Mendirikan khilafah berarti melebur semua negara Islam menjadi hanya satu negara/pemerintahan Islam yang dipimpin oleh seorang Khalifah, tentu saja ide ini ditentang oleh para penguasa dari semua negara Islam, siapa sih yang rela kehilangan kekuasaan ?
Menurut saya khilafah dapat berdiri jika semua pemerintah/penguasa negara-negara Islam hancur atau menjadi lemah akibat berperang dengan musuh, sehingga muncul kesepakatan untuk bergabung dalam satu khilafah untuk melawan musuh. Berdirinya negara Indonesia mungkin bisa menjadi contoh, di bumi Nusantara terdapat banyak kerajaan/kesultanan, kemudian datanglah penjajah mengadudomba, menghancurkan dan menjajah semua kerajaan, sehingga ketika merdeka hanya tinggal beberapa kerajaan saja yang ada dan ikut bergabung ke dalam NKRI. Yang menjadi pertanyaan, siapakah yang mampu untuk menjadi Khalifah saat ini/itu ? Salam, Effendi B 4b. Re: DEBAT HT DAN PEMERINTAH Posted by: "A Nizami" [EMAIL PROTECTED] nizaminz Mon Sep 3, 2007 7:21 pm (PST) Wa 'alaikum salam wr wb, 4. An Nisaa' 59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. --- suhana hana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Hmm..niat HT dengan tujuan mendirikan khilafah itu > baik, dan untukku pribadi, dan mungkin untuk orang > mukmin lainnya, sangat merindukan berdirinya negara > islam. Tapi.. apakah caranya harus spt HT..? bagiku > pribadi, aku kurang setuju dengan teriak2 dan > demonstrasi yg selama ini sudah dilakukan oleh > aktivis HT. (boleh kan..?dan ini bukan untuk > diperdebatkan, aku hanya ingin berusaha menyampaikan > apa yg ada dipikiranku ttg dampak yg bisa saja > terjadi dengan kegiatan yg selama ini dilakukan oleh > HT) Menjalankan Hukum Allah wajib. Artinya meninggalkannya dosa. Hukum Qishash, rajam, hudud, dsb mustahil dapat dijalankan tanpa adanya negara Islam. Karenanya menegakkan negara Islam sebagaimana yang disunnahkan oleh Nabi dan dicontohkan para sahabat wajib kita ikuti. Mengenai cara bisa beda2. Tapi saya tak setuju kalau ada yang bilang demo itu bid'ah. Dalam satu hadits Nabi bilang kalau ada kemungkaran kita bisa mencegahnya dengan tangan, lisan, atau hati. Jadi cara bisa macam2. Nabi sendiri kadang mengumpulkan orang kemudian berceramah seperti ketika selesai Isra' Mi 'raj, atau sahabat Ibnu Mas'ud yang dilempar batu ketika mengaji di tengah umum. Sama seperti kita menulis email, atau bikin web, meski di zaman Nabi tidak ada, bukan berarti bid'ah. Kita berdakwah melalui berbagai media. > Oke..baik pemerintah maupun HT semuanya adalah > insya Allah muslim. Sedangkan Rasulullah pernah > bersabda "haram hukumnya menumpahkan darah seorang > muslim" atau "barang siapa membunuh seorang muslim, > maka ia spt membunuh seluruh manusia di bumi" dan > hadist lain yg meminta kita untuk taat kepada > pemimpin walaupun dia dzolim. Rasul bersabda "suatu > saat nanti kalian akan bertemu seorang pemimpin yg > dzolim. Lalu sahabat bertanya "apakah harus kami > tumbangkan pemimpin spt itu ya Rasulullah?" Jangan! > Tunaikan tugasmu kepada pemimpin dan minta hakmu > pada Allah." dan hadist lain "suatu saat kalian akan > bertemu dengan pemimpin yg dzolim" lalu sahabat > berkata "apakah harus kami gulingkan pemimpin itu ya > Rasul?" jangan! Tunaikan tugasmu kepada pemimpin, > hingga kalian bertemu denganku" Mengenai wajib taat kepada pemimpin yang zholim saya kurang sependapat. Islam tidak mengajarkan ummatnya untuk nrimo ditindas oleh pemimpin yang zholim. Islam bukanlah alat untuk melindungi pemimpin yang zholim. Sebagai contoh para sahabat seperti A'isyah dan sahabat lainnya serta Mu'awiyah dan kawan2 memberontak terhadap pemimpin mereka: KHALIFAH ALI RA. Padahal mereka mengetahui hadits2 langsung dari Nabi Muhammad SAW. Nah jika terhadap pemimpin yang beriman dan tak pernah ketinggalan shalat macam Khalifah Ali saja mereka berontak, jika ada pemimpin yang zholim, niscaya semua sahabat akan berontak. Jadi hadits itu secara matan/isi sangat lemah. Para pemimpin Arab seperti raja2 Saudi Arabia, Qatar, Oman, dsb juga sebetulnya tak lebih pemberontak yang memberontak terhadap pemerintahan Turki Usmani. Dengan dibantu tentara kafir Inggris, mereka memecahkan diri dari kekhalifahan Turki Usmani. Toh sebagian ulama2 di Timteng tetap mendukung mereka. Saat ini ummat Islam tercerai berai jadi negara2 kecil. Ada Indonesia, Malaysia, Pakistan, Bangladesh, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Mesir, Libya, dsb.Sebagian perang satu dengan lainnya sehingga jutaan muslim tewas. Contoh perang Iraq-Kuwait-Saudi, Malaysia-Indonesia, Pakistan-Bangladesh, dsb. Jadi tunduknya ummat Islam pada pemimpin2 zholim yang kecil justru bertentangan dengan Al Qur'an yang memerintahkan kita untuk tidak cerai-berai: 3. Ali 'Imran 103. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. 3. Ali 'Imran 105. Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat, Ayat di atas jelas memerintahkan ummat Islam untuk bersatu. Zaman Nabi pemimpin hanya satu, demikian pula zaman sahabat. Jangan sampai karena mentaati pemimpin yang zhalim kita jadi cerai berai dan durhaka pada Allah. > yg dilakukan oleh HT, akan dianggap rawan > untuk pemerintah yg merasa akan digoyang > kepemimpinannya, dan sudah pasti pemerintah akan > lakukan tindakan apabila dianggap sudah mulai > membahayakan stabilitas keamanan negara yg > dipimpinnya. Setiap perjuangan ada resikonya. Nabi diancam bunuh bahkan pernah hendak dibunuh sehingga hijrah ke Madinah. Tapi itu tidak membuat Nabi mundur. > > orang2 awam yg tidak mengerti sama sekali > makna sebuah ajaran islam yg benar, bisa saja > akan melakukan tindakan anarkis spt yg selama ini > sudah dilakukan oleh beberapa muslim lainnya yg > mengatasnamakan islam dengan mengebom dan > menghancurkan tempat2 dimana bukan orang kafir aja > yg tinggal tapi ternyata lebih banyak muslim > lainnya yg jadi korban. Dan ini terkena hadis > yg menumpahkan darah muslim lainnya tanpa sebab. Kita harus bisa membedakan orang yang senang membom dgn HT. Dari berita CNN juga disebut bahwa HT meski radikal (karena ingin mendirikan negara Islam) tidak memakai kekerasan. Memang di beberapa negara Arab HT sudah dilarang. Di Indonesia bisa jadi akan dilarang juga. Tapi minimal ummat Islam tercerahkan bahwa menegakkan satu kekhalifahan Islam itu perlu. Tinggal kita pikirkan sama2 caranya bagaimana. > > apabila pemerintah sudah merasa ada pihak2 > tertentu yg melakukan tindakan anarkis bagi > pemerintah, maka pemerintah mampu melakukan tindakan > untuk menghapuskan segala tindakan anarkis tsb. > > > tindakan yg akan dilakukan oleh pemerintah, > bisa berupa apa aja untuk hapuskan segala > sesuatu yg membuat rawan pemerintahan, > menghapuskannya atau memberi label teroris, > komunis or apalah. > > > apabila sudah diberikan label teroris, > otomatis yg bermain bukan lagi pemerintah > indonesia, tapi pemerintah dunia dan spt kita > ketahui, orang2 kafir yg tidak suka dengan > islam selalu mencari celah gimana caranya untuk > menghancurkan islam, baik secara fisik maupun non > fisik. Selama ini Indonesia sedang dihancurkan > secara pemikiran (non fisik) dan bukan menutup > kemungkinan mereka akan perlakukan indonesia spt > mereka memfitnah negara2 muslim lainnya atas > nama terorist dan menghancurkannya secara > fisik. > > > dll.dll.dll.dll silahkan renungkan sendiri, > mengapa sampai Rasul mengingatkan kita berkali2 > untuk "taat" pada pemimpin walau dzolim? Karena > lebih menghindarkan bentuk mudharat yg lebih > besar > > oke..yg buat aku miris adalah, niat HT sudah baik, > tapi bila tidak dijalankan secara cerdas, maka bisa > jadi label teroris, komunis, anarkis, or apalah > akan dilabelkan pada organisasi tsb. Anggaplah..HT > hanya ditutup dan dibubarkan karena dianggap rawan > bagi pemerintah, lha..kalau negara2 kafir yg > mengatasnamakan penumpasan teroris ikut campur, lalu > tiba2 bom bardir, apa kita sudah siap?? Hanya gara2 > satu orang osama bin laden aja..mereka bisa jadikan > alasan untuk hancurkan afghanistan, apalagi yg saat > ini mengatasnamakan kelompok besar?? Dan secara > terang2an pula teriakan itu semua, sementara > pemerintah kita sendiri yg merasa terancam > stabilitasnya, ikut memberikan label dan mendukung > segala bentuk dan tindakan anarkis yg berusaha > goncangkan kepemimpinannya?? > > Hmm..aku dengar gosip, kalau HT bisa jadi akan > ditutup dan disejajarkan dengan PKI oleh pemerintah > dan dianggap sebagai organisasi terlarang. Kalau > sudah begini, apa yg terjadi?? Kacau kan??? Kebayang > kan..?nda terimanya HT disejajarkan dgn PKI, but > bagi pemerintah jelas sudah ganggu keamanan > pemerintahannya dan mereka bisa lakukan apa aja. > Hmm..kebayang berapa banyak korban antara saudara > muslim andai benar hal ini akan terjadi? Baik dari > pihak pemerintah maupun HT sendiri dan keduanya > masih sama2 muslim?? Dan kebayang sama aku..andai > pihak musuh mengambil moment ini untuk dijadikan > alasannya menghancurkan negara kita spt negara2 > muslim lainnya.? > > Hmmm.. aku pribadi rasanya tidak perlu terlalu > khawatir, akan diperlakukannya negara kita spt > negara2 muslim lainnya, hanya tinggal nunggu waktu > yg tepat aja mereka lakukan itu pada kita. Dan bisa > jadi sikap HT yg dianggap arogan oleh pemerintah, > akan dijadikan moment tepat bagi mereka untuk > lakukan itu pada negara kita. Oke..andai HT sudah > siap akan diperlakukan spt itu, tapi apakah yg > berada di dalam negara ini hanya kelompok HT > sendiri?? kenapa jadi egois melihat "kesiapan" diri > tanpa melihat yg lainnya dan kebetulan sama2 berada > di sini?? > > Hmm..bukan mau mengendurkan semangat juang > saudaraku yg di HT, tapi..andai ada cara lain yg > lebih baik dan cerdas untuk mendirikan negara islam, > kenapa harus gunakan cara yg bisa jadi timbulkan > celah bagi mereka untuk menusuk kita??? > > Berkali2 aku bilang..islam didirikan dengan ilmu, > pada saat kita tanamkan ilmu yg benar ttg islam, > maka secara otomatis, semua lini akan mengikutinya. > Dan syariat akan berjalan dengan sendirinya dan > otomatis negara islam akan berdiri karena kesadaran > dan bukan dengan sikap arogan. > > Hmm..contoh. aku tidak perlu lagi teriak2 pada > anakku yg besar untuk mengajaknya sholat, karena > insya Allah dia sudah tahu bahwa sholat itu adalah > kewajiban bagi dirinya yg komitmen sebagai seorang > muslim. Dan aku tidak perlu lagi memaksa2 anakku > untuk pergi ke pesantren dan tinggalkan semua yg > selama ini menjadi kesenangan dirinya, tanpa paksaan > dan dia pergi dengan keyakinan dan tujuan yg jelas > dan kesadaran yg tinggai dan bukan karena ancaman > maupun paksaan dariku. > > Jadi..bagiku..bukan hal yg mustahil untuk > mendirikan negara islam tanpa kekerasan, namun cukup > memberikan pelajaran dan pemahaman yg benar ttg > islam, mulai dari diri sendiri, keluarga, hingga spt > yg aku lamunkan..andai pemimpin kita dan seluruh > aparat pemerintahan yg terkait mau belajar islam yg > benar untuk membuka diri dan bertanya pada ulama2 yg > benar dan jujur menerangkan islam, rasanya bukan > suatu hal yg mustahil untuk siap menancapkan > pondasi2 yg kuat sebelum berdirinya negara islam > sesuai yg kita impikan. > > Hmm..aku selalu berfikir, andai negara islam > ditegakkan dengan cara mengkudeta, dan berhasil, > apakah seluruh elemen pengganti itu sudah > disiapkan??ekonomi islam, politik islam, bank islam, > pengadilan islam dengan para hakimnya, mata uang > islam, dll, dll. Oke..sudah banyak menjamur bank2 > yg berlabel islam, namun apakah benar sistemnya > bersyariatkan islam?? Itu semua perlu dikoreksi, > andai pemimpin dan negara sudah dikuasai, apakah > hal2 lain sudah siap untuk mengikuti.? > > Oke..segitu dulu sharring dariku, kalaupun aku > menolak cara2 HT, bukan berarti aku membenci HT, > kalau aku berkomentar spt itu, bukan karena aku > setuju dengan pemerintahan saat ini dan > mendukungnya. Aku hanya menjaga jangan sampai ada > pertumpahan darah antara kalian semua yg masih > seakidah. (pemerintah maupun HT) sementara > perselisihan kalian nanti, akan dimanfaatkan oleh > musuh2 islam untuk menghancurkan kita semua yg > berada disini. (walau insya Allah..aku yakin kita > semua nda gentar hadapi musuh, tapi apakah kita > harus memilih cara spt itu, andai cara cerdas lebih > memadai..:) yg benar sudah pasti datangnya dari > Allah, yg salah sudah pasti dariku dan aku mohon > maaf atas semua salah dan khilafku, apabila ada > diantara saudara2ku jadi tidaknyaman dengan diskusi2 > sebelumnya. > > > > Salam > hana [Non-text portions of this message have been removed]

