ini tanggapan ikhwah kita... mudah2an bermanfaat

----- Forwarded by Ptsi Diana/JPNOTESDM on 09/06/2007 01:32 PM -----


Abu Farisah <[EMAIL PROTECTED]>
09/06/2007 12:42 PM

 
        To: 
        cc: 
        Subject:        Re: [[SPAM]][syiar-islam] Fw: Muhammad dan Kaum Cerdik 
Pandai Kristen


Dari Milis sebelah. [EMAIL PROTECTED]

BismiLlahirRahmaani rRahiim
Assalaamu'alaikum wr. wb.

Afwan sebelumnya, karena reply nya dua kali... E-mail pertama, 
awalnya 'malas' membaca isi dari tulisan sesat ter-posting. .. Karena 
jika hal spt ini yang sering diungkit dalam Answering-Islam (belum 
baca semuanya), maka Insya Allah jawabannya telah ada di Answering-
Christianity. .. Tapi akhirnya penasaran juga untuk membaca...

Untuk hal2 spt ini mungkin setidaknya ada 2 hal yang perlu dilakukan 
oleh Umat baik secara individual ataupun berjama'ah (walau ini 
sifatnya ijtihadi dan bisa didiskusikan kembali), yaitu:
1. Menulis artikel jawaban thd artikel sesat tsb.
2. Melayangkan protes ke harian Kompas yang telah lancang (sebaiknya 
oleh institusi atau organisasi).
3. (pilihan) Menulis ttg kesesatan kristen atau semacamnya, yang 
paling tidak dapat menimbulkan syubhat bagi mereka (walau ajarannya 
sebenarnya pun banyak syubhatnya), spt 'Da Vinci Code' misalnya yang 
cukup sukses 'menggoyang' aqidah kristiani.

Berkenaan dengan tulisan sesat itu sendiri, ada hal yang bisa secara 
sederhana ditanggapi (walau tanggapan ini dari seorang awam tidak 
bersifat akademis, karena saya memang bukan seorang ahli, tidak 
memiliki referensi yang memadai dll.) spt:
1. Kedekatan dengan kristen
a. Penulis membawakan ayat dari Q.S.5:82 untuk keperluan 
propagandanya, di mana ketika mengutip ayat tsb., penulis tidak 
melihat secara keseluruhan isi ayat tsb., di mana kunci dari 
permasalahan ini adalah pada lanjutan ayat tsb. yaitu ayat 83:
"Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan epada Rasul 
(Muhammad), kamu lihat mata merea mencucurkan ari mata disebabkan 
kebenaran (Al-Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab 
mereka sendiri); seraya berkata: Ýaa Tuhan kami, kami telah beriman, 
maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas 
kebenaran Al-Quran dan Kenabian Muhammad saw.)'."

b. Kalaupun memang ada 'kedekatan', hal ini dikarenakan bahwa 
RasuluLlah saw. menghormati 'Isa as. sebagai salah seorang saudara 
beliau saw. sesama nabi walau dilahirkan dari ibu yang berbeda 
sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits. Bahkan saat Romawi 
berperang dengan Persia pun, RasuluLlah saw. membela Romawi. Hal ini 
dikarenakan adanya kemudharatan yang jauh lebih besar pada Persia 
dibanding Romawi. Namun...

c.... Kita juga perlu melihat 'akhir' kondisi antara Islam - kristen 
sendiri di mana akhirnya RasuluLlah saw. pun memerangi Romawi dengan 
mengirim pasukan berjumlah 3000 orang ke Mu'tah di bawah kepemimpinan 
orang2 yang sangat RasuluLlah saw. cintai (diantaranya Ja'far bin Abu 
Thalib ra.)...

d. Perlu diingat pula adanya ayat lain ttg adanya orang2 Nasrani yang 
bebal, di mana saat RasuluLlah saw. mengatakan dirinya Nabi, mereka 
menolak hingga RasuluLlah saw. sendiri mengajak mereka untuk 
mubahalah sebagaimana Allah Swt. Perintahkan langsung dalam salah 
satu Firman Nya di surat Ali `Imraan ayat 61.

e. Jika memang beliau saw. dipersiapkan oleh kristen, seharusnya 
orang2 kristen lah yang pertama2 beriman thd Muhammad saw. Lalu 
mengapa pula orang2 kristen pada saat itu (dan juga saat ini) banyak 
menolak kerasulan beliau saw. dan bahkan memeranginya? Bukankah 
seharusnya mereka mendukung beliau saw. karena mereka (kristen) -jika 
dilihat dari tulisan sesat tadi- telah berhasil mengangkat Nabi baru? 
Saya berlindung kepada ALlah Swt. dari pemahaman sesat.

f. Jika memang hal tsb. adalah keberhasilan kristen pula, mengapa 
kemudian turun ayat yang kerap kali dijauhi oleh orang2 orientalis, 
Islib dan antek2nya spt: "Wa lan tardha 'ankal yahuudu wa laa an-
nashaaraa hattaa tattabi'al milatahum... " ? Bukankah suatu yang aneh, 
mereka mengangkat seorang nabi untuk kemudian mensesatkan diri mereka 
sendiri?

g. Belum lagi adanya ayat yang secara tegas pula mengatakan bahwa 
kafirlah orang yang mengatakan 'Isa as. adalah anak Allah Swt. dan 
kafirlah orang yang mengatakan bahwa Allah Swt. adalah salah satu 
dari tiga (Q. S. 5 : 72-73). Saya berlindung kepada Allah Swt. dari 
kesesatan yang nyata maupun yang tersembunyi.

2. Pendeta Bahira 
Salah satu permasalahan dari tulisan terkirim adalah bahwa model 
tulisan ini merupakan tulisan argumentatif dan bukan deskriptif yang 
hanya menjelaskan data sebagaimana adanya. Namun lebih pada 
pengolahan data (analisa) untuk mendukung apa yan gada di bneak 
penulis.

Salah satu contohnya adalah saat menjelaskan bahwa Pendeta Bahira 
telah bertemu dengan Muhammad saw. dua kali di mana ini adalah data. 
Namun data ini diolah sedemian rupa sehingga menghasilkan teori bahwa 
adanya tim yang telah mengamati Muhammad saw. sejak lama. Kesan yang 
ditimbulkan adalah bahwa hal tsb adalah sebuah rekayasa, padahal jika 
dilihat dari riwayat yang shahih, Pendeta Bahira tidak pernah keluar 
kecuali saat mengetahui kedatangan Muhammad saw. Keluarnya beliau pun 
karena beliau mengetahui (mungkin karamah) baahwa bebatuan dan 
pepohon bersujud kepada Nabi saw. (Lengkapnya lihat Sirah Nabawiyah, 
karya Syaikh Al-Mubarakfury) .

3. Riwayat tidak populer yang perlu dicek lagi periwayatannya.
Salah satu hobi dari Islib adalah gemarnya menukil data dari kitab2 
yang jarang ditemui dan masih dipertanyakan sanadnya demi meng-klop-
kan jalan pikiran mereka. Hal ini telah dirasakan oleh banyak 
masayikh dan asatidz yang banyak berdialog langsung dengan mereka. 
Terukti dari rujukan2 yang dipakai penulis spt Tarikh Ath-Thabari 
misalnya.

Dalam penulisan kitab sejarah, terdapat beberapa gaya penyusunan 
kitab yang sering dilakukan oleh para ulama. Salah satunya adalah 
mengumpulkan data yang shahih saja tanpa memasukkan yang yang dhaif. 
Sementara ada pula yang memasukkan setiap riwayat tanpa membedakan 
shahih atau tidaknya. Untuk gaya kedua ini ulama tsb. mencukupkan 
diri dengan menulis sanad pada setiap riwayat. Tinggal kitalah yang 
berkewajiban memeriksa riwayat2 tsb. apakah shahih atau tidak. Dan 
Tarikh Thabary ditulis dengan metode spt ini. (Lihat Fitnah Kubra, 
Prof Dr. Amhazun)

Berkenaan dengan ini, adalah riwayat tida populer ttg tidak 
dihancurkannya arca `Isa as dan Siti Maryam. Riwayat ini perlu dicek 
ulang, mengingat Al-Ya'qubi adalah seorang sejarahwan dan tidak 
dikenal sebagai ahli hadits. Adapun riwayat shahih yang sampai adalah 
bahwa Nabi saw. menghancuran berhala2 semuanya tanpa pengecualian 
sebagaimana diriwyatkan oleh Buhari-Muslim (Lihat Sirah Nabawiyah Al-
Buthy). Bahkan disebutkan pula dalam Bukhari bahwa di dalam Ka'bah 
pun terdapat berhala yang Nabi saw. tidak mau memasukinya sebelum 
berhala2 itu dihancurkan. Di antaranya tdp pula patung Ibrahim dan 
Isma'il. Dan jika terdapat khabar yang bertentangan spt ini, saya 
kira periwayatan Bukhari jauh lebih layak untuk diikuti.

4. Bunda Khadijah radhiyaLlahu 'anha
a. Kelemahan pertama yang timbul dalam masalah ini oleh penulis telah 
terjadi sejak awal di mana penulis mengatakan `menurut informasi 
sejarah' tanpa menyebut sumbernya. Hal spt ini tidak dapat diambil 
sebagai tulisan akademik, apalagi sebagai hujah.

b. Penulis juga tidak menceritakan prosesi pernikahan Muhammad saw. 
dengan Khadijah ra. yang mengikuti 'adat' saat itu. Lalu di mana 
ajaran `keluarga kristen' spt yang diklaim penulis? (Lihat pula Sirah 
Nabawiyah, Al-Mubarakfury) .

c. Penulis pun mengolah data lain di mana ia kemudian mengambil 
pemahaman bahwa Khadijah ra. mengangkat Muhammad saw. menjadi buruh 
pada usia 18, seakan2 memang hal tsb telah dipersiapkan oleh Khadijah 
ra. Justru ini adalah merupakan saran dari Abu Thalib agar RasuluLlah 
saw. dapat ikut kafilah dagang Khadijah ra. agar beliau saw. dapat 
meringankan beban Abu Thalib (Lihat Al-Wafa, Ibnul Jauzy).

d. Salah satu contoh cukup fatal yang dilakukan penulis ? sehingga 
sepatutnya kita meragukan tulisannya tsb - adalah saat mengutip dari 
salah sebuah buku yang dianggap sebagai rujukan 'yang cukup 
dibanggakan' ketika mengatakan bahwa Siti Khadijah ra. melakukan 
korespondensi dengan Adas di Taif. Padahal Adas sendiri baru mengenal 
RasuluLlah saw. saat beliau saw. berdakwah ke Taif setelah Bunda 
Khadijah ra. wafat. Jika korenspondensi brelangsung, mengapa Siti 
Khadijah ra. tidak mengabari Adas bahwa suaminya telah menjadi nabi, 
sehingga Adas tidak perlu kaget ketika bertemu RasuluLlah saw. (dan 
mengetahui bahwa beliau saw. adalah nabi) di pinggiran Thaif? (Lihat 
juga Sirah Nabawiyah karya Syaikh Al-Mubarakfury) Padahal jarak 
antara Nabi saw. menjadi nabi dan dakwah ke Thaif adalah 10 tahun. 
Lalu di mana korespondensi itu? 

5. Muhammad saw. dalam Injil
Jika penulis memang jujur dalam tulisannya ttg hal ini, kenapa tidak 
disebukan pula riwayat Salman Al-Farisi misalnya, di mana beliau ra. 
masuk Islam karena tuntunan pendeta yang menjadi gurunya (yang 
tentunya) setelah mengetahui bahwa nama Muhammad saw. telah ada di 
dalam Injil sebelumya. Atau penulis dapat pula merujuk kepada apa 
yang ditulis oleh Syaikh Ahmad Deedat dalam `The Choice' misalnya 
ttg 'Nabi seperti Musa', yang sayangnya tidak dilakukannya (oleh 
penulis).

Mungkin itu saja catatan pinggir singkat kali ini untuk tulisan sesat 
tsb. Silakan bagi ikhwah sekalian yang memiliki ilmu yang lebih baik 
untuk menambahkan.

Yang benar datang dari Allah Swt. dan yang keliru datang dari saya 
pribadi. Mohon maaf atas segala kekurangan. SubhanaKaLlahumma wa 
bihamdiKa asyhadu allaa ilaaha illa Anta astaghfiruKa wa atuubu 
ilaiKa.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke