Terimakasih juga Mba Nelly.... Btw, namaku Seri.... Aku perempuan lho, Mba... Alhamdulillah, semoga bermanfaat ... Semoga di milis ini kita bisa saling mengingatkan...
dan mohon diterima, "Hadiah Salam Ukhuwah" yang sederhana ini... Yang dibungkus dengan ketulusan, diikat dengan perhatian dan disegel dengan doa. Agar teman2 semua disini selalu dilindungi & bahagia... Semoga diberikan yang terbaik.... Oya Mba Nelly, tetap sehat dan semangat yak... Jadi inget, kata2 temenku kalo aku lagi ga semangat... dia bilang gini.... jgn pernah bilang BETE, CAPEE, LEMES,, dan laen2.. karena itu bisa membunuh motivasi.. jadi, buat temen2 semua & buat aku sendiri... Mulai saat ini....... Semangat ! dan ambillah waktu untuk silaturahim, karena itu adalah jalan menuju kebahagiaan. Semoga hari ini dan seterusnya semua makhluk berbahagia... Damai... tentram.... tenang dan harmoni.... Salam ^_^ = sERi = ----- Original Message ----- From: Nellywati S To: Seri Utami ; [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; DT ; [EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, November 13, 2007 1:05 PM Subject: RE: [syiar-islam] Perkenankan aku mencintai-Mu semampuku :) Pak Herry, Terimakasih banyak kirimannya, Insya Allah sangat bermanfaat mengisi hari-2 yang tersisa ini Salam, Nelly ------------------------------------------------------------------------------ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Seri Utami Sent: Monday, November 12, 2007 8:28 AM To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; DT; [EMAIL PROTECTED] Subject: [syiar-islam] Perkenankan aku mencintai-Mu semampuku :) Perkenankan aku mencintai-Mu semampuku :) Tuhanku.. Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintaiMu.. Lembar demi lembar kitab kupelajari.. Untai demi untai kata para ustadz kuresapi.. Tentang cinta para nabi Tentang kasih para sahabat Tentang mahabbah para sufi Tentang kerinduan para syuhada Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam Kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme yang mengawang di awan Tapi Rabbii.. Berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan, kemudian tahun berlalu Aku berusaha mencintaiMu dengan cinta yang paling utama, tapi.. Aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untukMu Aku makin merasakan gelisahku membadai Dalam cinta yang mengawang Sedang kakiku mengambang, tiada menjejak bumi Hingga aku terhempas dalam jurang Dan kegelapan.. Yaa Ilahi.. Kemudian berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan, dan tahun berlalu Aku mencoba merangkak, menggapai permukaan bumi dan menegakkan jiwaku kembali Menatap, memohon dan menghibaMu Allahu Rahiim.. Ilahi Rabbii.. Perkenankan aku mencintaiMu, semampuku.. Allahu Rahmaan.. Ilahi Rabbii.. Perkenankan aku mencintaiMu, sebisaku.. Dengan segala kelemahanku Ilahi.. Aku tak sanggup mencintaiMu.. Dengan kesabaran menanggung derita Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al Musthafa Karena itu izinkan aku mencintaiMu Melalui keluh kesah pengaduanku padaMu Atas derita batin dan jasadku Atas sakit dan ketakutanku Rabbii.. Aku tak sanggup mencintaiMu.. Seperti Abu Bakar, yang menyedekahkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan RasulMu bagi diri dan keluarga Atau layaknya Umar, yang menyerahkan separuh harta demi jihad Atau Ustman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan dienMu Izinkan aku mencintaiMu.. Melalui seratus dua ratus perak yang terulur pada tangan-tangan kecil di perempatan jalan Pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di pojok-pojok jembatan Pada makanan-makanan sederhana yang terkirim ke handai taulan Ilahi.. Aku tak sanggup mencintaiMu.. Dengan khusyuknya shalat salah seorang sahabat NabiMu hingga tiada terasa anak panah musuh terhujam di kakinya Karena itu yaa Allah.. Perkenankan aku tertatih menggapaiMu.. Dalam shalat yang coba kudirikan terbata-bata.. Meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia Rabbi.. Aku tak dapat beribadah.. Ala para sufi dan rahib, yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta denganMu Maka izinkan aku mencintaiMu.. Dalam satu dua rakaat lailku.. Dalam satu dua sunnah nafilahMu.. Dalam desah napas kepasrahan tidurku.. Yaa Maha Rahmaan.. Aku tak sanggup mencintaiMu.. Bagai para Al Hafidz dan Hafidzah, yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam.. Maka perkenankan aku mencintaiMu.. Melalui selembar dua lembar tilawah harianku.. Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku.. Yaa Rahiim.. Aku tak sanggup mencintaiMu.. Semisal Sumayyah, yang mempersembahkan jiwa demi tegaknya dienMu.. Seandai para syuhadam yang menjual dirinya dalam jihad bagiMu.. Maka perkenankan aku mencintaiMu.. Dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu.. Maka izinkan aku mencintaiMu.. Dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru.. Allahu Kariim.. Aku tak sanggup mencintaiMu.. Di atas segalanya.. Bagai Ibrahim yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya, dan patuh mengorbankan pemuda biji matanya.. Maka izinkan aku mencintaiMu.. Dengan mencintai keluargaku.. Dengan mencintai sahabat-sahabatku.. Dengan mencintai manusia dan alam semesta.. Allahu Rahmaanurrahiim.. Ilahi Rabbii.. Perkenankan aku mencintaiMu, semampuku.. Agar cinta itu mengalun dalam jiwa.. Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku.. Amiin.. ---------------------------------------------------------- kau hadir disetiap hela nafasku, hangat alirkan butiran darahku betapa suci dan agung cintaMu tak sanggup nalarku memikirkanMu kuingin Kau slalu bertahta dalam batinku kemana kapalmu kan berlabuh disana juga kau bermuara kemanapun hidupmu kau arahkan disanalah dermaga akhirmu yakinlah DIA bersemanyam dalam hatimu [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------------------------------------------------ No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.30/1127 - Release Date: 11/12/07 9:19 PM [Non-text portions of this message have been removed]

