Wa'alaikumussallam Wr Wb.

 

Dalam suatau riwayat tentang Raja Kisra...
 
Rosululloh saw pernah mengutus salah satu sahabat untuk mengatarkan surat pada 
raja Kisra yg isinya ajaka-an Rosululloh saw pada Raja Kisra agar masuk Islam...
 
Jangankan mau masuk Islam,  tetapi Raja Kisra malah marah besar setelah membaca 
surat dari Rosululloh saw tersebut & merobek-robek surat dari Rosululloh saw 
serta menyakiti utusan Rosul itu...
 
Setelah utusan itu datang & memberitahukan tentang hal itu pada Rosululloh saw, 
Rosululloh berdo'a pada ALLAH memohon agar raja Kisra perutnya juga di 
robek-robek orang...
 
Tidak berapa lama Malaikat jibril datang menemui Rosululloh saw mengabarkan 
bahwa Raja Kisra telah tewas di bunuh oleh ANAK-nya sendiri dng perut robek - 
robek sehingga isi perutnya terburai keluar...
 
Salam JIHAD
AL-Pacitan
 

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of QC Leader 
- QC-OUTGOING3



Assallamualaikum wm.wb

Saudaraku... saya pernah mendengar dan juga membaca sebuah cerita di Jaman 
Imam Syafi'i.

Ada seorang yang teraniaya, dan dia berdo'a kepada Allah SWT supaya orang 
yang menganiayanya di berikan azab oleh Allah SWT. Tapi apa yang terjadi..?? 
Dia sendiri yang di timpa oleh Azab.

Saudaraku... kita umat Muhammad SAW dilarang keras untuk medo'a kan supaya 
seseorang ditimpakan azab oleh Allah SWT.

Ma'af kalau kata-kata saya kurang berkenan...
----- Original Message ----- 
From: Ahmadi Agung
To: Satrio Arismunandar ; ppiindia ; Syiar Islam ; nurkholis sabili ; 
Tabloid Redaksi Adil ; Arif Arief Tabloid Adil ; SALMAN NASUTION Adil 
Tabloid ; Etalase Indonesia ; [EMAIL PROTECTED] 
<mailto:ismes%40yahoogroups.com> com ; 
aipi_politik@ <mailto:aipi_politik%40yahoogroups.com> yahoogroups.com
Sent: Tuesday, December 11, 2007 10:09 AM
Subject: RE: [syiar-islam] Anggota LibForAll Indonesia Temui Shimon Peres 
di Yerusalem

DEMI ALLAH...saya berdo'a....

SEMOGA Para Komplotan MUNAFIKUN itu di berikan AZAB yg KERAS oleh ALLAH 
swt, di dunia & di akhirat, AMin...

Salam JIHAD
AL-Pacitan

-----Original Message----- 
From: syiar-islam@ <mailto:syiar-islam%40yahoogroups.com> yahoogroups.com 
[mailto: syiar-islam@ <mailto:syiar-islam%40yahoogroups.com> yahoogroups.com]On 
Behalf Of Satrio Arismunandar
Sent: Monday, December 10, 2007 3:48 PM
To: ppiindia; Syiar Islam; nurkholis sabili; Tabloid Redaksi Adil; Arif 
Arief Tabloid Adil; SALMAN NASUTION Adil Tabloid; Etalase Indonesia; 
[EMAIL PROTECTED] <mailto:ismes%40yahoogroups.com> com; aipi_politik@ 
<mailto:aipi_politik%40yahoogroups.com> yahoogroups.com
Subject: [syiar-islam] Anggota LibForAll Indonesia Temui Shimon Peres di 
Yerusalem

(dikutip dari Multiply)

Lima Anggota LibForAll Indonesia Temui Shimon Peres di Yerusalem

Senin, 10 Des 07 06:36 WIB

Situs harian Jerusalem Post pada Jum’at (8/12) menurunkan sebuah berita 
berjudul “Indonesian Peace Delegation Meet With Peres” (Delegasi 
Perdamaian dari Indonesia Temui Shimon Peres). Berita ini ditulis oleh Greer 
Fay Cashman.
Di awal artikelnya Cashman menulis, “Walau tidak ada hubungan diplomatik 
formal antara Israel dan Indonesia, lima orang anggota Delegasi Perdamaian 
Indonesia menemui Presiden Israel Shimon Peres, Jum’at (8/12) di 
Yerusalem. ”

Kelima orang Indonesia tersebut berasal dari Yayasan LibForAll, sebuah 
yayasan swasta yang berasal dari Amerika Serikat yang tujuannya untuk 
memerangi Islam Kafaah dan mempromosikan Islam yang bersekutu dengan 
Zionis-Israel. Abdurrahman Wahid menjadi pelindung yayasan LibForAll dan 
anggotanya antara lain Yeni Wahid, Abdul Munir Mulkhan, Ahmad Dani (Dewa19), 
dan sederet aktivis JIL lainnya. Perjalanan mereka ke Tanah Palestina yang 
diduduki Israel bekerjasama dengan Simon Wiesenthal Center, sebuah LSM 
Amerika pendukung utama Zionisme.

Lima orang tersebut oleh Jerusalem Post dianggap merepresentasikan dua 
ormas terbesar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah, yang memiliki anggota 
sebanyak 70 juta rakyat Indonesia, dari 195 juta rakyat Indonesia yang 
Muslim.

Di depan kelima orang Indonesia, Peres sempat mengatakan bahwa kedatangan 
mereka akan menimbulkan spekulasi di Indonesia, karena selain Israel tidak 
memiliki hubungan resmi dengan Indonesia, setiap ada orang Indonesia yang ke 
Israel selalu saja menjadi berita kontroversi.

Mengatasnamakan Indonesia

C. Holland Taylor, pimpinan dari yayasan LibForAll yang sangat pro-Zionis, 
menyatakan kepada Peres bahwa Abdurrahman Wahid baru-baru ini mengeluarkan 
sikap yang menolak dan menentang HAMAS dalam persoalan di Palestina. Taylor 
juga berkata bahwa Indonesia merupakan satu-satunya negara di dunia di mana 
HAMAS ditolak oleh ormas Islam terbesar di dunia.

Jpost kembali menulis, “Syfiq Mugni (Syafiq Mugni?), tokoh Muhammadiyah, 
berbicara dengan Peres yang mengenakan kippa dengan tulisan "shalom" dalam 
bahasa Ibrani dan Latin, begitu gembira dengan orang-orang Indonesia yang 
mengunjunginya dan bahkan mereka menyerang HAMAS serta mendukung 
Zionis-Israel, sehingga Peres mencopot kippa yang dikenakannya dan 
mengenakannya ke kepala tamunya tersebut.

Pertemuan itu diisi dengan berbagai topik pembicaraan antara lain bidang 
ekonomi, politik, regional, dan peringatan 60 tahun berdirinya Israel di 
Tanah Palestina.
Kepada Peres Mugni antara lain menyatakan, “Kita berharap suatu waktu 
Muslim di Indonesia bisa bersikap lebih toleran dan mengutamakan demokrasi. 
Hal ini bisa dilakukan antara lain lewat jalur pendidikan, untuk mengubah 
mental Muslim di Indonesia agar bisa bersikap lebih terbuka. ” Maksudnya 
jelas, agar Muslim Indonesia bisa menerima Zionis-Israel sebagai sekutu, 
sama seperti dirinya dan kawan-kawannya dari LibForAll.

Ulama NU yang disebut dengan nama Abul A'la (bisa jadi nama-nama ini 
merupakan nama alias), mengamini Mugni dan menyatakan bahwa di Indonesia ada 
segolongan Teroris Muslim. “Namun hal itu tidak mencerminkan keseluruhan 
Muslim di Indonesia. Kami akan secepatnya menghadapi itu dan mempromosikan 
Islam yang penuh kedamaian. Kami tidak bisa hidup tanpa kedamaian. ”

Kelima orang Inadonesia ini juga menyatakan bahwa mereka telah mencoba 
untuk berbicara dengan Kubu Mahmud Abbas yang juga pro Israel agar tercipta 
kerjasama saling menguntungkan antara Palestina, Israel, dan mereka sendiri. 
“Kami mendoakan itu, ” ujar Mugni.
Peres bercerita bahwa Juni lalu, di Bali telah diselenggarakan konferensi 
besar yang menentang sikap Iran atas penafikkannya terhadap Holokous yang 
dihadiri oleh Gus Dur, dan beberapa tokoh agama lain termasuk dari Israel.

Oktober lalu, tambah Peres, tujuh delegasi wartawan dari Indonesia juga 
datang ke Israel dan bertemu dengannya.
Kelima orang Indonesia anggota LibForAll itu selama di wilayah pendudukan 
Zionis-Israel ditemani oleh Dean Rabbi Abraham dari Wiesenthal Center dan C. 
Holland Taylor, CEO LibForAll. Mereka ikut merayakan ritual Yahudi Hanukka, 
menikmati tarian di Kiryat Shmona, mengunjungi Betlehem dan juga Masjid 
Al-Aqsha di Yerusalem, setelah bertemu Peres. Selain itu, mereka juga 
mengunjungi sebuah sekolah di Sderot dan memantau wilayah Jalur Gaza dari 
kejauhan.

Sorotan Media Islam

Kunjungan lima komprador Zionis dari Indonesia ke Shimon Peres ini menjadi 
berita hangat di sejumlah media Islam dunia. Dalam artikelnya berjudul 
“Normalisasi Memalukan Indonesia” (8/12), media ‘Friend of al-Aqsha’ 
yang diterbitkan Muslim London dan beredar luar di Ibukota Inggris, lewat 
tangan Khalid Amayreh menulis bahwa kunjungan lima orang Indonesia ke 
wilayah pendudukan Israel di Palestian sungguh-sungguh memalukan mengingat 
Indonesia merupakan negeri Muslim mayoritas terbesar di dunia.
“Dengan kunjungan lima orang Indonesia itu, Dunia Islam mendapat banyak 
kerugian, dan hal ini sungguh-sungguh menguntungkan Zionis—baik Olmert 
maupun Abbas. Ini benar-benar menampar muka kita semua. Benar-benar 
memalukan!” demikian Al-Aqsha.

Tokoh dan Politisi Islam Indonesia Sibuk Cari Jabatan

Sayangnya, di saat musuh-musuh Islam di Indonesia gencar memerangi agama 
Allah ini, dan dengan dana yang sangat besar berupaya menjadikan Muslim 
Indonesia menjadi Sekutu bagi Zionis (lihat www. Libforall. Org, di situ 
jelas-jelas terdapat program nyata membuat umat Islam Indonesia menjadi 
sekutu Zionis), para tokoh dan politisi Islam masih saja disibukkan dengan 
cari kursi dan jabatan, Pilkadal-lah dan segala macam.

Dan seperti juga politisi sekuler lainnya, setelah duduk di kursi yang 
nyaman karena berhasil “menjual” Islam, mereka banyak yang lupa daratan 
dan menjadi lebih cinta (setengah mati) terhadap kenikmatan dunia ketimbang 
mencintai akherat. Bukannya mensejahterakan umat, mereka lebih khusyuk 
mensejahterakan diri dan keluarganya sendiri. Umat lagi-lagi dijadikan 
pendorong mobil mogok. Hanya saja sekarang dilakukan oleh saudara-saudaranya 
sendiri.(Rizki)

__________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile. 
< http://mobile. <http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ> 
yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ> 
yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]



 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke