Mau tanya aja nih...dari orang yang sangat bodoh..

1. Ulil Amri itu pemerintah atau bukan? Kalau bukan, siapa Ulil amri kita
saat ini?
   Kalau Ulil Amri itu Pemerintah, pemerintah kita itu adalah Muslim KTP dan

   orang Kafir ya?...
2. Darimana kita tahu orang yang pertama kali lihat hilal? Kalau ada 
   beberapa orang yang mengaku lihat hilal dan mengklaim dirinya yang 
   pertama,gimana?
3. Kalau saya melihat hilal pertama kali pada siapa saya harus katakan? 
   Apakah orang akan percaya pada saya?
4. Jadi siapa yang harus kita percayai dan ikuti? 

Saya orang bodoh tapi saya ingin tahu..

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of A Nizami
Sent: 03 Oktober 2007 12:51
To: [email protected]
Subject: [syiar-islam] Re: MECCA MEAN TIME - Idul Fitri di Hari yang Sama

Sekedar menjawab pertanyaan, 

mungkin hadits ini bisa jadi pertimbangan. Nabi begitu ada orang yang
mengaku sudah melihat bulan dan bisa dipercaya, langsung puasa pada
awal Ramadhan. Begitu pula jika ada yang melihat bulan untuk awal
Syawal, beliau langsung berbuka puasa.

Surat An Nisaa':59 sebetulnya memerintahkan orang2 yang beriman untuk
taat kepada Allah dan taat kepada Rasul. Ada pun ulil amri (di depan
kata ulil amri tidak ada kata "taatilah") ditaati jika mereka mentaati
Allah dan rasul. Jika ulil amri dan rakyatnya tak sependapat,
kembalikan kepada Al Qur'an dan Hadits (Rasul). Kata "Ulil Amri
minkum" (dari antara kamu) menyatakan bahwa ulil amri harus orang2
yang beriman. Bukan orang kafir atau muslim KTP.

Jadi jika Nabi memerintahkan kita berpuasa jika ada orang yang melihat
bulan pada awal Ramadhan atau berbuka ketika melihat bulan pada awal
Syawal, seyogyanya kita mentaati Nabi. Bukan mentaati Ulil Amri,
kecuali Ulil Amri itu mengikuti sunnah Nabi.

Jadi lihat saja pada tanggal 11 nanti, apakah sudah ada yang melihat
bulan atau belum. Sementara itu kita hindari saja perdebatan yang
nanti malah bisa membawa perpecahan.

4. An Nisaa' 
59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul
(Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan
pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al
Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada
Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan
lebih baik akibatnya.  

Dari Ikrimah melalui Ibnu Abbas. Ia berkata, „Seorang Arab Badui telah 
datang kepada Rasulullah SAW. Dia berkata, „Saya telah melihat awal
bulan Ramadan.“ Rasulullah bertanya kepadanya. „Adakah engkau
mengaku
bahwa tidak ada Tuhan selain Allah?“ Ia menjawab, „Ya.“
Rasulullah
bertanya lagi, „Adakah engkau mengaku bahwa sesungguhnya Muhammad itu
utusan Allah?“ Jawabnya, „Ya, sudah!“ Saya mengaku (artinya
saya
orang Islam).“ Lantas Rasulullah SAW memerintahkan, „Hai Bilal,
beritahukan hal itu kepada orang banyak supaya mereka berpuasa esok
harinya.“ (Riwayat 5 ahli Hadits, kecuali Ahmad).
   
   
  „Ibnu Umar telah melihat bulan. Maka diberitahukannya hal itu kepada 
Rasulullah SAW. Lalu Rasulullah SAW berpuasa dan beliau menyuruh
orang-orang agar berpuasa pula” (Riwayat Abu Daud)
   
  “Dari Amir Mekkah, Al Harits Ibnu Hatib. Dia berkata,
„Rasulullah
SAW telah memerintahkan kami supaya puasa dengan melihat bulan. Jika
kami tidak dapat melihat bulan itu, supaya kami puasa dengan kesaksian
dua orang yang adil (yang melihat bulan).“ (Riwayat Abu Daud dan
Daruqutni).

--- In [email protected], "Sunarso, Djayus"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Satu pertanyaan kalau kebetulan kita berdiam di AS - Australia - Italia,
> pasti negara tersebut nggak mengumumkan 1Syawal.
> Truss saat  kita mau berkiblat kemana  donk,
> Apakah AS - Australia - Italia tidak boleh disebut  Ulil Amri /
pemerintah.
> 
> Kreteria Ulil Amri seperti apa yang perlu kita taati.
> 
> Wassalam
> Djayus Sunarso
> Mail to : [EMAIL PROTECTED]
> http: //www.schott.com
> 
> __________________
> 
> 
> 
> Assalamu'alaikum Wr. Wb.
> 
> Saya tertarik dengan tulisan terakhir dari Pak Ustad A Nizami:
> 
> Jika ada perbedaan kembalikan pada Al Qur'an dan
> Hadits. Maukah kita merujuk kepada Al Qur'an dan
> hadits?
> 
> Jika demikian, apakah pemerintah cq. Menteri Agama dalam menetapkan 1
> Syawal
> pasti merujuk kepada Al-Qur'an dan Hadist?
> 
> Jika ya, 100% kita ikuti keputusannya.
> 
> Kira-kira begitu Pak yang saya maksud makna dari kita tinggal di
> Indonesia.
> 
> Jika saya berdiam di Mekkah (Insya Allah), saya akan turuti pemerintah
> setempat.
> 
> Mohon maaf yang sebesar-besarnya.  Semoga kita makin diberikan cara
> berpikir yang logis
> oleh Allah SWT.
> 
> Salam hormat,
> Saeful B
> 
> -----Original Message-----
> From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> On Behalf Of A Nizami
> Sent: Tuesday, October 02, 2007 1:26 PM
> To: syiar-islam
> Subject: Re: [syiar-islam] MECCA MEAN TIME - Idul Fitri di Hari yang
> Sama
> 
> Wa'alaikum salam wr wb,
> 
> Sebetulnya kalau bedanya hanya menit atau jam itu
> biasa dan dimaklumi. Subuh di Arab dengan Indonesia
> juga selisih 4 jam. Nah kalau beda sholat Ied di Arab
> dgn Indonesia hanya selisih 4 jam tak masalah.
> 
> Yang masalah kalau sholat Iednya selisihnya sampai
> beda hari atau 28 jam. Arab sholat Ied hari Jum'at,
> Indonesia sholat hari Sabtu.
> 
> Padahal menurut hadits Nabi, jika ada yang sudah
> melihat bulan, kita wajib berbuka atau sholat Ied:
> 
> &#132;Dari Ikrimah melalui Ibnu Abbas. Ia berkata,
> &#132;Seorang Arab Badui telah
> datang kepada Rasulullah SAW. Dia berkata, &#132;Saya
> telah melihat awal bulan
> Ramadan.&#147; Rasulullah bertanya kepadanya.
> &#132;Adakah engkau mengaku bahwa tidak ada
> Tuhan selain Allah?&#147; Ia menjawab, &#132;Ya.&#147;
> Rasulullah bertanya lagi, &#132;Adakah
> engkau mengaku bahwa sesungguhnya Muhammad itu utusan
> Allah?&#147; Jawabnya, &#132;Ya,
> sudah!&#147; Saya mengaku (artinya saya orang
> Islam).&#147; Lantas Rasulullah SAW
> memerintahkan, &#132;Hai Bilal, beritahukan hal itu
> kepada orang banyak supaya
> mereka berpuasa esok harinya.&#147; (Riwayat 5 ahli
> Hadits, kecuali Ahmad).
> 
> Hadits di atas menunjukkan bahwa meski orang yang
> melihat bulan tidak tinggal
> bersama Nabi Muhammad SAW (dari tempat lain) sehingga
> Nabi terpaksa menanyakan
> keyakinannya, tapi jika orang Muslim dan melihat
> bulan, seluruh ummat Islam
> harus berpuasa keesokan harinya. Itu adalah awal
> Ramadan. Hal yang sama berlaku
> juga untuk awal Syawal!
> 
> &#132;Ibnu Umar telah melihat bulan. Maka
> diberitahukannya hal itu kepada
> Rasulullah SAW. Lalu Rasulullah SAW berpuasa dan
> beliau menyuruh orang-orang
> agar berpuasa pula&#148; (Riwayat Abu Daud)
> 
> &#147;Dari Amir Mekkah, Al Harits Ibnu Hatib. Dia
> berkata, &#132;Rasulullah SAW telah
> memerintahkan kami supaya puasa dengan melihat bulan.
> Jika kami tidak dapat
> melihat bulan itu, supaya kami puasa dengan kesaksian
> dua orang yang adil (yang
> melihat bulan).&#147; (Riwayat Abu Daud dan
> Daruqutni).
> 
> Dari 3 hadits di atas dinyatakan bahwa jika orang
> lain melihat bulan meski
> mereka tinggal di tempat lain, kita harus puasa
> keesokan harinya atau itu
> adalah tanda dari 1 Syawal.
> 
> Jika ada perbedaan kembalikan pada Al Qur'an dan
> Hadits. Maukah kita merujuk kepada Al Qur'an dan
> hadits?
> 
> Wassalam
> 
> --- rusli juhaini <[EMAIL PROTECTED] <mailto:rusli_blt%40yahoo.com> com>
> wrote:
> 
> > Assalamuallaikum,
> >
> > setuju dengan pak saeful,
> > sama halnya saat waktu berbuka puasa,
> > kenapa disetiap daerah di indo berbeda2 walau hanya
> > dlm hitungan menit sesuai lokasi masing2,
> > kenapa satu indonesia tidak disamakan saja saat
> > berbuka puasa sesuai waktu di Arab ?
> > ini jelas karena letak kita tinggal jauh berbeda
> > posisinya.
> >
> > mohon penerangan atas hal ini, mohon maaf
> >
> > Wassalam,
> > ----- Original Message ----
> > From: Saeful B <[EMAIL PROTECTED]
> <mailto:saeful.b%40stacoinsurance.com> ance.com>
> > To: A Nizami <[EMAIL PROTECTED] <mailto:nizaminz%40yahoo.com> com>;
> syiar-islam
> > <syiar-islam@ <mailto:syiar-islam%40yahoogroups.com> yahoogroups.com>;
> padhang-mbulan
> > <padhang-mbulan@ <mailto:padhang-mbulan%40yahoogroups.com>
> yahoogroups.com>; Saksi
> > <[EMAIL PROTECTED] <mailto:saksi%40groups.syahid.com> syahid.com>; sabili
> > <[EMAIL PROTECTED] <mailto:sabili%40yahoogroups.com> com>
> > Sent: Tuesday, October 2, 2007 11:39:46 AM
> > Subject: RE: [syiar-islam] MECCA MEAN TIME - Idul
> > Fitri di Hari yang Sama
> >
> > Wa'alaikum salam Pak A Nizami,
> >
> > Saya sama sekali tidak setuju. Alasan Utamanya :
> >
> > 1. Kita tinggal di Indonesia bukan di Jazirah Arab.
> > 2. Menurut yang saya ketahui sedikit soal Astronomi,
> > pada saat
> > rukyat di tanggal 29 Ramadhan,
> > posisi bulan berada disekitar Afrika. Alhasil bulan
> > terlihat jelas
> > di Jazirah Arab,
> > namun belum jelas di Indonesia (kurang lebih masih
> > dibawah 5 derajat).
> > Meskipun komentar : Arab - Indonesia cuma 4 jam,
> > padahal itu sudah
> > hampir 1/6 belahan bumi
> > Oleh karenanya, 1 bulan Ramadhan di Arab seringnya
> > 29 hari sedang di
> > Indonesia cenderung 30 hari.
> >
> > Demikian, mohon maaf yang sebesar-besarnya.
> >
> > Wassalam,
> >
> >
> > -----Original Message-----
> > From: syiar-islam@ yahoogroups. com
> > [mailto:syiar-islam@ yahoogroups. com]
> > On Behalf Of A Nizami
> > Sent: Tuesday, October 02, 2007 10:10 AM
> > To: syiar-islam; padhang-mbulan; Saksi; sabili
> > Subject: [syiar-islam] MECCA MEAN TIME - Idul Fitri
> > di Hari yang Sama
> >
> > Assalamu'alaikum wr wb,
> >
> > Untuk menyatukan ummat Islam dan agar kita bisa
> > merayakan Idul Fitri di hari yang sama, saya
> > menyarankan "Mecca Mean Time" sebagaimana GMT.
> >
> > Saat ini ummat Islam menjadikan Mekkah sebagai
> > Kiblat
> > untuk sholat dan juga pusat ketika Haji. Untuk
> > penetapan tanggal Hijriyah dan hari raya Eid, kenapa
> > tidak?
> >
> > Semua Muslim mengirim utusannya ke Mekkah untuk
> > melihat ru'yah bersama. Dengan cara ini kita bisa
> > bersatu dan dapat berhari raya Eid di hari yang
> > sama.
> >
> > Bagaimana?
> >
> > 3. Ali 'Imran
> > 103. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali
> > (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai,
> > dan
> > ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu
> > dahulu
> > (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah
> > mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena
> > nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu
> > telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah
> > menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah
> > menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu
> > mendapat
> > petunjuk.
> >
> > Wassalam
> >
> > ===
> > Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits?
> > Kirim email ke: syiar-islam-
> > <mailto:syiar- islam-subscribe% 40yahoogroups. com>
> > [EMAIL PROTECTED] ps.com
> >
> > ____________ _________ _________ _________ _________
> > _________ _
> > Shape Yahoo! in your own image. Join our Network
> > Research Panel today!
> > http://surveylink.
> > <http://surveylink. yahoo.com/ gmrs/yahoo_
> > panel_invite. asp?a=7>
> > yahoo.com/gmrs/ yahoo_panel_ invite.asp? a=7
> >
> >
> > [Non-text portions of this message have been
> > removed]
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> __________________________________________________________
> > Got a little couch potato?
> > Check out fun summer activities for kids.
> >
> http://search.
> <http://search.yahoo.com/search?fr=oni_on_mail&p=summer+activities+for+k
> ids&cs=bz>
> yahoo.com/search?fr=oni_on_mail&p=summer+activities+for+kids&cs=bz
> 
> ===
> Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits?
> Kirim email ke: syiar-islam-
> <mailto:syiar-islam-subscribe%40yahoogroups.com>
> [EMAIL PROTECTED]
> 
> __________________________________________________________
> Catch up on fall's hot new shows on Yahoo! TV. Watch previews, get
> listings, and more!
> http://tv.yahoo. <http://tv.yahoo.com/collections/3658>
> com/collections/3658
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>

Kirim email ke