Untuk Calon Istriku    
      Oleh : Cucuk Hariyanto 
        
      Assalammu'alaikum Wr... Wb...

      Apa kabar calon istriku? Hope u well and do take care...
      Allah selalu bersama kita

      Ukhtiku...
      Masihkah menungguku...? 

      Hm... menunggu, menanti atau whatever-lah yang sejenis dengan itu kata 
orang membosankan. Benarkah?!
      Menunggu...
      Hanya sedikit orang yang menganggapnya sebagai hal yang 'istimewa'
      Dan bagiku, menunggu adalah hal istimewa
      Karena banyak manfaat yang bisa dikerjakan dan yang diperoleh dari 
menunggu
      Membaca, menulis, diskusi ringan, atau hal lain yang bermanfaat 

      Menunggu bisa juga dimanfaatkan untuk mengagungkan-Nya,
      melihat fenomena kehidupan di sekitar tempat menunggu,
      atau sekadar merenungi kembali hal yang telah terlewati
      Eits, bukan berarti melamun sampai angong alias ngayal dengan pikiran 
kosong
      Karena itu justru berbahaya, bisa mengundang makhluk dari 'dunia lain' 
masuk ke jiwa

      Banyak hal lain yang bisa kau lakukan saat menunggu
      Percayalah bahwa tak selamanya sendiri itu perih
      Ngejomblo itu nikmat, jenderal!
      Ups, itu judul tulisanku beberapa waktu lalu

      Bahwa di masa penantian, kita sebenarnya bisa lebih produktif
      Mumpung waktu kita masih banyak luang
      Belum tersita dengan kehidupan rumah tangga
      Jadi waktu kita untuk mencerahkan ummat lebih banyak
      Karena permasalahan ummat saat ini pun makin banyak

      Karenanya wahai bidadari dunia...
      Maklumilah bila sampai saat ini aku belum datang
      Bukan ku tak ingin, bukan ku tak mau, bukan ku menunda
      Tapi persoalan yang mendera bangsa ini kian banyak dan kian rumit
      Begitu banyak anak tak berdosa yang harus menderita karena busung lapar, 
kurang gizi, lumpuh layuh hingga muntaber
      Belum lagi satu per satu kasus korupsi tingkat tinggi yang membuktikan 
bahwa negeri ini 'sarang tikus'
      Ditambah lagi bencana demi bencana yang melanda negeri ini
      Meski saat ini hidup untuk diri sendiri pun rasanya masih sulit
      Namun seperti seorang ustadz pernah mengatakan bahwa hidup untuk orang 
lain adalah sebuah kemuliaan Memberi di saat kita sedang sangat kesusahan 
adalah pemberian terbaik
      Bahwa kita belumlah hidup jika kita hanya hidup untuk diri sendiri

      Ukhtiku...
      Di mana pun engkau sekarang, janganlah gundah, janganlah gelisah
      Telah kulihat wajahmu dan aku mengerti,
      betapa merindunya dirimu akan hadirnya diriku di dalam hari-harimu
      Percayalah padaku aku pun rindu akan hadirmu
      Aku akan datang, tapi mungkin tidak sekarang
      Karena jalan ini masih panjang
      Banyak hal yang menghadang
      Hatiku pun melagu dalam nada angan
      Seolah sedetik tiada tersisakan
      Resah hati tak mampu kuhindarkan
      Tentang sekelebat bayang, tentang sepenggal masa depan
      Karang asaku tiada 'kan terkikis dari panjang jalan perjuangan, hanya 
karena sebuah kegelisahan
      Lebih baik mempersiapkan diri sebelum mengambil keputusan
      Keputusan besar untuk datang kepadamu

      Ukhtiku...
      Jangan menangis, jangan bersedih, hapus keraguan di dalam hatimu
      Percayalah pada-Nya, Yang Maha Pemberi Cinta,
      bahwa ini hanya likuan hidup yang pasti berakhir
      Yakinlah...saat itu pasti 'kan tiba
      Tak usah kau risau karena makin memudarnya kecantikanmu
      Karena kecantikan hati dan iman yang dicari
      Tak usah kau resah karena makin hilangnya aura keindahan luarmu
      Karena aura keimananlah yang utama
      Itulah auramu yang memancarkan cahaya syurga,
      merasuk dan menembus relung jiwa

      Wahai perhiasan terindah...
      Hidupmu jangan kau pertaruhkan, hanya karena kau lelah menunggu. Apalagi 
hanya demi sebuah pernikahan. Karena pernikahan tak dibangun dalam sesaat, tapi 
ia bisa hancur dalam sedetik. Seperti Kota Iraq yang dibangun berpuluh tahun, 
tapi bisa hancur dalam waktu sekian hari.

      Jangan pernah merasa, hidup ini tak adil
      Kita tak akan pernah bisa mendapatkan semua yang kita inginkan dalam hidup
      Pasrahkan inginmu sedalam qalbu, pada tahajjud malammu
      Bariskan harapmu sepenuh rindumu, pada istikharah di shalat malammu
      Pulanglah pada-Nya, ke dalam pelukan-Nya
      Jika memang kau tak sempat bertemu diriku,
      sungguh...itu karena dirimu begitu mulia, begitu suci
      Dan kau terpilih menjadi Ainul Mardhiyah di jannah-Nya

      Ukhtiku...
      Skenario Allah adalah skenario terbaik
      Dan itu pula yang telah Ia skenariokan untuk kita
      Karena Ia sedang mempersiapkan kita untuk lebih matang,
      merenda hari esok seperti yang kita harapkan nantinya
      Untuk membangun kembali peradaban ideal seperti cita kita

      Ukhtiku...
      Ku tahu kau merinduiku, bersabarlah saat indah 'kan menjelang jua
      Saat kita akan disatukan dalam ikatan indah pernikahan
      Apa kabarkah kau disana?
      Lelahkah kau menungguku berkelana?
      Lelahkah menungguku kau disana?
      Bisa bertahankah kau disana?
      Tetap bertahanlah kau disana...
      Aku akan segera datang, sambutlah dengan senyum manismu
      Bila waktu itu telah tiba,
      kenakanlah mahkota itu,
      kenakanlah gaun indah itu...
      Masih banyak yang harus kucari, 'tuk bahagiakan hidup kita nanti...

      Ukhtiku...
      Malam ini terasa panjang dengan air mata yang mengalir
      Hatiku terasa kelu dengan derita yang mendera,
      kutahan derita malam ini sambil menghitung bintang
      Cinta membuat hati terasa terpotong-potong
      Jika di sana ada bintang yang menghilang,
      mataku berpendar mencari bintang yang datang
      Kalau memang kau pilihkan aku, tunggu sampai aku datang...

      Ku awali hariku dengan tasbih, tahmid dan shalawat
      Dan mendo'akanmu agar kau selalu sehat, bahagia,
      dan mendapat yang terbaik dari-Nya
      Aku tak pernah berharap, kau 'kan merindukan keberadaanku yang 
menyedihkan ini
      Hanya dengan rasa rinduku padamu, kupertahankan hidup
      Maka hanya dengan mengikuti jejak-jejak hatimu, ada arti kutelusuri hidup 
ini
      Mungkin kau tak pernah sadar betapa mudahnya kau 'tuk dikagumi
      Akulah orang yang 'kan selalu mengagumi, mengawasi, menjaga dan 
mencintaimu

      Ukhtiku...
      Saat ini ku hanya bisa mengagumimu,
      hanya bisa merindukanmu
      Dan tetaplah berharap, terus berharap
      Berharap aku 'kan segera datang
      Jangan pernah berhenti berharap,
      Karena harapan-harapanlah yang membuat kita tetap hidup

      Bila kau jadi istriku kelak,
      jangan pernah berhenti memilikiku
      dan mencintaiku hingga ujung waktu
      Tunjukkan padaku kau 'kan selalu mencintaiku
      Hanya engkau yang aku harap
      Telah lama kuharap hadirmu di sini
      Meski sulit, harus kudapatkan
      Jika tidak kudapat di dunia...
      'kan kukejar sang Ainul Mardhiyah yang menanti di surga

      Ku akui cintaku tak hanya hinggap di satu tempat,
      aku takut mungkin diriku terlalu liar bagimu
      Namun sejujurnya, semua itu hanyalah persinggahan egoku,
      pelarian perasaanku
      dan sikapmu telah meluluhkan jiwaku
      Waktu pun terus berlalu dan aku kian mengerti...
      Apa yang akan ku hadapi
      Dan apa yang harus kucari dalam hidup

      Kurangkai sebuah tulisan sederhana ini,
      untuk dirimu yang selalu bijaksana
      Aku goreskan syair sederhana ini,
      untuk dirimu yang selalu mempesona
      Memahamiku dan mencintaiku apa adanya
      Semoga Allah kekalkan nikmat ini bagiku dan bagimu
      Semoga...

      Kau terindah di antara bunga yang pernah aku miliki dahulu
      Kau teranggun di antara dewi yang pernah aku temui dahulu
      Kau berikan tanda penuh arti yang tak bisa aku mengerti
      Kau bentangkan jalan penuh duri yang tak bisa aku lewati
      Begitu indah kau tercipta bagi Adam
      Begitu anggun kau terlahir sebagai Hawa
      Kau terindah yang pernah kukagumi meski tak bisa aku miliki
      Kau teranggun yang pernah kutemui meski tak bisa aku miliki
      ......

      (Dewi Khayalan - Daun Band)

      Ya Allah...
      ringankanlah kerinduan yang mendera
      kupanjatkan sepotong doa setiap waktu,
      karena keinginan yang menyeruak di dalam diriku

      Ya Allah...
      ampuni segala kekhilafan hamba yang hina ini
      ringankan langkah kami
      beri kami kekuatan dan kemampuan
      tuk melengkapkan setengah dien ini,
      mengikuti sunnah RasulMu
      jangan biarkan hati-hati kami
      terus berkelana tak perpenghujung
      yang hanya sia-sia dengan waktu dan kesempatan
      yang telah Engkau berikan
      Aamiin...

      Wassalamu'alaikum Wr... Wb...

      Penuh Cinta Selalu Untuk Selamanya, Fillah...

      Sumber : http://www.dudung.net


--------------------------------------------------------------------------


      "Hendaknya kita menyadari bahwa musibah yang menimpa kita bukanlah untuk 
memusnahkan kita, sesungguhnya kehadiran musibah tersebut hanyalah untuk 
menguji sampai dimana kesabaran kita" (Ibnu Qayyim)
     
        



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke