Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh,

All, dimilis Kesehatan dan Keselamatan Kerja sedang ramai - ramainya discuss 
ttg pencegahaan aids...., mungkin bagi rekan yang lebih berkompeten bisa 
bergabung mencurahkan gagasannya 

Wassalamu 'alaikum wrwb
Saepul

----- Original Message ----- 
From: Saepul Bahri 
To: [EMAIL PROTECTED] 
Sent: Monday, December 03, 2007 7:35 AM
Subject: Re: [K3_LH] Apakah kondom penyebab seks bebas?


Kalau melihat kenyataan, nampaknya hidup didunia sekarang  ini seperti lelucon 
saja, contohnya seperti pencegahaan aids ini. bagaimana tidak, disatu sisi kita 
tidak ingin agar penyakit aids terus berkembang . tetapi disisi lain kita malah 
mendukung hal - hal yang mendorong orang untuk melakukan hubungan seks bebas. 
kita tahu atau malah pura2 tidak tahu bahwa setiap mahluk hidup memiliki hasrat 
untuk melakukan hubungan seksual, bebasnya tayangan2 yang berbau  pornografi 
(baik dalam bentuk gambar, lisan & tulisan) telah cukup untuk memicu munculnya 
hasrat tersebut....., negara kita adalah negara hukum, kalau sosialisasi A-B-C 
dirasa kurang begitu efektif. mungkin kedepan akan lebih baik kalau para pelaku 
'Jina' diberi hukuman saja, demi keluarga, masyarakat, bangsa & negara mari 
kita dorong badan legislatif agar semakin berperan dalam pencegahaan aids ini 
termasuk didalamnya men-goal-kan RUU APP.  

mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan, tulisan ini tidak dimaksudkan 
untuk menyakiti siapapun

Salam
Saepul



  ----- Original Message ----- 
  From: s.nuraini ernaningsih 
  To: [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Saturday, December 01, 2007 10:35 AM
  Subject: Re: [K3_LH] Apakah kondom penyebab seks bebas?



  Dear All,

  Mumpung hari ini adalah Hari AIDS Sedunia.
  Sejak jaman kuliah, sy kenal kampanye ABC-nya utk AIDS, krn organisasi 
mahasiswa tempat saya bergabung ikut dalam kampanye tsb.
  Sebenarnya esensi dari kampanye mengurangi penukaran virus HIV/AIDS yang 
penularannya adalah lewat cairan tubuh (darah, mani, dst) , sehingga pada 
kampanye kami diarahkan sbb:
  1. Untuk yang belum menikah atau lajang, maka kampanye 'n yg harus digalakkan 
adalah A = Abstinence, atau tidak melakukan  hubungan seks sama sekali.
  2. Untuk yang sudah menikah atau yg sudah berpasangan, maka kampanye 'n yg 
harus digalakkan adalah B = Be Fauthful, atau setia pada pasangan masing-masing 
dan tidak bergonta-ganti pasangan.
  3. Sedangkan untuk yang tidak bisa dengan tuiak melakukan hubungan seks sama 
sekali dan tidak bisa tidak gonta-ganti pasangan, maka disarankan C = Condom, 
yaitu menggunkan KOndom untuk dalam hubungan seksual.
  Demikian, jadi sasaran kampanye setiap item adalah beda, tidak bisa disamakan.
  Saran, untuk lebih menggalakkan kampanye, pilih yg paling sesuai dengan 
audiens-nya.

  Salam,
  Erna


  ----- Original Message ----
  From: rahadian - <[EMAIL PROTECTED]>
  To: [EMAIL PROTECTED]
  Sent: Wednesday, November 28, 2007 12:53:37 PM
  Subject: Re: [K3_LH] Apakah kondom penyebab seks bebas?


  Program bagi-bagi kondom dalm kontek mencegah penularan HIV/AIDS bisa saja 
diartikan bahwa kita mencurigai bahwa pasangan hidup kita (istri) mengidap 
HIV/AIDS atau jangan-jangan memang kita salah satu pengidap penyakit tersebut.

  Mas Agung S Wiryosuwarno <agung.wiryosuwarno@ gmail.com> wrote: 

    Dear All,
    Permasalannya adalah kampanye pencegahan AIDS nya terbalik polanya.
    Seharusnya khan ABC dengan urutan (berdasarkan tingkat efektifitas
    pencegahannya alias tingkat resikonya terkecil):
    1. A : Abstinence
    2. B : Be Faithful
    3. C : Condom
    Jadi terlihat sebenarnya yang harus diemphasize adalah A kemudian B
    dan terakhir C. Alias C ini adalah yang paling akhir (kalau dalam risk
    matriks merupakan 'APD') sehingga ia adalah 'last-line defence'.
    Tetapi kenyataannya?
    Hampir semua orang 'berteriak' condom adalah sebagai 'first-choice' !
    padahal bukan itu esensinya khan?
    Cheers,
    ASW

    On Nov 24, 2007 1:08 PM, Adi Sasongko <adi.sasongko@ gmail.com> wrote:
    >
    >
    >
    >
    > Teman2 sekalian,
    >
    > Kita sering mendengar pendapat yang mengkhawatirkan bahwa kondom
    > merupakan penyebab seks bebas sehingga kondom dinilai merusak moral
    > generasi muda.
    >
    > Apakah benar demikian?
    >
    > Saya berpendapat bahwa kondom bukan penyebab seks bebas dan tidak
    > merusak moral generasi muda atau generasi manapun.
    >
    > Alasannya?
    >
    > Dari perspektif sejarah, seks bebas sudah ada sebelum ada kondom.
    > Silahkan baca kembali sejarah yang menggambarkan terjadinya
    > perselingkuhan di kalangan kerajaan jaman dulu misalnya. Jadi jika
    > seks bebas sudah ada sebelum ada kondom, bagaimana bisa kondom
    > dituding menjadi penyebab seks bebas? Lha wong seks bebas sudah ada
    > sebelum ada kondom?
    >
    > Dari perspektif realitas, kenyataan-kenyataan di lapangan (penelitian2
    > oleh Depkes, ASA, BPS dsb), mengungkapkan bahwa di kalangan pelanggan
    > PSK (di berbagai lokalisasi dan tempat hiburan) pemakaian kondom hanya
    > 10-15%. Jadi ada 85-90% pelanggan PSK yang justru tidak pakai kondom.
    > Jika ini kenyataannya, bagaimana bisa kondom menjadi penyebab seks
    > bebas? Bukankah 85-90% pelanggan PSK ini adalah orang-orang yang sudah
    > menerapkan seks bebas dan malah justru tidak memakai kondom? Jadi
    > bagaimana bisa kondom dituduh sebagai penyebab seks bebas. Apa kata
    > dunia nanti? :)))
    >
    > Jadi lalu apa penyebab seks bebas?
    >
    > Dalam pandangan saya, seks bebas adalah sebuah perilaku berisiko yang
    > merupakan sebuah hasil akumulatif dari kombinasi sejumlah faktor
    > sehingga menghasilkan "enerji" yang mampu menerabas norma yang kita
    > pelajari sejak kecil dan yang kita yakini bahwa seks bebas adalah
    > sebuah hal yang terlarang.
    >
    > Apa saja faktor-faktor tersebut?
    >
    > 1. Pengaruh pergaulan sesama (peer group pressure). Seseorang yang
    > mempunyai teman2 pergaulan yang berpaham seks bebas akan bisa
    > terpengaruh oleh teman2nya ini sehingga diapun ikut melakukan seks
    > bebas.
    > 2. Pengaruh alkohol atau obat. Sewaktu kita masih waras maka kita bisa
    > berfikir jernih bahwa seks bebas itu terlarang. Akibat pengaruh
    > alkohol atau obat, maka fikiran waras itu bisa terpengaruh sehingga
    > dengan "gagah berani" kita melakukan seks bebas.
    > 3. Pengaruh media pornografi. Seseorang yang terpapar terus menerus
    > oleh media pornografi bisa terdorong untuk mencoba apa yang dia lihat
    > dalam media pornografi tersebut. Hal ini bisa membuat dia melakukan
    > seks bebas.
    > 4. Khusus bagi laki2 yang sudah menikah, maka perilaku seks bebas bisa
    > terjadi akibat permasalahan dalam kualitas hubungan dengan isterinya.
    >
    > Jadi tidak usah takut mempromosikan kondom sebagai alat kontrasepsi
    > atau pencegahan HIV. Karena sangat tidak mungkin gara-gara tahu
    > kondom, maka seseorang yang tidak punya masalah dengan ke empat butir
    > diatas, akan mendadak menjadi "gagah berani" untuk jajan seks di
    > lokalisasi, misalnya.
    >
    > Dan kalau kita sebagai aktivis peduli AIDS mempromosikan kondom, maka
    > kita bukan sedang "jualan" kondom tetapi kita mempromosikan kondom
    > sebagai alat pencegahan HIV (atau sebagai alat kontrasepsi) . Oleh
    > karena itu promosi kondom yang kita lakukan harus dalam konteks yang
    > lengkap yang dikaitkan dengan pemakaian kondom sebagai alat pencegahan
    > HIV. Kalau yang kita lakukan adalah sekedar membagi-bagi kondom, maka
    > ini namanya jualan kondom dan sebagai aktivis peduli AIDS maka kita
    > tidak akan melakukan hal seperti ini.
    >
    > Salam,
    >
    > Adi Sasongko
    > Yayasan Kusuma Buana
    > Jakarta, Indonesia
    > Tel. (62-21) 831 4764, 829 6337
    > Fx. (62-21) 831 4764
    > Website: www.kusumabuana. or.id
    > 





------------------------------------------------------------------------------
  Never miss a thing. Make Yahoo your homepage. 





------------------------------------------------------------------------------
  Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how. 

   


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke