Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Pagi ini saya baca tulisan Dawam Rahardjo (DR) di Media Indonesia, ehm media
Liberal. Sungguh sangat proaktif orang-orang JIL ini mengkampanyekan
kebebasan yang tidak jelas ujung pangkalnya. Banyak sekali catatan-catan
yang menghujat MUI. Saya sendiri langsung membayangkan, wajar saja di
beberapa negara Islam orang-orang seperti DR ini diusir dari negaranya dan
bahkan ada yang divonis sebagai orang yang murtad. Contohnya sbb;
DR : " Fatwa tentang kriteria sesat itu hanya mengubah agama dari sebagai
rahmat menjadi bencana " naudzubillah.......
DR : " Perlu diingat, timbulnya aliran-aliran keagamaan itu adalah
konsekuensi dari kecintaan masyarakat Indonesia terhadap agama dan
kegairahan dalam hidup beragama ".
Jelas, ini adalah pemutarbalikan fakta. Bayangkan kalau setiap orang berhak
menginteprestasikan cara-cara ibadah dengan persepsi mereka masing-masing.
Dalil-dalil yang tidak jelas dan merasa berada di posisi yang benar juga
sering digunakan dalam "dakwah" mereka.Salat semaunya, puasa tidak
dikerjakan, haji cukup di Parung, Bogor atau di daerah Qadian, Pakistan,
bayar zakat kalau tidak wajib, eh giliran infak/sodaqoh untuk "dakwah"
mereka sendiri harus sebanyak-banyaknya. Aneh...
Sungguh sangat disayangkan, banyaknya hujatan-hujatan terhadap MUI dan
kampanye Liberalisme di media kita. Akhirnya saya pun sadar, kenapa
media-media kita seperti menjadi duri di dalam daging. Tidak ada
keberpihakan terhadap kaum muslimin. Jelas mereka sudah dikuasai oleh
kapitalisme global yang sejalan dengan misi freemason. naudzubillah......
Berita selengkapnya silakan di www.mediaindonesia.com/opini
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Disclaimer: Although this message has been checked for all known viruses
using Trend Micro InterScan Messaging Security Suite, Bukopin
accept no liability for any loss or damage arising
from the use of this E-Mail or attachments.