Takmir Masjid Jogokariyan Dirikan Televisi Komunitas

Siaran Lima Jam Per Hari, Reportase ke Masjid-Masjid
Prihatin menyaksikan tayangan televisi yang tidak
mendidik dan cenderung merusak moral, Takmir Masjid
Jogokariyan mendirikan stasiun televisi komunitas.
Namanya Masjid Jogokariyan (MJ) TV. Televisi yang
ditangani anak-anak muda ini diharapkan dapat
membentengi masyarakat, terutama anak-anak, dari
kemerosotan moral.

AZAM SAUKI ADHAM, Jogja

JAM sebentar lagi menunjukkan pukul 17.00. Sejumlah
aktivis Masjid Jogokariyan yang menangani siaran mulai
kumpul di masjid. Ini karena studio MJ TV mengambil
salah satu ruangan di kompleks masjid.

Studio berukuran sekitar sembilan meter persegi ini
terletak di selatan tempat salat. Lokasinya
bersebelahan dengan dapur. Di studio yang masih
sederhana ini terdapat perangkat siaran. Ada televisi
untuk monitor siaran, sound system dan peralatan
pemancar.

Sedangkan kabel pemancar dihubungkan ke antena. Antena
sederhana ini diletakkan di bangunan menara setinggi
20 meter dari tanah. Televisi yang tayang perdana pada
acara pembukaan Kampoeng Ramadhan Jogokariyan tanggal
13 September lalu ini siap mengudara setelah pukul
17.00.

"Untuk sementara siarannya baru lima jam per hari,"
terang Ketua II Takmir Masjid Jogokariyan M Fanni
Rahman SIP kepada Radar Jogja kemarin. Biaya untuk
mendirikan televisi komunitas ini ditanggung takmir.
Dana yang telah dikeluarkan takmir sebesar Rp 20 juta.
Uang ini untuk memberi peralatan elektronik.

Ada juga alat-alat yang pengadaannya bukan berasal
dari uang masjid, melainkan berstatus pinjaman dari
jamaah. Nah, dalam mengoperasikan MJ TV, takmir masjid
menggandeng Akademi Komunikasi Indonesia (Akindo).

Beberapa mahasiswa jurusan komunikasi ini dilibatkan
dalam produksi siaran. Mulai pengambilan gambar,
pemberitaan, editing hingga pekerjaan-pekerjaan
bersifat teknis.

Apa saja materi acaranya? Televisi yang sementara
masih mengudara dengan radius 2 Km ini menyajikan
program tayangan unggulan. Antara lain salat Maghrib
live, pengajian live dan takjilan.

Pada tayangan ini, kru MJ TV hanya bekerja di studio.
Tidak perlu menerjunkan kameramen. Pasalnya, di setiap
sudut masjid, terutama di mimbar ceramah dan tempat
salat imam dipasang kamera berukuran kecil. Peristiwa
yang terekam dalam kamera ini langsung dipancarkan ke
rumah penduduk melalui master control.

Selain itu, MJ TV menayangkan film-film dokumenter
Islam, dunia anak dan sajian seni Islami. Yang
menarik, awak MJ TV juga melakukan reportase di
masjid-masjid di wilayah Jogja dan sekitarnya. Hanya
reportase ini tidak langsung ditayangkan melainkan
siaran tunda.

"Kami berharap stasiun TV ini dapat menjadi sarana
memperluas syiar Islam di masyarakat," tutur Fanni.
Nantinya, MJ TV dikembangkan menjadi televisi lokal di
Jogja. Hanya kapan obsesi ini diwujudkan, pengurus
takmir tidak mematok target.

Lantas, bagaimana respon masyarakat? Berdasarkan
survei, tanggapan masyarakat sangat positif. Mereka
berharap kemunculan MJ TV dapat membentengi
acara-acara televisi swasta yang mempertontonkan
tayangan tidak mendidik bagi masyarakat, terutama
anak-anak.

Pada Ramadan 1428 H ini, Masjid Jogokariyan juga
menggelar Kampoeng Ramadan. Acara ini dikemas secara
integral mulai kegiatan keagamaan, sosial, ekonomi,
pendidikan, entrepreneur dan kegiatan penunjang lain.
*** 

===
Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits?
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]


       
____________________________________________________________________________________
Need a vacation? Get great deals
to amazing places on Yahoo! Travel.
http://travel.yahoo.com/

Kirim email ke