DEMI ALLAH...saya berdo'a....
 
SEMOGA Para Komplotan MUNAFIKUN itu di berikan AZAB yg KERAS oleh ALLAH swt, 
dunia akhirat, AMin...
 
Salam JIHAD
AL-Pacitan

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of aris 
solikhah
Sent: Monday, December 10, 2007 2:59 PM
To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]; BKIM ku
Subject: [syiar-islam] Lima Anggota LibForAll Indonesia Temui Shimon Peres di 
Yerusalem



Lima Anggota LibForAll Indonesia Temui Shimon Peres di Yerusalem

Situs harian Jerusalem Post pada Jum'at (8/12) menurunkan sebuah berita 
berjudul "Indonesian Peace Delegation Meet With Peres" (Delegasi Perdamaian 
dari Indonesia Temui Shimon Peres). Berita ini ditulis oleh Greer Fay Cashman.
Di awal artikelnya Cashman menulis, "Walau tidak ada hubungan diplomatik formal 
antara Israel dan Indonesia, lima orang anggota Delegasi Perdamaian Indonesia 
menemui Presiden Israel Shimon Peres, Jum'at (8/12) di Yerusalem. "

Kelima orang Indonesia tersebut berasal dari Yayasan LibForAll, sebuah yayasan 
swasta yang berasal dari Amerika Serikat yang tujuannya untuk memerangi Islam 
Kafaah dan mempromosikan Islam yang bersekutu dengan Zionis-Israel. Abdurrahman 
Wahid menjadi pelindung yayasan LibForAll dan anggotanya antara lain Yeni 
Wahid, Abdul Munir Mulkhan, Ahmad Dani (Dewa19), dan sederet aktivis JIL 
lainnya. Perjalanan mereka ke Tanah Palestina yang diduduki Israel bekerjasama 
dengan Simon Wiesenthal Center, sebuah LSM Amerika pendukung utama Zionisme.

Lima orang tersebut oleh Jerusalem Post dianggap merepresentasikan dua ormas 
terbesar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah, yang memiliki anggota sebanyak 70 
juta rakyat Indonesia, dari 195 juta rakyat Indonesia yang Muslim.

Di depan kelima orang Indonesia, Peres sempat mengatakan bahwa kedatangan 
mereka akan menimbulkan spekulasi di Indonesia, karena selain Israel tidak 
memiliki hubungan resmi dengan Indonesia, setiap ada orang Indonesia yang ke 
Israel selalu saja menjadi berita kontroversi.

Mengatasnamakan Indonesia
C. Holland Taylor, pimpinan dari yayasan LibForAll yang sangat pro-Zionis, 
menyatakan kepada Peres bahwa Abdurrahman Wahid baru-baru ini mengeluarkan 
sikap yang menolak dan menentang HAMAS dalam persoalan di Palestina. Taylor 
juga berkata bahwa Indonesia merupakan satu-satunya negara di dunia di mana 
HAMAS ditolak oleh ormas Islam terbesar di dunia.

Jpost kembali menulis, "Syfiq Mugni (Syafiq Mugni?), tokoh Muhammadiyah, 
berbicara dengan Peres yang mengenakan kippa dengan tulisan "shalom" dalam 
bahasa Ibrani dan Latin, begitu gembira dengan orang-orang Indonesia yang 
mengunjunginya dan bahkan mereka menyerang HAMAS serta mendukung Zionis-Israel, 
sehingga Peres mencopot kippa yang dikenakannya dan mengenakannya ke kepala 
tamunya tersebut.
Pertemuan itu diisi dengan berbagai topik pembicaraan antara lain bidang 
ekonomi, politik, regional, dan peringatan 60 tahun berdirinya Israel di Tanah 
Palestina.

Kepada Peres Mugni antara lain menyatakan, "Kita berharap suatu waktu Muslim di 
Indonesia bisa bersikap lebih toleran dan mengutamakan demokrasi. Hal ini bisa 
dilakukan antara lain lewat jalur pendidikan, untuk mengubah mental Muslim di 
Indonesia agar bisa bersikap lebih terbuka. " Maksudnya jelas, agar Muslim 
Indonesia bisa menerima Zionis-Israel sebagai sekutu, sama seperti dirinya dan 
kawan-kawannya dari LibForAll.
Ulama NU yang disebut dengan nama Abul A'la (bisa jadi nama-nama ini merupakan 
nama alias), mengamini Mugni dan menyatakan bahwa di Indonesia ada segolongan 
Teroris Muslim. "Namun hal itu tidak mencerminkan keseluruhan Muslim di 
Indonesia. Kami akan secepatnya menghadapi itu dan mempromosikan Islam yang 
penuh kedamaian. Kami tidak bisa hidup tanpa kedamaian. "

Kelima orang Inadonesia ini juga menyatakan bahwa mereka telah mencoba untuk 
berbicara dengan Kubu Mahmud Abbas yang juga pro Israel agar tercipta kerjasama 
saling menguntungkan antara Palestina, Israel, dan mereka sendiri. "Kami 
mendoakan itu, " ujar Mugni.

Peres bercerita bahwa Juni lalu, di Bali telah diselenggarakan konferensi besar 
yang menentang sikap Iran atas penafikkannya terhadap Holokous yang dihadiri 
oleh Gus Dur, dan beberapa tokoh agama lain termasuk dari Israel.
Oktober lalu, tambah Peres, tujuh delegasi wartawan dari Indonesia juga datang 
ke Israel dan bertemu dengannya.

Kelima orang Indonesia anggota LibForAll itu selama di wilayah pendudukan 
Zionis-Israel ditemani oleh Dean Rabbi Abraham dari Wiesenthal Center dan C. 
Holland Taylor, CEO LibForAll. Mereka ikut merayakan ritual Yahudi Hanukka, 
menikmati tarian di Kiryat Shmona, mengunjungi Betlehem dan juga Masjid 
Al-Aqsha di Yerusalem, setelah bertemu Peres. Selain itu, mereka juga 
mengunjungi sebuah sekolah di Sderot dan memantau wilayah Jalur Gaza dari 
kejauhan.

Sorotan Media Islam
Kunjungan lima komprador Zionis dari Indonesia ke Shimon Peres ini menjadi 
berita hangat di sejumlah media Islam dunia. Dalam artikelnya berjudul 
"Normalisasi Memalukan Indonesia" (8/12), media 'Friend of al-Aqsha' yang 
diterbitkan Muslim London dan beredar luar di Ibukota Inggris, lewat tangan 
Khalid Amayreh menulis bahwa kunjungan lima orang Indonesia ke wilayah 
pendudukan Israel di Palestian sungguh-sungguh memalukan mengingat Indonesia 
merupakan negeri Muslim mayoritas terbesar di dunia.
"Dengan kunjungan lima orang Indonesia itu, Dunia Islam mendapat banyak 
kerugian, dan hal ini sungguh-sungguh menguntungkan Zionis-baik Olmert maupun 
Abbas. Ini benar-benar menampar muka kita semua. Benar-benar memalukan!" 
demikian Al-Aqsha.

Tokoh dan Politisi Islam Indonesia Sibuk Cari Jabatan

Sayangnya, di saat musuh-musuh Islam di Indonesia gencar memerangi agama Allah 
ini, dan dengan dana yang sangat besar berupaya menjadikan Muslim Indonesia 
menjadi Sekutu bagi Zionis (lihat www. Libforall. Org, di situ jelas-jelas 
terdapat program nyata membuat umat Islam Indonesia menjadi sekutu Zionis), 
para tokoh dan politisi Islam masih saja disibukkan dengan cari kursi dan 
jabatan, Pilkadal-lah dan segala macam.
Dan seperti juga politisi sekuler lainnya, setelah duduk di kursi yang nyaman 
karena berhasil "menjual" Islam, mereka banyak yang lupa daratan dan menjadi 
lebih cinta (setengah mati) terhadap kenikmatan dunia ketimbang mencintai 
akherat. Bukannya mensejahterakan umat, mereka lebih khusyuk mensejahterakan 
diri dan keluarganya sendiri. Umat lagi-lagi dijadikan pendorong mobil mogok. 
Hanya saja sekarang dilakukan oleh saudara-saudaranya sendiri.(Rizki)
http://www.eramusli 
<http://www.eramuslim.com/berita/tha/7c10063101-lima-anggota-libforall-indonesia-temui-shimon-peres-yerusalem.htm>
 
m.com/berita/tha/7c10063101-lima-anggota-libforall-indonesia-temui-shimon-peres-yerusalem.htm


Kemajuan mustahil terjadi tanpa perubahan. Dan, mereka yang tak bisa mengubah 
pemikirannya tak bisa mengubah apa pun. (George Bernard Shaw, 1856-1950)
pustaka tani
kampusku
nuraulia
Griyaku, Griya Female Reader: Gabung yuk! : griya_femalereaders 
<mailto:griya_femalereaders-subscribe%40yahoogroups.com> [EMAIL PROTECTED]

---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.

[Non-text portions of this message have been removed]



 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke