bekal perjalanan mesti disiapkan semaksimal 
mungkin. Sebaik-baik bekal adalah takwa (QS Albaqarah [2]: 197).
   
  Orang bertakwa adalah orang yang sangat cerdas. Ia tidak mau terjebak pada 
''keenakan'' sesaat, tetapi menderita berkepanjangan. Karenanya, ia mengolah 
hidup yang sesaat ini menjadi berarti untuk kehidupan panjang tanpa akhir 
nanti. ''Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. 
Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka 
mengetahui.'' (QS Al-Ankabuut [29]: 64).
   
  Hidup ini di bawah tatapan dan aturan Allah. Segalanya digulirkan dan 
digilirkan: hidup, lalu mati; kecil, akhirnya membesar; muda, lama-lama tua; 
dan muncul kesenangan, terkadang berganti kesedihan. Semua fana. Tetapi, di 
tengah kefanaan itu, umat Rasulullah yang paling sukses --sebagaimana 
dijelaskan dalam hadis --adalah yang paling banyak mengingat mati, lalu 
mempersiapkan hidup setelah mati.
   
  ================================================
  Akhirnya, orang-orang cerdas akan tahu, sadar, dan yakin bahwa hidup bukan 
untuk mati, tetapi mati itulah untuk hidup. Hidup bukan untuk hidup, tetapi 
untuk Yang Mahahidup. Karenanya, jangan takut mati, jangan cari mati, jangan 
lupa mati, dan rindukanlah mati. Mengapa? Karena, kematian adalah pintu 
berjumpa dengan-Nya -- perjumpaan terindah antara kekasih dengan Kekasihnya.
   
  Subhanallaah, ternyata hidup ini surga, saudaraku.
   
  -:Sarikata.com:-
  www.dudung.net
   


       
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke