BERANGKAT KE PESANTREN
 
   
  Sepulang dari kantor, spt biasanya anak2ku selalu mengikuti aku dari belakang 
dan membuka2 tas kerjaku untuk mencari makanan kecil yg hampir tiap hari aku 
bawakan untuknya, dan bila makanan itu sudah ditemukan, otomatis langsung 
dibuka dan dimakan olehnya. Namun ada sesuatu yg harus aku bicarakan pada anak 
sulungku tentang rencana keberangkatannya ke pesantren yg lebih cepat dari 
rencana awalku. Hmm..berat untukku menghadapi kepergiannya yg lebih cepat dari 
rencana, tapi keberatan perasaanku tidak boleh aku tampakkan padanya yg 
pastinya akan ikut memberatkan dirinya.
   
  “ka..sabtu ini kamu berangkat ke pesantren ya..?” ujarku yg memulai 
pembicaraan senormal mungkin, walau peraasaan sedih dihatiku terasa sekali 
namun kutahan untuk tidak boleh terlihat olehnya
   
  “lho..koq dadakan gini sich ma..?kan kata mama bulan Juli nanti? Lagi pula 
shafa kan belum selesai liburan sekolah..shafa belum masuk lagi ke sekolah, 
belum ketemuan lagi dgn teman2 sekolah..?” protesnya sedikit kaget, sambil 
mengunyah makanan yg aku bawakan
   
  “hari minggu kan sudah bulan Juli ka..? kita berangkat sabtu, dan kita 
sampe disana bulan Juli kan kak..?” kataku mulai berdiplomatis dan anakku 
mulai menghampiri kalender yg terpampang di dinding kamar
   
  “hmm..tapi aku belum ketemu sama teman2 sekolah shafa lagi ma..?kita pernah 
janjian akan pergi sama2 sebelum shafa pindah ke pesantren..?” komentarnya 
lagi dan kulihat masih terlihat wajar
   
  “terserah kamu..tapi tadi mama dapat informasi, kalau teman mama anaknya 
ada yg sudah berangkat hari kamis lalu, dan disana sudah dimulai bimbingan tes. 
Kalaupun kamu berangkat hari sabtu ini, sebenarnya kamu sudah telat ikut 
bimbingan..? tapi kalau kamu mau tunda lagi sampe sabtu depan, is ok..mama ikut 
kamu aja..hanya kamu tahu konsekuensinya apa..?” jelasku mulai mengajaknya 
berargumentasi 
   
  “hmm..” gumamnya nda jelas sambil kulihat spt orang yg sedang berfikir 
namun masih terus mengunyah makanannya
   
  “konsekuensi ketelatan kamu..kamu ketinggalan dalam beradaptasi dgn 
lingkungan baru kamu, mereka semua sudah mulai bimbingan tes, sedang kamu baru 
datang, nanti kamu akan kerepotan sendiri hadapi itu semua, mereka sudah 
lancar..kamu masih tersendat2..kalau kamu mau tunda keberangkatan ini, silahkan 
aja..mama ikutin kamu..tapi resiko ketelatan kamu itu nantinya, mama nda bisa 
bantuin, dan kamu harus bisa bantu diri kamu sendiri…gimana..?” tanyaku 
memasuki logikanya
   
  “oke shafa berangkat sabtu ini, berarti 4 hari sebelum keberangkatan shafa, 
shafa mau main2 aja ya..?tugas shafa untuk nulis arab dan hafalin ayat2 pendek 
serta artinya..nda usah lagi ya ma..? pokoenya shafa mau main aja tanpa tugas 
itu..” syaratnya padaku
   
  “oke..tugas kamu hafalin dan nulis tiap hari mama bebaskan, silahkan kamu 
main..tapi mama nda mau kalau mama pulang kerja, kamu nda ada di rumah..?” 
tawarku padanya
   
  “waduhh..mama mah gitu..?tetap aja itu mah..?hanya 4 hari ini mah..?shafa 
mainnya jg hanya ke rumah tante santi dan tante dewi doang..?” protesnya 
menyebutkan nama kedua adikku, dimana dia sering kesana untuk bermain bersama 
sepupu2nya yg masih kecil2
   
  “lho..selama mama pergi kerja, sampe mama pulang kan sudah terlalu lama 
ka..?nanti kalau mama sudah pulang, baru kita sama2 main kesana lagi..tapi kamu 
di rumah dulu saat mama pulang kerja..?” protesku
   
  “iya..kak..yg penting kan..kita sudah pulang main, kalau mama sedikit lagi 
sudah pulang kerja..?” usul adiknya yg dari tadi hanya tidur2an di kasur 
sambil makan kue
   
  “oke..oke..sekarang shafa pinjam HP mama, minta pulsa untuk kirim sms sama 
teman2 shafa ya..? soale pulsa shafa habis..” usulnya lagi dan tangannya 
sudah meraih HPku yg tergeletak di atas lemari buku dan kulihat dia sudah asik 
mengutak atik HP. Sedang…aku kembali sibuk mencari  pakaian ganti, beserta 
perlengkapan mandi, karena nda nyaman ingin segera mengguyur seluruh tubuh 
dengan air dingin dan tidak lama tedengar suara pesan sms yg berulang2 dari 
kamar mandi
   
  Segar rasanya badan yg terguyur air dingin dan belum lengkap rasanya kalau 
tidak dibaluri dengan minyak kayu putih plus bedak bayi. Dan kulihat anakku 
masih sibuk mengirim pesan lewat HPku
   
  “teman2mu bicara apa ka..?” tanyaku 
   
  “nda ada yg bolehin shafa pergi..semua protes, kenapa dadakan..?mereka 
minta kita ketemuan dulu dan pergi sama2 dulu sebelum shafa berangkat..?” 
komentarnya acuh sambil asik mengunyah makanan yg belum habis2
   
  “ya..sudah..kamu silahkan janjian pergi dengan teman2mu sana..?” usulku 
ikut merasakan beratnya meninggalkan teman2 yg sudah dekat
   
  “nda ah..malas..shafa nda mau pergi2 sama mereka, shafa mau pergi ke rumah 
tante dewi aja..?” tolaknya dan kutahu, anakku dekat dengan adikku, karena 
sejak kecil dijaga oleh adikku yg saat itu belum menikah dan tinggal denganku, 
menjaganya saat aku berangkat kerja
   
  “ya sudah terserah kamu..tapi kalau kamu mau janjian sama teman2mu, 
silahkan aja ya..?nanti mama kasih ongkos perginya..? tapi ..kalau mama lagi 
kerja dan kamu mau pergi sama teman2mu, ongkosnya minta dulu sama tante dewi, 
nanti pulang kerja..biar mama gantiin..?” usulku lagi dan kulihat anakku acuh 
aja dan masih asik mengutak atik HPku 
   
  “ka..ingat yg mama omongin sama kamu ya..?selama kamu di pesantren..andai 
kamu sudah mengerti dan pintar, silahkan kamu mau kritisi apapun juga yg ingin 
kamu kritisi, tapi ingat..? jangan sekali2 kamu berani mengutak-atik kebenaran 
al-qur’an dan hadist shahih..?apalagi kamu meragukannya bahkan berani 
merubahnya..?kepintaran kamu tidak akan pernah ada gunanya, bahkan akan 
menyesatkan diri kamu dan merugikan diri kamu kelak..” terangku dan dia asik 
mendengarkan penjelasanku
   
  “sikap kamu terhadap al-qur’an dan sunnah adalah kami dengar dan kami 
taat. Jangan sekali2 kamu mulai meragukan, karena Allah tidak suka ada keraguan 
setelah datang kebenaran yg difirmankanNya dalam Al-qur’an dan Hadist. Sekali 
kamu meragukan, maka yakinlah kesesatan akan datang padamu. Kalau kamu belum 
mengerti, lebih baik kamu diam..dan biarkan Allah yg memberikan jawabannya 
suatu saat nanti. Karena apapun yg diberitakan oleh Allah dan RasulNya pasti 
akan terjadi dan akan selalu terjadi..”
   
  “hmm..meragukannya sama sekali juga tidak boleh ma..?misalnya 
bingung..karena belum mengerti, tapi kemudian balik lagi sadar..itu nda boleh 
ma..?” tanyanya polos
   
  “meragukan itu beda dengan bingung ka..? meragukan itu adl yakin kalau 
berita dalam al-qur’an dan hadist itu harusnya tidak begitu bunyinya..?kalau 
bingung..memang awam dan tidak tahu, dan sikap kamu saat itu harus tetap kami 
dengar dan kami taat terhadap keduanya, dan selalu membenarkan apa yg tertulis 
pada keduanya itu..” terangku panjang lebar
   
  “ka..gunakan akal kamu untuk mencari kebenaran dan membenarkan wahyu, namun 
jangan gunakan akal kamu untuk mencari pembenaran akal kamu sendiri. orang2 JIL 
saat ini gunakan akalnya untuk melakukan pembenaran akalnya, hingga al-qur’an 
dan sunnah pun diragukannya bahkan ingin dirombaknya, agar keduanya itu 
mengikuti kemauan akalnya..” terangku terus dan dia terdiam terus mendengarkan
   
  “ka..ingat pesan mama yg lain ya..?selalu tanamkan dihatimu dan pikiranmu, 
apa yg bisa kita kerjakan, agar amal2 kita terus mengalir, hingga kita mati 
nanti..?kamu sudah tahu, ada 3 hal yg kita lakukan dan mengalirkan terus pahala 
pada diri kita walau kita telah mati nanti..yaitu harta yg kita sedekahkan di 
jalan Allah, ilmu yg bermanfaat yg kita ajarkan serta anak2 yg sholeh. Kalau 
kita belum punya banyak harta untuk diberikan dijalan Allah, maka kita harus 
mencari ilmu yg baik dan benar agar bisa kita amalkan dijalanNya, dan berusaha 
mendidik anak2 kita untuk menjadi anak2 yg sholeh..”
   
  “ka..niatkan yg benar dalam hati kamu, kalau keberangkatan kamu ini adalah 
ingin mencari ilmu yg baik dan benar agar bisa kamu amalkan dan berjuang di 
jalan Allah, bela agamaNya dan jangan biarkan orang2 jahil itu merusak agama 
Allah ya ka..?ilmu yg kamu cari nanti, insya Allah bisa jadi manfaat bagi orang 
lain dan jadi amal sholeh kamu hingga mati. Dan tugas mama adalah mengantarkan 
kamu jadi anak2 yg sholeh, agar kamu bisa jadi amal yg terus mengalir untuk 
mama, walau mama sudah meninggal nanti.
   
   “ka..jujur mama nyesal sekali nda bisa bahasa arab, apalagi bahasa 
Al-qur’an. Kalau memungkinkan, rasanya mama pingin ikutan kamu pergi nyantri 
dan belajar sama2 kamu disana juga ade. Hmm..mungkin ada hikmahnya juga mengapa 
mama dulu nda pernah terpikirkan untuk belajar bahasa arab apalagi bahasa 
al-qur’an dan Allah mengkondisikan mama spt itu, bisa saja..andai dulu mama 
pandai bahasa Arab dan Al-qur’an, malah bukan membenarkan Al-qur’an tapi 
merasa sok pintar dan menghujat, karena merasa lebih paham dan mengerti dari 
pada Allah dan Rasulullah sendiri, spt orang2 pintar bahasa arab dan 
al-qur’an saat ini. Merasa hebat dan andalkan akalnya untuk  menyalah2kan 
Al-qur’an dan sunnah. Ingat ka..Allah akan menjaga anak keturunan orang2 
sholeh, kalau kamu sayang sama anak2mu nanti, maka jadikan diri kita dulu 
sholeh biar anak2 kita nanti dijagain Allah. Tapi kalau kamu sudah merasa sok 
pintar dan berusaha untuk menolak kebenaran Allah dan RasulNya dengan akal
 kamu, maka yakinlah Allah lebih hebat untuk menyesatkan siapa aja tanpa adanya 
rekayasa terlebih dahulu pada kita. .” nasehatku terus padanya dengan niat 
menguatkan dirinya dan mantapkan hatiku sendiri.
   
  “ingat pesan mama yg lain ya ka..?kalau kamu nda mau kena hukuman, maka 
jangan langgar larangan yg ada disana. Tapi kalau kamu takut dihukum, gara2 
telat masuk masjid hanya karena antri wudhu, maka lebih baik kamu dihukum dari 
pada kamu sholat tanpa wudhu. Kyai dan guru kita bukan segala2nya, tidak ada yg 
boleh kamu takutin kecuali Allah dan RasulNya. Ya..?” nyerocosku terus, dan 
kedua anakku mendengarkan acuh sambil terus mengunyah makanan
   
  “oke..tapi orang2 disini enggak usah tahu ya ma..?jangan bilang dulu ke 
nenek..shafa pusing kalau sampe nenek tahu..nanti ngomong macam2 
lagi..?hmm..ayah gimana ma..?” ujarnya sedikit serius
   
  “nanti ayah biar mama yg kasih tahu..” jawabku singkat
   
  “deeee…kakak..katanya loe gak  mau sebut2 ayah lagi..??” ujar adiknya 
menggoda yg dari tadi menyimak percakapan kita
   
  “ngapain loe..?!” jawab kakaknya sewot karena diganggu adiknya
   
  “kak..kalau elo sayang sama mama..harusnya elo gak boleh ngelawan sama ayah 
kak..?” ujar adiknya serius
   
  “yeee..tau apa sich loe..anak kecil..?!” tanggapan kakaknya dengan jutek
   
  “kalo elo ngelawan sama ayah dosa kak..??kasihan mama juga..yg dimarahin 
sama ayah …? Karena disangkanya mama yg ajarin loe ngelawan ayah...?” 
komentar adiknya serius spt layaknya orang dewasa
   
  “elo juga..!!kenapa diam aja, waktu lihat mama di salah2in sama ayah..?! 
padahal loe tahu, mama yg benar..tapi kenapa loe diam..?!” komentar kakaknya 
keras pada adiknya
   
  “yaa..karena ade takut dosa sama ayah kak..?” jawab adiknya diplomatis 
dan acuh sambil mengunyah makanan
   
  “ya udah..?! kalau loe aja diam enggak mau belain mama, terus..sekarang loe 
suruh gue juga diam, lalu siapa nanti yg belain mama..?!” protesnya keras 
mengomentari jawaban adiknya dan sudah terlihat matanya mulai berkaca2
   
  “sudah..sudah..enggak usah ada yg belain mama..!?biar Allah aja yg belain 
mama..?! kakak juga nda boleh bersikap spt itu sama ayah, biar aja ayah yg 
begitu, tapi kakak nda usah ikut2an spt ayah, itu sama aja..enggak ada bedanya 
sama ayah..?! biar aja ayah yg dosa sendiri, kamu nda boleh ikut2an buat dosa 
karena ngelawan sama ayah..?!” leraiku tegas dan mataku sudah melotot pada 
keduanya
   
  “tuch kan..benar yg ade bilangin kak..?biar aja ayah sendiri yg dosa 
kak..kita enggak usah ikut2an spt ayah..?” jelas adiknya santai seolah2 dapat 
pembelaan dan hanya membuat kakaknya bertambah kesal
   
  “diam loe jangan ngomong..!?” bentak kakaknya kesal pada adiknya
   
  “sudah..ade diam..jangan ngomong terus..berisik..!?” komentarku lagi, 
karena melihat gelagat ada yg merasa dibela dan dipojokkan, dan kontan membuat 
keduanya sudah terdiam
   
   
  Ya Rabb jadikanlah mereka penyejuk mataku, penyejuk hatiku, penerang di 
jalanMu dan jadikanlah mereka jalan kami untuk menuju keridhoanMu, dan jalanMu 
untuk menjadi penolong kami di dunia maupun di akhirat. Dan jadikan diriku 
sebagai jalanMu untuk menjadi penolong mereka di dunia maupun di akhirat. Dan 
jadikan diriku menjadi jalannya menuju RidhoMu.. Amin..
   
   
  Selasa, 26 Juni 2007
  By
  hana
  
       
---------------------------------
Yahoo! oneSearch: Finally,  mobile search that gives answers, not web links. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke