Wa'alaikum salam wr wb, --- Bango Samparan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Cuma komentar dan tanya, jangan dimarahi sebagai > menyelonjorkan kaki di > hadapan ulama:-)
Saya sendiri kurang sependapat dengan argumen dan dalil yang diajukan Syaikh tsb hingga begitu mudah menyebut sesuatu bid'ah. Kalau dipikir2, maka pengkastaan seperti sistem rahib pada nasrani seperti gelar Syaikh juga bid'ah karena pada zaman Nabi dan sahabat tidak ada yang digelari khusus Syaikh. Tidak pernah kita dengar Syaikh Abu Bakar, Syaikh Umar, dsb. > > DEMONSTRASI, SOLUSI ATAU POLUSI ? > > Oleh > > Syaikh Su'aiyyid bin Hulaiyyil Al-Umar > > > Dengan demikian, menurut pelakunya, demonstrasi > merupakan ibadah, > > bagian > > dari jihad. Sedangkan kita telah memahami, bahwa > hukum asal ibadah > > adalah terlarang, kecuali jika ada dalil yang > memerintahkannya. > > Lha semua aktivitas muslim kan ibadah, jadi > demonstrasi apa memang > tidak bisa dipandang sebagai ibadah. Setahu saya yang bisa disebut bid'ah itu jika menyangkut ibadah mahdloh atau yang langsung kepada Allah. Misalnya rukun sholat ditambah2, dsb. Tapi kalau ibadah yang umum, misalnya kerja itu ibadah, itu bisa bermacam-macam selama tidak melanggar ketentuan Allah (mis: mencuri, merampok, dsb). Kita bisa jadi astronot, pilot pesawat tempur, programmer. Meski hal itu belum ada pada zaman Nabi, itu bukan bidah. Dan kerja itu, kalau niatnya Lillahi taala, itu ibadah. Demikian pula amar maruf nahi munkar. Itu caranya kan bermacam-macam. Bisa dengan tangan, lisan, atau hati. Seperti para ulama menulis lewat email atau web di internet, itu bukan bidah. Nah demo itu juga begitu. Hanya media untuk amar maruf nahi munkar. Misalkan pornografi merajalela di TV atau media massa. Kita bisa mencegahnya nahi munkar dengan demo. Dan itu bukan bidah. Bisa saja kita berusaha tampil di TV untuk menolaknya. Tapi kalau mereka tidak memuatnya kan percuma. Dengan demo, maka ketidak-setujuan kita bisa diketahui oleh masyarakat dan diliput luas oleh media. > > Kedua. > > Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam terkena fitnah > dan ujian para > > sahabat > > sepeninggal beliau juga demikian, seperti > peperangan dengan > > orang-orang > > murtad, tidak ketinggalan pula umat beliau selama > berabad-abad juga > > diuji. Akan tetapi mereka semua tidak demonstrasi. > Jika demonstrasi > > itu > > baik, tentunya mereka akan mendahului kita untuk > melakukannya. > > Apa iya ya, dulu tidak ada sebuah peristiwa yang > bisa dipandang sebagai > sejenis dengan demonstrasi? Lagi pula demonstrasi > itu wasilah, bukan > sesuatu yang ushul. Nabi dan para sahabat sering menyeru orang2 kafir untuk masuk Islam. Nabi juga pernah mengumpulkan orang2 kafir dan memberi tahu mereka tentang Isra Miraj. Sebetulnya khutbah jumat atau hari raya di mana orang2 banyak berkumpul dan ada yang berkhutbah itu kan ada sedikit kemiripannya dengan demo. Pada saat umrah/haji, ummat Nabi dan para sahabat kan ramai2 ke Mekkah sambil melantunkan talbiyah. Pada saat perang, Nabi dan para sahabat berbaris membawa panji peperangan. Pada saat Futuh Mekkah, iring-iringan Nabi merupakan show of force yang menggentarkan musuh sehingga tidak perlu ada peperangan. Jadi Islam itu tidak begitu kaku mengatakan itu bidah itu bidah... > > Ketiga > > Sebagian orang menisbatkan demonstrasi kepada Umar > bin Al-Khaththab > > Radhiyallahu 'anhu, dan ini sama sekali tidak > benar, karena > > keshahihan > > riwayatnya tidak diakui oleh para ulama. Maka > penisbatan demonstrasi > > kepada Umar merupakan kedustaan atas nama beliau > sang pembeda > > (Al-Faruq) > > Radhiyallahu 'anhu yang masuk Islam > terang-terangan dan berhijrah di > > siang bolong. > > Wah, padahal peristiwa ini cukup terkenal, dan > hampir pasti diungkap di > buku-buku sirah. Iya di Buku siroh/sejarah Nabi ini begitu masyhur. Kok begitu mudah dilemahkan oleh orang2 mutaakhiirin? > > Keempat > > Di dalam demonstrasi ada tasyabbuh (penyerupaan) > dengan orang-orang > > kafir, padahal Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa > sallam bersabda. > > > > "Artinya : Siapa saja yang menyerupai suatu kaum, > maka dia termasuk > > golongan mereka" [HR Abu Dawud dengan sanad yang > hasan] > > > > Hal ini dikarenakan demonstrasi tidak dikenal > dalam sejarah kaum > > muslimin kecuali setelah mereka bercampur baur > dengan orang-orang > > kafir. > > Wah, bernegara dalam arti yang sesistematik sekarang > juga nggak ada. > Apa ini juga termasuk menyerupai suatu kaum? > > Umar Ra. begitu takut kalau pemerintahannya berubah > menjadi kerajaan > dan beliau berubah menjadi raja. Kenapa sekarang > tidak ada ulama yang > takut kepada bentuk kerajaan seperti halnya Umar Ra. Alasan ini juga mengada-ada. Demo bidah karena dianggap menyerupai suatu kaum. Nah kalau kaum nasrani dan perssia perang, kemudian Nabi ikut perang apa itu tasyabbuh (menyerupai) kaum kafir? Jika ummat Nasrani perang pakai pedang dan panah kemudian Nabi dan sahabat perang pakai pedang dan panah apa itu disebut tasyabbuh? Jadi demo tidak bisa dianggap tasyabbuh... Kalau kita berpakaian seperti pendeta Kristen, nah itu baru tasyabbuh namanya. Kerajaan Arab yang ada juga bisa disebut tasyabbuh, toh banyak ulama yang digaji negara2 Arab tsb yang membelanya. > > Kelima > > Demonstrasi secara umum tidak akan bisa digunakan > untuk membela > > kebenaran dan tidak akan bisa digunakan untuk > mengugurkan kebatilan. > > Terbukti, seluruh dunia demonstrasi untuk > menghentikan kebengisan > > Yahudi > > di Palestina, apakah kebiadaban Yahudi berhenti? > Atau apakah > > kejahatan > > mereka semakim menjadi-jadi karena melihat > permohonan tolong > > orang-orang > > lemah ?!! > > Jadi apa alternatifnya? Tapi ya memang aneh kalau > mau mengusir Yahudi > hanya pakai demonstrasi saja. Demonstrasi - > penggalangan opini - hanya > termasuk sebagian cara saja untuk mengusir Yahudi. Dengan demo, minimal orang2 di seluruh dunia tahu kebiadaban Yahudi. Lalu apa yang dilakukan oleh pengecam demo ini untuk menghentikan kebiadaban Yahudi? Demo tidak. Mengangkat senjata juga tidak. Hanya diam dan mengecam orang2 yang demo. Nabi berkata, jika ada kejahatan, hendaklah kita mencegah dengan tangan, lisan, atau selemah2nya dengan hati. Nah kalau dengan tangan tidak. Dengan lisan tidak. Dengan hati juga tidak. Justru mengecam orang2 yang mendemo kebiadaban Yahudi. Orang seperti apa itu? > Arab Saudi, yang terkenal sebagai gudang ulama anti > harakah dan > demonstrasi, dan bermanhaj salaf saja tak berdaya > kok melawan Yahudi. > Bahkan, sekedar melarang petro dollar untuk tidak > diinvestasikan di > negera-negara kafir - Amerika Utara dan Eropa Barat > - saja tidak mampu > kok. Bagaimana syaikh ini malah mau menuntut > demonstrasi harus berhasil > mengusir Yahudi dari Palestina. Demonstrasi kan > hanya cara mengemukakan > pendapat atau menggalang opini. Saat ini di Arab Saudi tentara kafir AS bermarkas di sana guna membantai saudara2 muslim kita di Iraq. Sebaiknya Syaikh itu berjihad dengan meminta raja Arab untuk mengusir orang2 kafir dari Arab. Justru mengundang tentara2 kafir itulah bidah yang tidak pernah dilakukan oleh Nabi. > > Keenam. > > Termasuk misi rahasia sekaligus segi negative > demonstrasi adalah, > > bahwa > > demonstrasi merupakan alat dan penyebab habisnya > semangat rakyat, > > karena > > ketika mereka keluar, berteriak-teriak dan > berkeliling di jalanan, > > maka > > mereka kembali ke rumah-rumah mereka dengan > semangat yang telah sirna > > serta kecapaian yang luar biasa. > > Ini mah simplifikasi, yang menurut saya > berlebih-lebihan. Demostrasi > kan tidak setiap hari. Mungkin menurut syaikh itu diam saja di rumah akan menjadi kita lebih kuat... > > Kesembilan > > Demonstrasi, terkandung di dalamnya kemurkaan > Allah dan juga > > merupakan > > protes terhadap takdir, karena Nabi Shallallahu > 'alaihi wa sallam > > bersabda. > > > "Artinya : Jika Allah mencintai suatu kaum, maka > Allah akan menguji > > mereka. Jika mereka ridho, maka mereka akan > diridhoi oleh Allah. Jika > > mereka marah, maka Allah juga marah kepada > mereka". > > > > Sebelum perang Badr Nabi Shallallahu 'alaihi wa > sallam beristighatsah > > (memohon pertolongan di waktu genting,-pent) > kepada Allah. > > > > "Artinya : (Ingatlah), ketika kamu memohon > pertolongan kepada > > Tuhanmu, > > lalu diperkenankan-Nya bagimu :Sesungguhnya Aku > akan mendatangkan > > bala > > bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang > datang > > berturut-turut" > > [Al-Anfaal : 9] > > > > Beliau juga merendahkan diri kepadaNya sampai > selendang beliau > > terjatuh, > > Beliau memerintahkan para sahabat untuk bersabar > menghadapi siksaan > > kaum > > musyrikin. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam > dan para sahabatnya > > sama > > sekali tidak pernah mengajak demonstrasi padahal > keamanan mereka > > digoncang, mereka disiksa dan didzalimi. Maka, > demonstrasi > > bertentangan > > dengan ajaran kesabaran yang diperintahkan oleh > Allah ketika > > menghadapi > > kedzaliman para penguasa, dan ketika terjadi > tragedi dan musibah. > > Terus terang saya juga bingung sekali kok peristiwa > di atas bisa > dipakai untuk melarang demonstrasi. Apa > berdemonstrasi itu berarti > meninggikan suara di hadapan Allah dan Rasul-Nya? Kalau harus nrimo dengan kezhaliman orang Yahudi, dsb, untuk apa Allah menyuruh kita jihad dan amar maruf nahi munkar? Ayat di atas tidak nyambung dan terlalu dipaksakan... 4. An Nisaa' 75. Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!." Allah memerintahkan kita untuk membela orang2 yang dizalimi. Allah juga memerintahkan kita menyuruh kebaikan dan mencegah kemunkaran: 3. Ali 'Imran 110. Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. > > Kesepuluh > > Demonstrasi merupakan kunci yang akan menyeret > pelakunya untuk > > memberontak terhadap para penguasa, padahal kita > dilarang melakukan > > pemberontakan dengan cara tidak membangkang kepada > mereka. > > > > Betapa banyak demonstrasi yang mengantarkan suatu > negara dalam > > kehancuran, sehingga timbullah pertumpahan darah, > perampasan > > kehormatan > > dan harta benda serta tersebarlah kerusakan yang > begitu luas. > > Mohon saya dibantu untuk mendapatkan nash-nash, yang > menyatakan MUTLAK > TIDAK BOLEH membangkang kepada penguasa. Nabi Ibrahim, Musa, Muhammad boleh dikata membangkang terhadap penguasa zalim yang ada. Mereka diancam bunuh segala macam. Jadi argumen itu tidak berdasar. > Wah tapi memang susah ya, demonstrasi dianggap > memiliki dampak seperti > di atas tanpa ada pembandingnya sih. Padahal, sikap > tidak melawan-pun > bisa memiliki dampak yang sama. > > > Kesebelas. > > Demonstasi menjadikan orang-orang dungu, wanita > dan orang-orang yang > > tidak berkompeten bisa berpendapat, sehingga > mungkin tuntutan mereka > > dipenuhi meskipun merugikan mayoritas masyarakat, > sehingga dalam > > perkara > > yang besar dan berdampak luas orang-orang yang > bukan ahlinya ikut > > berbicara. > > > > Bahkan orang-orang dungu, jahat dan kaum wanita > merekalah yang banyak > > mengobarkan demonstrasi, dan mereka yang mengontak > dan memprovokasi > > massa (!) > > Gimana kalau yang demonstrasi laki-laki dan > pinter-pinter? Ini soal > manajemen demonstrasi saja. > > > Kedua belas. > > Para pengobar demonstrasi senang terhadap siapa > saja yang berdemo > > dengan > > mereka, walaupun dia seorang pencela sahabat Nabi, > tukang ngalap > > berkah > > dari kuburan-kuburan bahkan sampaipun orang-orang > musyrik, sehingga > > akan > > anda dapati seorang yang berdemo dengan mengangkat > Al-Qur'an, > > disampingnya mengangkat salib (Nasrani), yang lain > membawa bintang > > Dawud > > (Yahudi), dengan demikian maka demonstrasi > merupakan lahan bagi > > setiap > > orang yang menyimpang, kafir dan ahli bid'ah. > > Sekali lagi, berarti masalahnya adalah pada > manajemen demonstrasi. > > > Ketiga belas > > Hakikat para demonstran adalah orang-orang yang > hidup di dunia > > menebarkan kerusakan, mereka membunuh, merampas, > membakar, mendzalimi > > jiwa dan harta benda. Sampai-sampai ada seorang > pencuri menyatakan : > > Sesungguhnya kami gembira jika banyak demonstrasi, > karena hasil > > curian > > dan rampasan menjadi banyak bersamaan dengan > berjalannya para > > demonstran > > (!). > > Ini juga masalah manajemen demonstrasi. Kalau > kesimpulannya langsung > seperti itu, apa bukan extreme prejudice? Berapa banyak sih demonstrasi yang rusuh? Kebanyakan demonstrasi malah berlangsung damai. Jika penguasa yang ada zalim, merampas tanah rakyat untuk diberikan kepada perusahaan2 asing sebagai HPH, lahan tambang, dsb. Membunuh rakyat yang menolak dirampas tanahnya. Selalu menaikan pajak sehingga banyak rakyat mati kelaparan, apa diam saja justru tambah merusak? > > Kempat belas > > Para pendemo hakekatnya, mengantarkan jiwa mereka > menuju pembunuhan > > dan > > siksaan, berdasarkan firmanNya. > > Aneh sekali ini, hidup mati justru ada di tangan > Allah! Segala > peristiwa bisa menjadi penyebab kematian. Kalau demo saja dilarang oleh Syaikh ini, bisa2 perang juga diharamkan karena bisa berakibat kematian... Padahal mati syahid dalam perang itu adalah hal yang mulia. Di zaman Nabi ada banyak munafik yang takut mati dan mencegah ummat Islam berperang dengan alasan agar tidak mati: 33. Al Ahzab 18. Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang menghalang- halangi di antara kamu dan orang-orang yang berkata kepada saudara- saudaranya: "Marilah kepada kami." Dan mereka tidak mendatangi peperangan melainkan sebentar. 33. Al Ahzab 19. Mereka bakhil terhadapmu, apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik- balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan. Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapuskan (pahala) amalnya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. Coba perhatikan apakah ucapan Syaikh tersebut sesuai dengan ayat Al Quran di bawah. Di bawah, orang2 kafir melarang orang2 Islam yang berperang agar tidak terbunuh: 3. Ali 'Imran 156. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu seperti orang-orang kafir (orang-orang munafik) itu, yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka apabila mereka mengadakan perjalanan di muka bumi atau mereka berperang: "Kalau mereka tetap bersama-sama kita tentulah mereka tidak mati dan tidak dibunuh." Akibat (dari perkataan dan keyakinan mereka) yang demikian itu, Allah menimbulkan rasa penyesalan yang sangat di dalam hati mereka. Allah menghidupkan dan mematikan. Dan Allah melihat apa yang kamu kerjakan. 3. Ali 'Imran 157. Dan sungguh kalau kamu gugur di jalan Allah atau meninggal[245], tentulah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) dari harta rampasan yang mereka kumpulkan. [245]. Maksudnya: meninggal di jalan Allah bukan karena peperangan. > Wassalaamu'alaikum wr. wb. > B. Samparan > > > > > > > > ____________________________________________________________________________________ > Building a website is a piece of cake. Yahoo! Small > Business gives you all the tools to get online. > http://smallbusiness.yahoo.com/webhosting > === Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] ____________________________________________________________________________________ Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s user panel and lay it on us. http://surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo_panel_invite.asp?a=7

