--- In [EMAIL PROTECTED], "rsa" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Thanks for your insightful TAMBAHAN, a first account at that even. 
Bravo! Semoga insight dari mas Amran dan Vanda bisa memberikan 
gambaran yang jauh lebih shahih up-close bagaimana pada tataran 
praktek 'gurauan' Ulil dkk soal 'kebebasan' aka 'toleransi' at its 
nest/core ...! Kalo ga nangkep juga, ... cappee deehhh ... :-)

salam kenal, Vanda ...

satriyo
http://peaceman.multiply.com

--- In [EMAIL PROTECTED], ":: Vanda  ::" <rtvanda@> wrote:
>
> Assalamu'alaikum,wr,wb,
> 
> Maaf, saya gak gabung ke milis syiar Islam, cuma nambah info 
sedikit 
> aja. Saat ini masjid di komuniti saya, Beaverton, Oregon,US sedang 
> perluasan. Selain perlu ijin khusus untuk pemakaian bangunan, perlu 
> ijin2 lain, yg bukan hanya diperoleh dari pemerintah kota saja. Dan 
> soal masjid yg tumbuh 'subur' disini krn memang ada demand dari 
> masyarakat muslim yg makin bertambah.
> 
> Tapi, juga gak segampang itu. Ada bbrp masjid yg dibeli dari bekas 
> gereja, krn gerejanya filed for bankruptcy (biasanya krn ditinggal 
> jamaah). Dan itu pun, pengurus mesjid perlu minta ijin dari 
> masyarakat sekitar daerah masjid untuk ijin pemakaian gedung 
sebagai 
> sarana ibadah. Ijin diperoleh sesudah voting,  yg diumumkan ke 
> masyarakat sebelumnya. Masing2 pihak yg pro & kontra boleh hadir 
> disana. Masing2 pihak akan mengemukakan argumentasinya. Karena 
> umumnya memang demand sudah ada & mendesak, maka ijin pun diperoleh.
> 
> Apakah sama dgn situasi di Indonesia? Yang tiba2 ada gereja berdiri 
> mentereng tanpa basa basi lagi sama warga sekitar. 
> Bukankah perlu setidaknya sopan santun sama tetangga sekitar. Gak 
> langsung main bangun dengan bawa ijin dari pemerinatah atas atau 
> beking dari militer?
> Memang gak bisa digeneralisasi, sih....tapi, kenyataannya banyak yg 
> gitu. 
> Kalau Barat mengijinkan masjid berdiri di tempat mereka, lantas 
> meminta hal yang sama juga di Indonesia atas nama HAM, tanpa 
melihat 
> case per case, bukannya justru jadi gak adil.
> 
> Kayak tulisan di milis lain beberapa waktu soal kedatangan Raja 
Saudi 
> ke Vatican, lantas ada yg bilang: bahwa sekarang giliran Saudi 
> membuka Mekkah untuk Paus. Ini jadi spt childish act: hey, this is 
my 
> toy, now give me yours! 
> 
> Cuma tambahan, maaf jadi OOT dari jalur milis ini.
> 
> wassalam,
> Vanda
> 
> > Soal masjid, misalnya. Tidakkah Anda bertanya pada diri sendiri 
> mengapa
> > ada begitu banyak masjid baru di AS? Ingat, masjid-masjid itu 
tidak
> > didirikan di permukiman muslim lho!
> 
> 
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED], "Ediyus Hz" <ediyus@> wrote:
> >
> > Bung Ade,
> > Saya tangkap poin anda, menurut saya tidak jauh dari cara analisa 
> yang
> > dilakukan Ulil, walaupun anda bukan pendukung Ulil.
> >

--- End forwarded message ---


Kirim email ke