Buletin Gaul Islam 
      19 Juni 2004 - 08:29 
      Kita Lebih Jago dari Amrik  
    
      Edisi 200/Tahun ke-5 (21 Juni 2004)
   
  
           Akhir-akhir ini hujan es sebesar buah anggur melanda Tokyo. Angin 
ribut mengguncang Hawaii. Sementara New Delhi dilanda hujan salju. Dan 
puncak-nya adalah topan hebat yang melanda seluruh wilayah Los Angeles. 
Anehnya, kejadian seheboh bin gempar di atas gak ada beritanya di Liputan 6 , 
Info Mancanegara atau Headline News . Napa ya? Hehehe?nggak usah bingung. 
Karena peristiwa-peristiwa itu cuma terjadi dalam VCD, DVD, or bioskop. Kok 
bisa? 
   
  Iya. Soalnya Hollywood baru aja merilis film heroik full special effect dan 
science fiction terbaru. Judulnya ? The Day After Tomorrow ? alias ?Lusa? atawa 
?Pageto? kata orang planet pajajaran (baca: Sunda). Film ini menceritakan hasil 
penelitian seorang ahli klimatologis yang memberikan indikasi bahwa pemanasan 
global bisa memicu perubahan iklim besar di seluruh dunia secara mendadak. 
Walhasil dunia dilanda bencana seperti di atas. Gitchu? 
   
  Nggak cuma special effect -nya yang menarik perhatian, ?pesan sponsor? film 
itu juga kudu kita pelototin. Seperti dalam Indepen-dence Day atau Armageddon , 
film ini juga memperlihatkan Amerika sebagai tokoh pahlawan dunia. Seolah cuma 
dia yang paling jago yang bisa menyelamatkan dan mengaman-kan dunia. Memang sih 
untuk urusan kecanggi-han teknologi, negara ini nomor wahid. Negara lain mah, 
harap sabar menjadi pembebek dan jauh di bawah kelasnya. Pokoknya, dijamin 
pasti ketinggalan banget dibanding ama Amrik. 
   
  Dengan menyandang gelar globo cop alias polisi dunia, negara pimpinan Om Bush 
Jr ini jadi sombong binti arogan. Baginya, status negara lain nggak lebih 
tinggi dari seorang babu yang mesti tunduk melayani dan memenuhi segala 
keinginannya. Nggak heran kalo sikapnya yang kayak majikan ini bikin dunia jadi 
kacau beliau eh balau. 
   
  Salah satu ulahnya, AS bebas nyeleksi persenjataan yang boleh dimiliki dan 
digunakan oleh suatu negara. Kalo ada negara yang ngeyel punya senjata yang 
lebih hebat darinya, nggak segan-segan AS akan memojokkannya ke sudut ring dan 
memaksa masyarakat internasional untuk setuju dengan penilaiannya. Seperti yang 
terjadi pada kasus invasi AS ke Irak. 
   
  Padahal untuk urusan persenjataan, AS yang paling banyak rapot merahnya. Di 
dunia ini, cuma AS yang tega pake bom atom di Hiroshima dan Nagasaki Jepang, 
agent orange dan bom Napalm di Vietnam, serta hulu ledak yang diperkuat dengan 
Uranium (meng-akibatkan radiasi) pada perang Teluk. Bahkan AS menolak 
menandatangani perjanjian-perjanjian untuk menghentikan produksi dan ujicoba 
senjata-senjata nuklir, kimia, maupun biologis. Bener-bener nggak punya urat 
malu! Sejawara itukah AS? 
   
  Dunia Islam yang tenggelam 
  Sobat muda muslim, apa yang terbayang dalam benak kita saat nonton sepakbola 
antara tim mahasiswa melawan tim ?playboy'alias anak yang suka bermain atau 
anak TK? Hihihi?.kita pasti geli ngeliatnya. Dan kita mungkin malu mengakui 
kehebatan tim mahasiswa itu meski mereka dengan mudah mempecundangi lawan-nya. 
Ya kan? Masa' mahasiswa yang udah bangkotan dengan stamina fisik yang fit 
sparing partner -nya ama anak TK. Tebel banget tuh kulit muka. 
   
  Seperti mahasiswa itulah gambaran AS. Kehebatannya bersifat semu. Karena 
lawannya, negara-negara lain di luar AS, khususnya dunia Islam yang sedang 
dalam kondisi lemah, loyo, tidak berdaya, kurang tenaga, dan kurang ber-gairah. 
Persis kayak orang yang kekurangan gizi alias penderita mal nutrisi. Akibatnya 
negeri-negeri Islam dengan mudah dicabik-cabik oleh para penjajah kafir yang 
haus darah dan harta (persis drakula matre). 
   
  Sungguh menyedihkan kondisi sodara-sodara kita di belahan dunia lain. Tetesan 
darah bercampur bau mesiu menjadi pemandangan sehari-hari di Timur Tengah. Di 
Irak, lebih 5.500 warga sipil tewas dalam satu tahun pertama pendudukan pasukan 
koalisi pimpinan Amerika Serikat. ( Waspada online, 25/05/04 ). Sedikitnya 55 
warga Palestina, termasuk 15 anak-anak di bawah usia 18, telah dibantai Israel 
pada periode 1 sampai 20 Mei. ( Eramuslim, 20/05/04 ). Rabu, 28 April lalu, 
militer Thailand membantai 107 muslim Pattani di dalam masjid. ( Eramuslim, 
30/04/04 ). Di Nigeria, Fundamentalis Kristen kembali Bantai 67 Muslim setelah 
sebelumnya memakan korban 300 muslim. ( Eramuslim, 05/05/04 ). Dan masih banyak 
lagi berita duka yang menimpa sodara-sodara kita. 
   
  Hampir nggak ada satu kabar gembira pun yang lahir dari negeri-negeri Islam. 
Tingkat ekonominya kian terpuruk akibat terjerat hutang luar negeri yang 
dikucurkan IMF atau Bank Dunia. Kesejahteraan penduduknya makin 
mengkhawatirkan. Pemerintahan mereka pun nggak lepas dari campur tangan para 
penjajah. Melihat kondisi kayak gini, nggak heran kalo opini kebangkitan Islam 
dan kaum Muslimin dianggap sebatas impian?
   
  Nggak ada alasan buat minder 
  Bener sobat. Nggak ada alasan buat kita selaku muslim untuk ngerasa minder, 
ngeper atawa jiper ama AS. Karena sebenernya, kita punya kekuatan-kekuatan yang 
bisa mengimbangi negara adikuasa itu. Asli kita nggak bo'ong . Buktinya AS 
getol banget nyaplokin negeri-negeri Islam. Karena doi menyadari kekuatan itu 
dan nggak mau potensi kekuatan itu bakal menghantamnya di masa depan. Begitu. 
Emang, apa sih yang dikhawa-tirkan AS dari negeri-negeri Islam? (sambil pegang 
dagu en pura-pura mikir) 
   
  Pertama , secara geografis kaum Muslimin menempati posisi yang strategis 
jalur laut dunia. Mereka mengendalikan Selat Gibraltar di Medite-rania Barat, 
Terusan Suez di Mediterania Timur, Selat Balb al-Mandab yang memiliki 
teluk-teluk kecil di Laut Merah, Selat Dardanelles dan Bosphorus yang 
menghu-bungkan jalur laut Hitam ke Mediterania, serta Selat Hormus di Teluk. 
Dengan posisi ini, para penjajah kafir akan keteteran menyerang negeri-negeri 
Islam lewat jalur laut. Karena pintu-pintu strategis laut dikuasai oleh kaum 
Muslimin. Rasain lo! 
   
  Kedua , faktor sumber daya alam (SDA). Negeri-negeri Islam dikenal sebagai 
negeri yang subur untuk bercocok tanam. Dengan begitu, kaum Muslimin akan 
terhindar dari ketergan-tungan pada negara lain. Nggak cuma itu, sumber bahan 
mentah juga bejibun di negeri-negeri Islam. Mereka mengendalikan cadangan 
minyak (60%), Boron (40%), Fosfat (50%), Perlite (60%), Strontium (27%), dan 
Tin (22%). Dengan senjata emas hitam, kaum Muslimin dengan mudah mengguncang 
ekonomi AS dan negara-negara Eropa hanya dengan menyetop suplai minyak ke 
mereka. Seperti yang pernah terjadi pada tahun 1973-1974. (Hans J, Morgenthau, 
Politics Among Nations , terj. Hlm. 175). 
   
  Ketiga , jumlah penduduk. Sebuah bangsa akan bertambah kuat dengan dukungan 
jumlah penduduk. Tanpa penduduk yang banyak, tentu akan kerepotan menjalankan 
pabrik industri yang akan menopang kekuatan negara yang bersangkutan. Dan saat 
ini, jumlah kaum Muslimin di seluruh dunia lebih kurang 1miliar atau 20% dari 
pupulasi di dunia. Sementara jumlah penduduk AS 278.058.881 jiwa ( CIA The 
World Fact Book ). Hampir 1 banding 5 coy... 
   
  Keempat , kekuatan militer. Berdasarkan data CIA The World Fact Book , 
potensi kekuatan militer dan dinas militer yang dimiliki beberapa negeri muslim 
bakal begitu fantastis. Hanya dengan menggabungkan tentara Mesir, Irak, Iran, 
Pakistan, Turki, dan Indonesia saja jumlah pasukan kaum Muslimin yang tersedia 
sekitar 162 juta. Bandingkan dengan potensi militer AS yang cuma 79 juta. Atau 
Israel yang cuma punya sekitar 1,5 juta pasukan pria dan 1,4 juta pasukan 
wanita. 
   
  Sobat muda muslim, hanya satu yang disayangkan dari semua kekuatan yang 
dimiliki negeri-negeri Islam. Mereka semua nggak bersatu. Terpecah-belah lebih 
dari 56 negara kecil. Otomatis nggak ada kekuatan tanpa persatuan. Makanya 
dengan mudah AS menghantam negeri-negeri Islam dari segala sisi. Menanamkan 
budaya Barat dan meracuni pemikiran umat. Gaswat! 
   
  Karena itu kudu ada upaya untuk menggalang kekuatan kaum Muslimin di seluruh 
dunia. Rasulullah dan para sahabat mencontohkan bahwa pengga-langan kekuatan 
itu akan solid jika Daulah Khilafah Islamiyah alias DKI (hati-hati ketuker ama 
KDI) tegak di muka bumi ini. Negara Islam ini yang akan menghimpun potensi 
kekuatan yang dimiliki kaum Muslimin. Institusi ini pula yang akan menyatukan 
Dunia Islam untuk kemudian berjihad melawan penindasan negara-negara Barat 
Kapitalis. Dengan begitu, keberadaan DKI sebagai negara adikuasa akan 
melindungi dan mengayomi seluruh kaum Muslimin serta menghentikan arogansi AS 
di planet bumi. Ini baru seimbang...Tul nggak seh?
   
  Membangun ?adikuasa' baru 
  Perlu dicatat sobat, kita selaku remaja muslim juga wajib terlibat dalam 
usaha mulia untuk menegakkan DKI. Karena kewajiban ini bukan cuma untuk para 
ulama, aktivis dakwah, atau ustadz. Tapi buat kita semua yang masih ngerasa 
muslim. Catet tuh! 
   
  Sebagai tahap awal terjun ke dunia dakwah kita kudu memahami Islam sebagai 
sebuah ideologi yang akan diterapkan oleh negara. Hanya dengan kekuatan 
ideologi, sebuah negara bisa menjadi adikuasa van adi-daya (tapi gak termasuk 
Adi Nugroho lho..). Secara jujur hal ini diakui Carleton S, Chairman and Chief 
Executive Officer, Hewlett-Packard Company , waktu ngomentarin peradaban Islam 
dari tahun 800 sampe 1600 (masa kekhilafahan) dalam ceramahnya tanggal 26 
September 2001 dengan judul ? Technology, Business, and Our Way of Life: Whats 
Next ?. 
   
  Dia bilang: ?Peradaban Islam merupakan peradaban yang paling besar di dunia. 
Peradaban Islam sanggup menciptakan sebuah negara adidaya kontinen-tal ( 
continental super state ) yang terbentang dari satu samudera ke samudera yang 
lain; dari iklim utara hingga tro-pik dan gurun de-ngan ratusan juta orang 
tinggal di dalamnya, dengan perbedaan keper-cayaan dan asal suku.. Tentaranya 
merupakan gabungan dari berbagai bangsa yang melindungi perdamaian dan 
kemakmuran yang belum dikenal sebelumnya.? 
   
  Sobat muda muslim, moga-moga kita gak alergi ama Islam ideologi. Apalagi 
sampe gatel-gatel di seluruh permukaan tubuh. Iih...itu mah PKK atuh alias 
Panu, Kurap, dan Kudis. Nggak ada ruginya kita ringankan kaki kita ke forum 
pengajian yang bahas politik, ekonomi, dll. Gak ada jeleknya kita mempelajari, 
memahami, dan mengamalkan Islam sebagai sebuah ideologi. Bagus malah. Karena 
akan membuka wawasan kita, melatih daya nalar kita, sekaligus menjadikan kita 
pahlawan bertopeng, eh pembela Islam. Hehehe... 
   
  Nah, dengan menjadi pembela Islam kita bisa membantu umat untuk mendapatkan 
pencerahan dari ide-ide sesat. Pemerintahan demokrasi di- replace dengan 
kekhilafahan Islam. Nasionalisme dibuang, ganti dengan akidah Islam untuk 
merajut persatuan Umat seluruh dunia. Sekularisme tereliminasi oleh kekuatan 
Islam ideologi. Dengan begitu kita harapkan tumbuh kembali kepercayaan umat 
terhadap ajaran Islam yang sempat pupus terkikis pemikiran sekuler Barat. 
Selanjutnya kita bersama umat berjuang demi tegaknya Khilafahan Islamiyah yang 
dijanjikan Allah Swt. Tunggu apalagi, mari kita jadi pembela Islam. Tetep 
semuanget! [hafidz] 
     
       
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke