Dialog Imam Abu Hanifah dengan Khawarij   
  Dalam makna ini pula Imam Abu Hanifah menyebutkan dalam al-washiyah : 
  "Orang - orang yang durhaka (bermaksiat) dari umat Muhammad saw. semuanya 
adalah tetap orang - orang muslim juga dan bukan orang - orang kafir [8] 
  
Ketika sekelompok orang Khawarij memasuki masjid & berkata kepada Abu Hanifah: 


  "Di depan pintu ada dua jenazah.  Salah satu dari keduanya adalah jenazah 
seorang laki - laki yang minum khamr & meninggal dunia dalam keadaan mabuk. 
Sedangkan jenazah kedua ialah jenazah seorang wanita hamil dari sebab perzinaan 
dan ia mati ketika melahirkan anaknya sebelum ia bertobat. Apakah keduanya itu 
termasuk orang - orang muslim atau kafir?"
   
  Abu Hanifah lalu bertanya lagi, " Dari kelompok manakah mereka keduanya? 
Apakah mereka itu berasal dari kelompok kaum Yahudi?"
   
  "Tidak", jawab mereka.
   
  Abu Hanifah lalu bertanya lagi, " Dari kaum Nasrani?"
   
  Mereka berkata : "Tidak"
   
  Ia bertanya lagi : "Dari kaum Majusi?"
   
  Mereka menjawab: "Tidak".
   
  Ia berkata lagi :" Dari millat (agama) manakah kedua mereka itu?"
   
  Mereka menjawab: "Dari millat yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain 
Allah & bahwasanya Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.
   
  Lalu ia berkata lagi: "Jelaskanlah untukku kesaksian ini. Berapa bagiankah 
ia dari iman. Adakah ia 1/3 nya, atau 1/4 nya atau 1/5 nya?"
   
  Mereka berkata: "Keimanan tidak mungkin menjadi  1/3 , 1/4 atau 1/5".
   
  Lalu ia bertanya lagi : "Kalau begitu berapa bagiankah ia dari iman? 
   
  Mereka menjawab: "seluruhnya".
   
  Ia berkata :"Kalau begitu, mengapa kalian bertanya padaku tentang suatu 
kelompok yang kalian sendiri mengakui dan mengikrarkan bahwa mereka termasuk 
kaum muslim?
  
Kemudian setelah berlangsungnya tanya jawab dan mendengar jawaban terakhir Abu 
Hanifah itu mereka kemudian menyerah dan berkata kepadanya :"Kami berlepas diri 
dari segala kepercayaan agama yang telah kami percayai sebelum ini dan mulai 
kini kami mengabdi kepada Allah dengan cara agamamu [9] 
  
Tempat Akhir Orang Muslim yang Berdosa
  Dan kita tidak mengatakan bahwa seorang mukmin tidak akan terganggu oleh dosa 
- dosanya dan bahwa ia tidak akan masuk neraka. Tapi tidak pula bahwa ia akan 
abadi di dalamya walaupun ia orang yang fasik, dan kita tidak mengatakan bahwa 
semua perbuatan baik kita pasti akan diterima atau semua kejahatan kita pasti 
diampuni seperti
  yang dikatakan oleh kaum Murjiah.
   
  Wallâhu a‘lam. 
   
  Insyaallah bersambung…
  Diolah dari berbagai sumber.
   
    
---------------------------------
  
   
  [7] Mulla Ali Aligari, hal 86, 89. Al-Maghnisawi hal 27-28.
  [8] Mulla Husain, hal 6.
  [9]Al-Makki Jilid 1 hal 124-125

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke