FENOMENA MARAKNYA ALIRAN SESAT
Fenomena maraknya aliran sesat saat ini, harusnya memaksa kita untuk
berfikir, siapa sebenarnya yang harus bertanggung jawab hingga semua ini bisa
terjadi?? Hmm..kalau aku boleh beranalisa, kemungkinan ini semua terjadi
dikarenakan :
1. ketidak pahaman dan ketidak konsukwenan terhadap agama nya
2. kurang perhatiannya para ulama terhadap keadaan umat dalam menerangkan
masalah2 pokok dalam agama
3. terlalu perhatiannya kelompok awam dalam mendakwahkan agama yg
sebenarnya hanya dijadikan untuk mencari penghasilan hingga menimbulkan banyak
kerancuan2 dalam memahami masalah agama
4. Kerancuan dalam berfikir dari kalangan intelektual maupun awam dalam
memahami permasalahan agama
5. adanya pihak-pihak yang dengan sengaja menciptakan keadaan menjadi
serba rancu dalam beragama
Hmm..aku jadi teringat lagi pembagian jenis manusia menurut salah satu ulama
yg dibedakan menjadi 4 jenis yaitu :
Orang yg tahu kalau dirinya itu tahu
Orang yg tidak tahu kalau dirinya itu tahu
Orang yg tahu bahwa dirinya tidak tahu
dan Orang yg tidak tahu kalau dirinya itu tidak tahu
Dan saat ini permasalahannya adalah pada saat orang2 yg tahu tentang agama,
tapi kurang perhatiannya terhadap permasalahan ketidakpahaman umat dan akhinrya
membiarkan umat melakukan aktivitas agamanya menurut pemahamannya masing2.
Ataupun adanya sekelompok orang yg sebenarnya tidak mengerti tentang agama yg
dipahaminya secara baik dan benar, namun mempunyai semangat yg tinggi dalam
berdakwah, hingga secara sengaja or tidak sengaja mempunyai andil dalam segala
kerancuan umat dalam beragama. Dan semua ini terjadi dikarenakan yg tahu tidak
pernah mau memberi tahu atau diam saja dengan ketidakpahaman umat, sedangkan yg
tidak tahu ttg agama, dengan yakinnya merasa tahu dan melakukan dakwah yg
secara langsung or tidak langsung sudah membuat kerancuan2 dan tanpa sadar
keluar dari kaidah2 ajaran islam benar
Hmmm..menarik pembahasan yg dibawakan oleh bang Nirwan Syafrin, MA pada
kajian INSIST, dimana sesuatu yg dilabelkan itu tidak akan menghilangkan
sesuatu yg sudah paten dan menjadi ciri dari sesuatu itu, maka secara langsung
kita bisa mengenali sesuatu yg memang mempunyai ciri tersendiri
(bingung-bingung dech..)
Contoh : mengapa agama itu dinamakan islam, kristen, hindu, budha, dlsbnya,
karena yg mendasarai pelabelan itu sendiri terdapat hal2 pokok dan ciri yg
akhirnya kita bisa mengenali bahwa itulah islam, itulah kristen, itulah hindu,
itulah budha, dlsbnya. Namun jika ada sesuatu yg dilabeli dengan sesuatu yg
asli karena sudah mempunyai ciri2 khusus dan pokok untuk dikatakan sebagai
sesuatu yg asli itu, namun sudah menghilangkan hal2 yg pokok dan ciri khusus
dari sesuatu yg asli itu, maka tidak layak lagi untuk dkatakan sebagai asli dan
dilabeli sesuatu yg asli, karena sudah menghilangkan dasar yg menjadi pokok
sesuatu yg asli dan ciri khas tersendirinya.
Contoh : Ahmadiyah, JIL, Al-Qiyadah, dll tetap melabelkan dirinya sebagai
Islam namun secara sengaja dan terang2an menghapus bagian2 pokok yang merupakan
ciri khusus dan pondasi Islam, maka tidak layak lagi bagi mereka untuk
melabelkan dirinya sebagai Islam.
Karena Islam mempunyai pondasi dasar dimana seseorang/kelompok itu layak
dikatakan sebagai muslim dengan kerangka dasar Rukun Islam dan Rukun Iman
dimana seorang muslim mempunyai kewajiban untuk mentaatinya dan konsekwen
menjalankannya.
Hmm..aku mau mengingat kembali hafalanku waktu SD tentang Rukun Islam dan
Rukun Iman. Rukun Islam antara lain :
membaca 2 kalimat syahadat (aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah,
dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah)
Sholat sehari semalam 5 waktu
Puasa di bulan Ramadhan
Membayar Zakat
Pergi haji bagi yg mampu
Sedangkan Rukun Iman adalah :
Percaya kepada Allah
Percaya kepada Rasul-rasul Allah
Percaya kepada Kitab-Kitab Allah
Percaya kepada Malaikat-malaikat Allah
Percaya kepada hari kiamat
Percaya pada qodho dan qodhar
Yup!! Mudah sekali kita untuk menilai apakah orang/kelompok itu menjaga
pondasi dasar islam yg merupakan syarat khusus untuk dapat dikatakan sebagai
Islam ataukah sebaliknya??Yaitu menolak secara langsung/tidak langsung? Bahkan
sengaja ingin merusak bahkan jelas2 menghina Rasulullah yg diberikan
kepercayaan oleh Allah dalam menyampaikan firman-firmanNya, lalu apakah mereka
masih layak untuk dikatakan sebagai Islam?
Contoh :
Ahmadiyah yg mengakui ada nabi lain sesudah Rasulullah SAW, ini secara
jelas mengingkari ke Rasulan Muhammad SAW sebagai nabi terakhir dan secara
jelas sudah mengingkari Rukun Islam dan Rukun Iman
JIL yg merelatifkan kerasulan Muhammad SA dan memposisikannya sebagai
manusia biasa yg terlepas dari ketidakmaksuman secara nyata telah
mengingkari Rukun Islam dan Rukun Iman
JIL yg mengatakan jilbab, qishas, hukum waris, poligami, dll sebagai
produk budaya Arab dan terkondisi dengan zaman waktu itu, jelas telah
mengingkari Rukun Islam dan Rukun Iman
JIL yg mengatakan bahwa teks Al-Quran adalah produk rekayasa politik
Ustman bin Affan, maka secara nyata JIL sudah menolak Rukun Islam dan
Rukun Iman.
Al-Qiyadah yg menagkui Ahmad Musaddeq sebagai Rasul lain setelah
Rasulullah Muhammad SAW, tidak ubahnya spt Ahmadiyah yg mengakui kenabian
Mirza Ghulam Ahmad, dan mengatakan sholat hanya 1 waktu dan tidak wajib
puasa Ramadhan jelas mengingkari Rukun Islam dan Rukun Iman
Oke..jika kita merujuk semua pada pokok2 ajaran Islam yg merupakan pondasi
dasar dan ciri khas agar orang/kelompok dikatakan sebagai orang Islam, maka
mereka semua jelas2 telah keluar dari Islam. Hmm..aku jadi merenung tentang
murkanya Allah pada Iblis saat menolak perintah Allah untuk sujud pada Nabi
Adam yang menyebabkan Iblis dilaknat oleh Allah dan dihukumi kafir serta di
tetapkan oleh Allah menjadi penghuni tetap neraka.
Hmm..jika kita mau jujur dalam hati kita masing2, sebenarnya siapakah yg
paling membangkang pada Allah dan RasulNya??ibliskah atau mereka?? Iblis hanya
diminta mentaati Allah agar sujud pada Nabi Adam dan bukan mentaati perintah
Nabi Adam. Namun kita seorang muslim diminta untuk taat pada Allah dan diminta
untuk mentaati perintah Rasulullah Muhammad SAW sebagai utusanNya, namun pada
saat kita menolak semua perintah Allah agar mentaati Rasulullah Muhammad SAW,
apakah kita masih layak untuk menyandang titel Islam? Andai kita mau jujur
dalam hati, siapakah mahluk ciptaan Allah yg paling membangkang dan dengan
sengaja ingin menentang Allah dan RasulNya yaitu dengan cara merusak semua
ajaran2Nya?? Ibliskah ataukah mereka yg dengan sengaja mengingkari dan merusak
pondasi dasar Islam yg sudah diberi label oleh Allah sebagai agama yg di
RidhoiNya, dan apakah mereka lupa dengan perkataan Allah yg mengakatan Aku yg
menurunkan Al-Quran maka Aku lah yg akan menjaganya
Hmm..jika mereka menolak dan marah untuk dikatakan sesat dan menyesatkan yg
merupakan lafaz yg dikatakan oleh Allah sendiri dalam firman2Nya yg terdapat
dalam Al-Quran dan Hadist Rasulullah SAW, maka tidak layak bagi mereka untuk
protes kepada pihak2 yg mempunyai pemahaman dan dalil argumentasi Al-Quran dan
Hadist untuk mengcalim mereka dengan sesat dan menyesatkan, karena seharusnya
yg mereka protes agar jangan mengatakan itu sesat dan menyesatkan itu adalah
Allah sendiri dan bukan kepada pihak2 yg tidak mungkin memutuskan claim sesat
dan menyesatkan kecuali menyampaikan apa yg Allah katakan dalam firman2Nya.
Minggu, 11 Nopember 2007
By
hana
---------------------------------
Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it now.
[Non-text portions of this message have been removed]