Akankah Rasa Kasih Sayang Menjadi Sebuah Barang Langka ?
Setiap diri kita pasti merindukan hadirnya rasa kasih dan sayang dalam 
kehidupan. Rasa kasih sayang yang akan membawa kedamaian dan ketentraman. Rasa 
kasih sayang yang tulus yang akan memberikan rasa aman. Sungguh indah rasanya, 
bila masing-masing dari kita mau menjamin, bahwa diri kita menjadi aman bagi 
orang lain, dan orang lain pun menjamin dirinya menjadi aman bagi diri 
kita.Siapakah orangnya yang tak ingin dikasihi dan mengasihi? Diperhatikan 
keadaannya, didengarkan setiap perkataannya, dan dihargai keberadaannya.

Seperti apakah rasa hidup ini tanpa hadirnya rasa cinta dan kasih sayang? Dan 
seperti apa pula rasa hidup ini, jika hanya rasa benci saja yang senantiasa 
dipupuk dan disebar dalam setiap kata dan perbuatan? Pasti semua terasa hambar, 
menyakitkan dan tiada kesan kedamaian. Dada terasa sempit, wajah terlihat 
masam, jauh dari kehadiran senyuman. Kehidupan selalu dipenuhi rasa permusuhan 
serta dicengkeram rasa ketakutan. Memandang kepada sesama manusia tidak lagi 
dengan pandangan yang teduh. Banyak hal yang dipandang dengan sinis dan curiga, 
jauh dari pikiran yang terbuka, prasangka baik dan kelapangan hati.

Kesalahan kecil yang dibuat oleh seseorang dengan mudahnya membuat diri menjadi 
marah, kesal dan nada suara menjadi berubah, lebih terdengar keras, kasar dan 
lantang. Tak cukup dengan itu, sumpah serapah, makian juga hinaan pun akhirnya 
terlontarkan. Malahan, ada sebagian orang yang tidak segan-segan dan jauh dari 
rasa belas kasihan, menyiksa sesama hanya karena salah menafsirkan dan 
berprasangka buruk terhadap sebuah tatapan.

Saudaraku,

Sesungguhnya kita telah diberikan kelebihan oleh Allah SWT dengan anugerah 
akal, nafsu dan juga kesempurnaan bentuk tubuh. Dan semua anugerah itu akan 
menjadi berharga dan mulia, jika ditunjang oleh rasa keimanan dan kehambaan di 
hadapan-Nya serta mampu digunakan untuk berbuat banyak kebaikan dan menebarkan 
rasa kasih dan sayang. Kaum yang tua kita hormati, dan yang muda kita sayangi. 
Yang tersesat kita tunjukkan jalan, dan yang terjatuh kita bantu untuk bangkit.

Yang salah kita tegur dengan lembut, dan yang lupa kita ingatkan dengan 
kesabaran. Semua kelebihan anugerah itu bukanlah untuk kita bangga-banggakan di 
hadapan banyak orang. Tidaklah kemuliaan dianugerahkan dengan jalan 
menghinakan, melainkan hadir dari sebuah budi pekerti yang tinggi, sikap saling 
menghargai, serta kelembutan rasa dan kerendahan hati. Dan tidaklah badan yang 
besar, otot yang kuat lagi kekar, digunakan dalam rangka mendhalimi orang yang 
kecil, lemah dan tiada daya. Dan tidaklah kekuatan kekuasaan, menjadikan 
seorang pemimpin menjadi semena-mena, lalu bertindak sewenang-wenang, tanpa 
mengindahkan nilai akhlak, moral dan rasa kemanusiaan.

Apa yang mampu kita capai dalam hidup ini, jika emosi yang tidak terkendali 
selalu saja menjadi bagian dalam diri kita? Padahal bukan itu yang akan kita 
bawa kelak ke hadapan Allah SWT. Kebaikan apa yang mampu kita capai dalam hidup 
ini, jika kita senantiasa mencari-cari kesalahan orang lain, namun lupa untuk 
menandai setiap aib dan kesalahan dalam diri kita sendiri? Apa yang akan kita 
capai dalam sisa-sisa hidup ini, jika kita tidak juga berupaya sungguh-sungguh 
untuk menundukkan hati dan diri, menundukkan segala bentuk sifat-sifat 
buruknya, lalu bersegera menggantinya dengan sifat-sifat yang indah dan mulia? 
Maukah kita merelakan dan membiarkan rasa benci tumbuh bersemi di dalam hati, 
sehingga akhirnya rasa berkasih sayang hilang tenggelam dari jiwa, lalu menjadi 
sebuah barang yang langka?

Diambil dari : blog sebuah perenungan 


--------------------------------------------------------------------------------


"Akankah Rasa Kasih Sayang Menjadi Sebuah Barang Langka ?"

Tidak... dan semoga nggak akan pernah terjadi dalam diri kita semua.
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmatnya dengan selalu memberikan kita 
kejernihan pikiran & kebeningan hati. 
Selamat menggarap diri... damai, tentram dan harmoni... 
Agar kelak sukses mengolah jiwa, menjadi hamba yang tenang, damai, penuh kasih 
& karya. 
Amin ya Robal Alamin. 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke