Dari Moderator:
Memang orang kalau sudah sesat bisa seperti yang disebut dalam Al Qur'an:

"Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan 
atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.
Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka 
ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat." [Al Baqarah:6-7]

Segala ayat Al Qur'an dan Hadits Nabi tidak akan mereka percaya. Mereka hanya 
percaya pada tafsiran pemimpin mereka yang sesat.

Salam

assalaamu alaikum,

ayyuhal ikhwah, berikut ini adalah sekadar gambaran bagaimana "jubir"
aliran sesat ahmadiyah indonesia memposisikan dirinya di tengah
mainstream ummat, dan tidak lagi bisa berpikir 'waras' terutama dalam
menanggapi 10 kriteria sesat a la MUI, yang nampaknya sangat menohok
keberadaan ahmadiyah yang memang jelas sesat ...

salam,
satriyo
===
--- In [EMAIL PROTECTED], "ma_suryawan"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Assalamu'alaikum,

Ini komentar saya soal "kriteria MUI" yang merasa dirinya sebagai
pemilik Islam:

> http://www.radarbanjarmasin.com/berita/index.asp?
Berita=Utama&id=77910
>
> Rabu, 7 November 2007
>
>
>
> 10 Kriteria Aliran Sesat MUI
>
>
>
>
>
> 1. Mengingkari salah satu rukun iman dan rukun Islam

Yang pasti, dalam Rukun Iman dan Rukun Islam TIDAK ADA rukun dan
ketentuan bahwa tidak ada lagi nabi/rasul setelah Nabi Muhammad saw.

Dan, penganut agama lain mengingkari, paling tidak, salah satu rukun-
rukun yang ada dalam Rukun Iman dan Islam.

Dan, yang tahu apakah orang mengingkari atau tidak mengingkari rukun
Iman (rukun-rukun tentang keyakinan/keimanan) hanyalah Allah Ta'ala,
bukan MUI dan para penggemarnya.

> 2. Meyakini atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dengan dalil
syar'i (Alquran dan Assunah)

Akidah yang sesuai versi MUI, yang merasa dirinya sebagai pemilik
Qur'an dan Sunnah.

> 3. Meyakini turunnya wahyu sesudah Alquran

Rupanya MUI ini merasa dirinya sebagai pemilik wahyu, sehingga kalau
ada orang/kaum yang yakin wahyu dapat turun lagi dari Allah - maka
dikatakan sesat oleh MUI.

Artinya, MUI percaya bahwa wahyu dari Allah Ta'ala TIDAK dapat turun
lagi.

Padahal, menurut ajaran Islam, wahyu dari Allah tidak pernah
berhenti, sebab hanya tuhan yang bisu yang tidak lagi menurunkan
wahyu, sedangkan Allah Ta'ala adalah Maha Berkata-kata (Mutakallim).

> 4. Mengingkari autentisitas dan kebenaran Alquran

Ukurannya bagaimana?

Apa alat ukur yang dipakai oleh MUI untuk mengukur "keingkaran" orang
terhadap autentitas dan kebenaran al-Qur'an?

> 5. Menafsirkan Alquran yang tidak berdasar kaidah-kaidah tafsir

Tafsir adalah opini. Tafsir itu adalah hasil pergulatan para
cendekiawan Muslim dan non-Muslim sepanjang masa dalam mempelajari al-
Qur'an.

Dan MUI tidak berhak menentukan hasil tafsir al-Qur'an dari pihak
tertentu sebagai sesat, sebab MUI bukanlah pemilik al-Qur'an.

Pemilik al-Qur'an adalah Allah Ta'ala, dan hanya Allah Ta'ala yang
berhak memberitahukan (mewahyukan) kepada hamba pilihan-Nya tafsir
yang sesungguhnya dari al-Qur'an, dan Dia yang menentukan mana tafsir
yang benar dan mana tafsir yang salah.

> 6. Mengingkari kedudukan hadits nabi sebagai sumber ajaran Islam

Hadits itu kedudukannya berada di bawah al-Qur'an, sehingga Hadits
tidak boleh menghakimi al-Qur'an dan bertentangan dengan al-Qur'an.

> 7. Menghina, melecehkan, dan/atau merendahkan nabi dan rasul

Bagaimana ukurannya?

Apa parameternya?

> 8. Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir

Ini sih memang maunya MUI yang mengajarkan tidak ada nabi/rasul
apapun juga setelah Nabi Muhammad saw...

> 9. Mengubah, menambah, dan mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah
ditetapkan syariat.

Apa ukurannya? Apa kriterianya? Bagaimana pengujiannya?

> 10. Mengafirkan sesama muslim tanpa dalil syar'i.

Inilah yang sering saya temu di berbagai milis...;-)

Salam,
MAS



--- End forwarded message ---


Kirim email ke